Connect With Us

Kondisi Barang Sitaan Negara dari Wawan cs Memprihatinkan

EYD | Selasa, 12 April 2016 | 11:21

| Dibaca : 1749

Barang sitaan negara, salah satunya barang berupa truk molen dari wawan. (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Dirjen Pemasyarakatan I Wayan D Yusak dan Dirjen Perundang-Perundangan Widodo Eka Tjahjana mengunjungi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Rampasan Negara (Rupbasan) di Cipinang, Jakarta Timur. Keduanya mengaku prihatin dengan kondisi yang tidak terawat.

"Ada kerugian negara di dalamnya. Ada juga sisi keuangan negara yang harus membiayai barang-barang rongsokan itu. Ada juga yang bernilai ekonomi, tapi tidak bisa dimanfaatkan,"ujar Widodo di lokasi Rupbasan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (12/4/2016). 

Ada ratusan kendaraan di gudang terbuka Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Rampasan Negara) di Cipinang, Jakarta Timur. Mulai dari kendaraan roda empat hingga kendaraan seperti truk molen. "Di sini ada 110 mobil, roda dua 35 unit, ada bahan bakar, avtur," ujar Kepala Sub Seksi Administrasi dan Pemeliharaan Rupbasan, Gintri Nurpitraharini, di tempat yang sama.

kendaraan itu terparkir di lahan seluas 3.200 meter. Gudang itu tak beratap dan dibiarkan terbuka. Ada belasan truk molen dan enam unit mobil pemadam kebakaran yang terparkir di lahan itu. Menurut Gintri, truk molen itu barang sitaan dari kasus Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Sedangkan mobil pemadam kebakaran adalah barang rampasan kasus mantan Menteri Dalam Negeri Hary Sabarno.

"Ada 15 molen dan Nissan B 2899 DH milik Wawan. Kalau mobil kebakaran itu tahun 2007, dia korupsi pengadaan barang," jelas Gintri.

Selain mobil berukuran besar itu, ada juga mobil Travela milik Akil Mochtar dan Camry B 1840 milik Fatonah. Tak semua kendaraan masih berfungsi baik. Ada juga Mobil yang bahkan bannya sudah tertanam di tanah.

NASIONAL
ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

Selasa, 11 April 2017 | 15:00

"Teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni bagaimana supaya proses hukum atas kasus tertentu berhenti," katanya saat dihubungi Tan

HIBURAN
Apresiasi Film Bid'ah Cinta, Ansor Banten Nonton Bareng

Apresiasi Film Bid'ah Cinta, Ansor Banten Nonton Bareng

Kamis, 16 Maret 2017 | 20:00

"Dengan film ini saya kira keberagaman pandangan keagamaan bukan lagi sebuah alat pemecah, tapi sebuah alat motivasi membangun kebersamaan," katanya, Kamis (16/3/2017).

BANDARA
Operasional T3 Internasional Soetta, Puluhan Konter Imigrasi dan "Autogate" Disiapkan

Operasional T3 Internasional Soetta, Puluhan Konter Imigrasi dan "Autogate" Disiapkan

Kamis, 27 April 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Jelang operasional Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Mei 2017 mendatang, PT Angkasa Pura II menyiapkan puluhan konter imigrasi dan autogate di pintu keberangkatan maupun kedatangan. Hal itu dilakukan guna mengakomoda

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri kita. Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja dia memiliki keraguan, maka dia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak."

Larispique Philidor