Connect With Us

Besok, 3.000 Ojol dari Jabodetabek Kepung Gedung DPR

Mohamad Romli | Minggu, 22 April 2018 | 15:00

| Dibaca : 17995

Ojek Online (@TangerangNews.com / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Sekitar 3.000 driver ojek online (Ojol) dari berbagai wilayah di Jabodetabek dan sekitarnya kembali melakukan aksi demonstrasi ke Gedung DPR RI dan MPR di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Dari ribuan ojol tersebut, salah satunya  yang akan mengikuti aksi adalah dari wilayah Tangerang. Mereka akan bergabung dengan ribuan ojol lainnya menuntut kenaikan tarif.

BACA JUGA:


Nurman, salah satu ojol di Tangerang kepada TangerangNews.com mengatakan aksi tersebut dilakukan karena sampai saat ini belum ada kepastian soal kenaikan tarif dari Pemerintah.

"Kami menuntut kenaikan tarif karena tarif saat ini kami anggap masih terlalu kecil," katanya, Minggu (22/4/2018).



Aksi tersebut akan berlangsung mulai pagi hari hingga sore, sehingga dipastikan warga yang terbiasa menggunakan layanan ojol akan tidak terlayani.

"Kami mengimbau semua ojol di Tangerang maupun se-Indonesia untuk ikut aksi, karena kawan-kawan dari luar daerah pun sudah bergerak ke Jakarta, misalnya dari Lampung, Cirebon dan sebagainya" tukasnya.(RAZ/RGI)

TANGSEL
Rekonstruksi Tewasnya Pelajar Saat Tawuran di Tangsel, Pelaku Peragakan 14 Adegan

Rekonstruksi Tewasnya Pelajar Saat Tawuran di Tangsel, Pelaku Peragakan 14 Adegan

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Satuan Reserse Kriminal Polres Tangsel menggelar rekonstruksi kejadian tawuran pelajar yang menyebabkan satu orang tewas akibat senjata tajam. Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP) dengan 14 adegan

PROPERTI
Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Senin, 19 Februari 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Menghadapi libur Imlek 2018, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) siap memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna jalan. Baik peningkatan pelayanan transaksi, maupun kondisi jalan hingga pelayanan keamanan.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie