Connect With Us

Gandeng Harley Davidson, KPK Ajak Pengelola Rawat Barang Sitaan Negara

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 9 Mei 2018 | 18:00

| Dibaca : 709

Tim Labuksi KPK menggandeng dua mekanik Harley Davidson Nusantara untuk mentransfer pengetahuan tentang perawatan dan penanganan motor mewah sitaan negara kepada petugas pengelola di Rupbasan Kelas 1 Jakarta Barat. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Tim Labuksi KPK menggandeng dua mekanik Harley Davidson Nusantara untuk mentransfer pengetahuan tentang perawatan dan penanganan motor mewah sitaan negara kepada petugas pengelola di Rupbasan Kelas 1 Jakarta Barat, Jalan TMP Taruna No 41, Buaran Indah, Kota Tangerang, Rabu (9/5/2018).

Dua mekanik handal Harley Davidson yang didatangkan tersebut adalah Rianda Saputra dan Yusuf. Keduanya memberikan pemahaman khusus mengenai pemeliharaan motor Harley Davidson kepada sejumlah pegawai yang bertugas sebagai pengelola barang sitaan.

Kasubsi Administrasi dan Pemeliharaan Rupbasan Kelas 1 Jakarta Barat Ambar Sari mengatakan, sedikitnya ada empat unit kendaraan bermotor Harley Davidson yang berada di Rupbasan.

"Kita bersama dengan KPK mengadakan pelatihan kepada petugas pengelola barang di Rupbasan mengenai pemeliharaan benda sitaan negara merek Harley Davidson," ujarnya kepada TangerangNews.

Menurutnya, keempat unit motor mewah tersebut merupakan bahan sitaan negara dari tangan Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul latif yang terjaring kasus korupsi beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya motor sitaan ada delapan unit, tapi merek Harley ada 4 unit, yang 2 unit merek Ducati dan 2 unit lagi Trail. Kebetulan hari ini yang dipelihara dan hanya untuk Harley. Nah 8 motor ini milik Abdul Latif tersangka kasus korupsi," ucapnya.

Ambar Sari menuturkan, petugas pengelola barang sitaan seyogyanya memiliki pengetahuan tentang mekanisme perawatan yang akan dipelihara selama berada di Rupbasan.

"Motor Harley itu termasuk merek mewah, kami sebagai petugas juga awam karena merek ini kan tidaklah sembarangan dimiliki nah kebetulan ini di Rupbasan maka petugas meski punya pengetahuan soal pemeliharaannya," tuturnya.

Menurut Rianda dan Yusuf, langkah-langkah yang meski dilakukan petugas dalam merawat Harley Davidson sesungguhnya sama dengan kendaraan bermotor pada umumnya.

Hanya saja, body yang dimiliki Harley Davidson berbeda, sehingga perawatannya pun perlu keahlian khusus. Menurut mereka, merawat Harley Davidson terbagi dalam dua jenis yaitu perawatan harian dan bulanan. 

"Perawatannya ada harian dan bulanan. Kalau harian ya panaskan mesin motor dan ridding, kan kalau didiamkan malah merusak. Kalau bulanan, ganti oli, gantinya 5 ribu meter per-empat bulan dan ini juga waktunya servis berkala," paparnya.

Sebagai informasi, hingga kini, barang sitaan negara berupa kendaraan bermotor yang berada di Rupbasan Kelas 1 Jakarta Barat ini menyimpan sebanyak 90 unit mobil dan sepeda sebanyak 400 unit.

Jumlah tersebut pun mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya meskipun tahun 2018 belum usai.(DBI/RGI)

WISATA
Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Selalu ada sejuta alasan untuk kembali ke kota Bandung, apalagi bagi warga di Jakarta. Selain karena jaraknya yang dekat, ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota dingin yang suhunya jauh berada di bawah kota Metropolitan Jakarta.

BANDARA
HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Berbagai perlombaan digelar oleh pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yakni PT Angkasa Pura II

HIBURAN
Menikmati Rame-Rame Jajan Kuliner Nostalgia dengan Suasana Jadoel di Tangcity Mall

Menikmati Rame-Rame Jajan Kuliner Nostalgia dengan Suasana Jadoel di Tangcity Mall

Minggu, 19 Agustus 2018 | 13:38

TANGERANGNEWS.com-Tangcity Mall kembali menggelar event kuliner tahunan Rame-Rame Jajan Kuliner (RJK) lewat Opening

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie