Connect With Us

Tak Ditemui Jokowi, Honorer Pemkab Tangerang Kecewa

Mohamad Romli | Rabu, 31 Oktober 2018 | 20:28

| Dibaca : 3892

Ratusan honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Tangerang dua hari berturut-turut melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta, agar bisa bertemu dengan Presiden Jokowi. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Ratusan honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Tangerang merasa kecewa. Pasalnya, meski telah melakukan aksi dua hari berturut-turut di depan Istana Negara, Jakarta, namun tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Sekitar 800 honorer yang berangkat ke Jakarta itu bergabung dengan ribuan honorer lainnya, bahkan sebagian dari mereka memutuskan menginap untuk melanjutkan aksi keesokan harinya.

"Kami melakukan aksi sampai dua hari, kemarin dan hari ini, namun keinginan kami untuk ditemui Presiden Jokowi tidak terkabul, kami sangat kecewa," ungkap Nuryanah, Ketua Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tangerang kepada TangerangNews.com, Rabu (31/10/2018).

guru

Peserta aksi (honorer kategori 2) menginap dan tidur diarea terbuka di sekitar monas, Jakarta.

guru

Keinginan ditemui orang nomor satu di Indonesia itu, lanjutnya, karena hanya Jokowi yang bisa membuat keputusan atas tuntutan mereka yang salah satunya meminta diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kalau sekedar ditemui menteri kami menolak, karena kami ingin bertemu langsung dengan Presiden," tegasnya.

Sehingga dengan tekad tersebut, akhirnya peserta aksi pun memutuskan bermalam di Jakarta. Mereka, kata Nuryanah, berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga ketika belum ada keputusan di hari pertama, mereka kembali menggelar aksi di hari berikutnya.

"Dari Tangerang juga ada yang menginap, sekitar 100 orang. Mereka ada yang tidur di masjid, bahkan ada yang tidur di monas serta pinggir jalan," bebernya.

Kemudian, lanjutnya, ratusan honorer dari Kabupaten Tangerang yang sempat pulang kembali datang ke Jakarta untuk bergabung kembali dengan rekan-rekannya yang memutuskan menginap.

"Tadi pagi kami kembali lagi ke Jakarta naik kereta, tapi ternyata belum juga ada keputusan. Akhirnya, sore hari kami membubarkan diri," jelasnya.

Setelah perjuangan itu tak berhasil, kata Nuryanah, pihaknya pun kembali akan fokus memperjuangkan nasib honorer itu di level Pemerintahan Daerah, yaitu melanjutkan yang tengah diupayakan bersama DPRD Kabupaten Tangerang.

"Kami akan fokus berjuang di daerah setelah tidak mendapatkan tanggapan di pusat," tandasnya.

Diketahui, beberapa tuntutan honoer K2 itu salah satunya yaitu dicabutnya Permenpan RB nomor 36 dan 37 Tahun 2018 dan diangkat sebagai PNS.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
Bahtiar Alamsyah yang Tewas Tertembak Dikenal Rajin Ibadah

Bahtiar Alamsyah yang Tewas Tertembak Dikenal Rajin Ibadah

Rabu, 22 Mei 2019 | 19:12

TANGERANGNEWS.com-Bahtiar Alamsyah, 23 tahun, warga Jalan Jembatan Besi, RT 04/02, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang yang tewas setelah tertembak dalam aksi demo di kawasan Tanah Abang dikenal rajin beribadah.

TANGSEL
BPPT Luncurkan Rumah Tahan Gempa & Api

BPPT Luncurkan Rumah Tahan Gempa & Api

Rabu, 22 Mei 2019 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan prototipe rumah tahan gempa yang diberi nama bale kohana, di Pusat Teknologi Material, BPPT Gedung 224 Kawasan Puspitek Puspitek, Muncul, Setu, Tangsel

BANTEN
Lapas Pemuda Tangerang Meriahkan Safari Ramadan di Kanwil Banten

Lapas Pemuda Tangerang Meriahkan Safari Ramadan di Kanwil Banten

Kamis, 16 Mei 2019 | 18:48

TANGERANGNEWS.com-Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang) turut andil dalam kegiatan Safari Ramadan

TEKNO
Berhadiah Ratusan Juta, Sinar Mas Land Gelar Video Drone Competition

Berhadiah Ratusan Juta, Sinar Mas Land Gelar Video Drone Competition

Selasa, 21 Mei 2019 | 21:00

TANGERANGNEWS.com-Dalam upaya mewujudkan BSD City menuju smart digital city, Sinar Mas Land secara resmi telah membuka Drone Video Competition 2019: Discover BSD Digital City di The Breeze, Jalan BSD Grand Boulevard

"Jurnalisme, karena menyangkut pengumpulan informasi, sedikit berbeda dari pekerjaan intelijen. Dalam penilaian saya, pekerjaan seorang jurnalis sangat menarik."

Vladimir Putin (Presiden Rusia)