Connect With Us

Bertemu Anies, Airin Tagih Bantuan Pemprov DKI

Yudi Adiyatna | Rabu, 4 April 2018 | 07:00

| Dibaca : 2098

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, saat menghadiri pertemuan Badan Kerja Sama Daerah (BKSD) di Pusat Pemerintah DKI Jakarta, Selasa (3/4/2018). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Sebagai daerah penyangga Ibu kota, Tangerang Selatan terus berupaya berbenah. Bersama daerah penyangga lainnya seperti Depok, Bogor dan Kota Tangerang, saling berupaya menyelesaikan permasalahan bersama yang terkait satu sama lainnya.

Dalam pertemuan Badan Kerja Sama Daerah (BKSD) di Pusat Pemerintah DKI Jakarta, Selasa (3/4/2018) yang dihadiri Seluruh Kepala Daerah Penyangga Ibu Kota dan Gubernur DKI Anies Baswedan, pelbagai permasalahan yang bersinggungan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta menjadi topik pembahasan.

 "Ada berbagai macam persoalan yang harus diselesaikan bersama. Misalnya kemacetan yang ada di ruas jalan yang letaknya berada di perbatasan kota Jakarta dan Tangsel. Kalau Depok punya Cinere, kita punya Pondok Cabe," Kata Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany di Balai Kota DKI Jakarta.

Airin mengatakan, pada pemerintahan sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta berjanji akan membantu pemerintah daerah untuk mengurusi dan mengatur infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan DKI Jakarta.

Dalam masa pemerintahan Anies Baswedan ini, Airin harap agar ketentuan tersebut masih bisa berlaku. Mengingat banyak sekali warga Tangsel yang bekerja di Kota Jakarta.

 "Karena itu besar harapan kami Kota Tangerang Selatan agar perpanjangan rute MRT bisa direalisasikan sampai pada stasiun Rawabuntu atau Setu. Sebab saya yakin hal tersebut bisa mengurangi panjangnya kemacetan yang ada saat ini," kata Airin.

Kemudian dalam pembahasan lain adalah banjir. Airin bersyukur karena saat ini Tangsel sudah memiliki beberapa situ yang diharapkan bisa mengurangi dampak banjir. Penyerapan dan ruang hijau juga dibangun. Hal ini juga bisa didukung dengan adanya bantuan DKI Jakarta.

Terakhir Airin juga membahas sampah yang menumpuk di beberapa ruas sungai yang melintas di Kota Tangsel. Misalnya Kali Angke yang bahkan beberapa waktu lalu menyebabkan perhatian masyarakat sebab tumpukannya terjadi di sekitar wilayah administrasi Tangsel.

 "Saya sudah sering bahas ini. Jika sampah sudah tidak bisa diselesaikan dengan manual. Melainkan membutuhkan teknologi. Jadi, saya harap ada solusi yang diberikan dalam pertemuan ini untuk mengatasi sampah yang saat ini menjadi permasalah yang cukup pelik," ujar Airin.

Sementara itu, Ketua BKSD yang juga merupakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui bahwa setiap daerah mempunyai permasalahan yang berbeda, tetapi harapannya dengan BKSP ini bisa bersama-sama bisa kordinasi menyelesaikan masalah yang ada. 

 “BKSP yang tujuannya adalah keterpaduan, keselarasan, keserasian, kesinambungan dari pelaksanaan pembanguan di Jabodetabekjur bisa diwujudkan,” ujar Anies.

Anies mengharapkan kerja sama ini tidak berhenti di Jabodetabekjur saja, nantinya harus ditindaklanjuti ke pemerintah pusat. Anies menilai jika seluruh masalah tersebut dapat dikomunikasikan, maka solusi pasti bisa didapatkan.

“Insyaallah nanti hal mendasar bisa kita laksanakan sama-sama. Termasuk Jabodetabekjur harus bareng dalam koordinasi dengan pemerintah pusat, karena posisinya akan jauh lebih kuat karena banyak urusan yang kita harus bicara dengan pusat,” ungkap Anies.(RAZ/RGI)

BANDARA
HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Berbagai perlombaan digelar oleh pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yakni PT Angkasa Pura II

AYO! TANGERANG CERDAS
Paramount Land Ajari Pelajar SD  Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie