Connect With Us

Tak Ditemui Jokowi, Honorer Pemkab Tangerang Kecewa

Mohamad Romli | Rabu, 31 Oktober 2018 | 20:28

| Dibaca : 3833

Ratusan honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Tangerang dua hari berturut-turut melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta, agar bisa bertemu dengan Presiden Jokowi. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Ratusan honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Tangerang merasa kecewa. Pasalnya, meski telah melakukan aksi dua hari berturut-turut di depan Istana Negara, Jakarta, namun tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Sekitar 800 honorer yang berangkat ke Jakarta itu bergabung dengan ribuan honorer lainnya, bahkan sebagian dari mereka memutuskan menginap untuk melanjutkan aksi keesokan harinya.

"Kami melakukan aksi sampai dua hari, kemarin dan hari ini, namun keinginan kami untuk ditemui Presiden Jokowi tidak terkabul, kami sangat kecewa," ungkap Nuryanah, Ketua Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tangerang kepada TangerangNews.com, Rabu (31/10/2018).

guru

Peserta aksi (honorer kategori 2) menginap dan tidur diarea terbuka di sekitar monas, Jakarta.

guru

Keinginan ditemui orang nomor satu di Indonesia itu, lanjutnya, karena hanya Jokowi yang bisa membuat keputusan atas tuntutan mereka yang salah satunya meminta diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kalau sekedar ditemui menteri kami menolak, karena kami ingin bertemu langsung dengan Presiden," tegasnya.

Sehingga dengan tekad tersebut, akhirnya peserta aksi pun memutuskan bermalam di Jakarta. Mereka, kata Nuryanah, berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga ketika belum ada keputusan di hari pertama, mereka kembali menggelar aksi di hari berikutnya.

"Dari Tangerang juga ada yang menginap, sekitar 100 orang. Mereka ada yang tidur di masjid, bahkan ada yang tidur di monas serta pinggir jalan," bebernya.

Kemudian, lanjutnya, ratusan honorer dari Kabupaten Tangerang yang sempat pulang kembali datang ke Jakarta untuk bergabung kembali dengan rekan-rekannya yang memutuskan menginap.

"Tadi pagi kami kembali lagi ke Jakarta naik kereta, tapi ternyata belum juga ada keputusan. Akhirnya, sore hari kami membubarkan diri," jelasnya.

Setelah perjuangan itu tak berhasil, kata Nuryanah, pihaknya pun kembali akan fokus memperjuangkan nasib honorer itu di level Pemerintahan Daerah, yaitu melanjutkan yang tengah diupayakan bersama DPRD Kabupaten Tangerang.

"Kami akan fokus berjuang di daerah setelah tidak mendapatkan tanggapan di pusat," tandasnya.

Diketahui, beberapa tuntutan honoer K2 itu salah satunya yaitu dicabutnya Permenpan RB nomor 36 dan 37 Tahun 2018 dan diangkat sebagai PNS.(RMI/HRU)

TANGSEL
Airin Harap Bantuan Untuk Tangsel Meningkat

Airin Harap Bantuan Untuk Tangsel Meningkat

Kamis, 21 Maret 2019 | 22:47

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany membuka Diskusi Kelompok Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam

AYO! TANGERANG CERDAS
Rudiantara Ingin Tiru Silabus Perusahaan Teknologi Asing, Ini Alasannya

Rudiantara Ingin Tiru Silabus Perusahaan Teknologi Asing, Ini Alasannya

Selasa, 12 Maret 2019 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Rudiantara akan mengadopsi beberapa silabus dari perusahaan global technology di luar negeri untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.

TEKNO
Pertama di Indonesia, BPPT Luncurkan Lab Uji Modul Panel Surya di Puspitek Serpong

Pertama di Indonesia, BPPT Luncurkan Lab Uji Modul Panel Surya di Puspitek Serpong

Rabu, 9 Januari 2019 | 15:18

TANGERANGNEWS.com-Melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah resmi membuka pelayanan teknis untuk

"Untuk bisa sukses, keinginan Anda untuk sukses harus lebih besar dari pada ketakutan Anda untuk gagal."

Bill Cosby