Connect With Us

GAPPRI Minta Pemerintah Cabut Kebijakan Bebas Pita Cukai di Batam

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 27 April 2018 | 16:00

Ilustrasi Rokok. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Ismanu Soemiran mengapresiasi langkah Bea Cukai dalam memerangi rokok ilegal. Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir, Ditjen Bea Cukai menggencarkan razia di berbagai daerah, dengan melibatkan aparat TNI.

"GAPPRI mengucapkan terimakasih kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas operasi rokok ilegal yang melibatkan TNI dan menunjukkan keseriusan dan hasil yang maksimal," ujar Ismanu Soemiran, dalam Siaran Pers, Kamis (26/4).

Ismanu menjelaskan, setelah digencarkan operasi rokok ilegal, permintaan rokok resmi dengan disertai pita cukai di daerah semakin meningkat. Terutama di daerah seperti Palu, Banjarmasin dan daerah lain.

Untuk itu, GAPPRI berharap, operasi ini dapat terus dilakukan dalam beberapa tahun ke depan agar rokok legal mampu memenuhi ceruk pasar yang ditinggalkan rokok ilegal. Diharapkan juga, operasi dari Bea Cukai dapat menimbulkan efek jera karena selama ini pelaku pengedar rokok ilegal akan tiarap ketika ada razia dan mucul lagi ketika tidak ada razia.
 
"Penangkapan yang sudah ditindaklanjuti penyegelan mesin perlu ada cara yang lebih tegas, agar mesin tersebut tidak dijadikan kanibalis," tegasnya.

Di sisi lain, itikad Bea Cukai terhadap pabrikan yang tertangkap dengan cara pembinaan untuk diberikan ijin, atau untuk dinaikan kelas golongannya, jangan sampai dibuat siasat untuk merubah modus ilegal lain yakni dengan modus PAP (Pita Asli tapi Palsu cara mendapatkannya), lalu PBP (Pita Bekas Pakai), juga PBU (Pita Bukan Untuknya).

Oleh karena itu, GAPPRI juga usul agar pemerintah segera mencabut kebijakan Batam Bebas Pita Cukai. Peredaran tanpa pita, telah lama melimpah keluar beredar di luar Batam.

GAPPRI, ditegaskan Ismanu, sudah meminta kepada seluruh anggota, untuk mendukung penuh operasi rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai. Sekaligus meminta para sales di lapangan, untuk mengawasi dan mencari di mana keberadaan rokok ilegal, apa rupa/merek rokok ilegal tersebut, lalu laporkan ke holine Bea Cukai untuk ditindaklanjuti dengan cepat.



"Pahami bahwa rokok ilegal adalah pesaing yang tidak sehat yang merugikan baik kepada Negara maupun masa depan pekerjanya bagi perusahan yang legal,". tegas Ismanu.

Langkah Bea Cukai melakukan razia rokok ilegal, juga diapresiasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira Adhinegara. Dia mengatakan, saat ini tren peredaran rokok ilegal masih di atas 10 persen sehingga perlu penindakan tegas di lapangan.

"Jangan sampai ada kebocoran rokok yang tidak berpita cukai atau berpita cukai tapi palsu karena kerugian penerimaan cukainya lumayan besar,"tegas Bhima, saat dihubungi, Kamis (16/4).
Untuk itu, perlu diciptakan iklim usaha yang kondusif. Jangan ada ketidakpastian hukum khususnya soal kebijakan impor tembakau Industri dan petani, kata Bhima, hanya butuh konsistensi pemerintah.  "Ini tahun politik jadi kebijakan harus dibuat terukur sehingga tidak kontraproduktif," tegasnya.(RAZ/RGI)

BISNIS
Cek Aplikasi MyTelkomsel, Poin Kini Bisa Ditukar Promo Ritel MAP Melalui MAPrivilege

Cek Aplikasi MyTelkomsel, Poin Kini Bisa Ditukar Promo Ritel MAP Melalui MAPrivilege

Kamis, 24 September 2026 | 21:05

Aplikasi MyTelkomsel kini menghadirkan program MAPrivilege yang menawarkan beragam promo diskon ekosistem ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP).

NASIONAL
PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Kamis, 24 September 2026 | 19:55

PLN Group menjalin lima kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa 22 September 2026.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill