Connect With Us

4 Sandera Abu Sayyaf Mengaku disiksa selama di Filipina

RADEN BAGUS IRAWAN | Minggu, 25 September 2016 | 00:06

| Dibaca : 552

Empat orang warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina telah tiba di tanah air. (RADEN BAGUS IRAWAN / TangerangNews)

 

TANGERANGNews.com-Empat orang warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina mengaku telah disiksa di sana.

Hal itu dikatakan salah seorang dari keempatnya yang disandera lebih dari dua bulan.

"Disiksa, kalau melawan ditodong dengan senjata api," ujar Theodorus Kopong, asal Flores.

Dia juga menjelaskan, bahwa di sana tidak ada lagi sandera. "Mungkin beda kelompok kalau yang sandera kami tak ada lagi orang kita," ujarnya.

Untuk diketahui mereka disandera kelompok Abu Sayyaf sejak 9 Juli 2016 di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia Timur.  Saat ditanya apakah keluarga sudah mengetahui kepulangan dirinya, Theodorus mengaku keluarganya belum tahu. "Tidak, belum tahu. Karena tak ada kontak sampai saat ini," tuturnya

 

 

WISATA
Menyantap 1.000 Rasa Kuliner Warisan Nusantara di Pekan Raya Indonesia

Menyantap 1.000 Rasa Kuliner Warisan Nusantara di Pekan Raya Indonesia

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 01:00

TANGERANGNews.com-Pekan Raya Indonesia (PRI) menyuguhkan beragam kuliner warisan nusantara yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Gerai kuliner warisan nusantara ini berlangsung mulai tanggal 20 Oktober - 6 November 2016 di Hall 10, Indonesia

BANTEN
Pilgub Banten, Panwaslu Kota Tangerang Awasi Pemilih Siluman

Pilgub Banten, Panwaslu Kota Tangerang Awasi Pemilih Siluman

Minggu, 22 Januari 2017 | 17:00

TANGERANGNews.com-Panwaslu Kota Tangerang tengah membentuk Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk mencegah adanya pemilih siluman yang mencoblos di TPS pada Pilgub Banten 15 Februari mendatang.

OPINI
Jangan Lagi Ada Penelantaran Anak, Negara Harus Jadi Soko Guru Ketahanan Keluarga!

Jangan Lagi Ada Penelantaran Anak, Negara Harus Jadi Soko Guru Ketahanan Keluarga!

Minggu, 15 Januari 2017 | 09:00

Baik dan buruk bangsa dimasa depan ditentukan oleh kualitas anak-anak dimasa sekarang karena anak adalah pemegang estafet kepemimpinan suatu bangsa dimasa mendatang yang akan menjadi aset yang tak ternilai harganya.

"Kita tidak membutuhkan alasan untuk menolong orang lain"

Anonim