Connect With Us

Lantik Pejabat Baru, Rupbasan Pangkalpinang 'Berbenah' Barang Sitaan Negara

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 13 Januari 2020 | 17:10

| Dibaca : 448

Kegiatan Pelantikan Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Pangkalpinang di Gedung Rupbasan Pangkalpinang, Tua Tunu, Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Pekerjaan rumah menanti Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Pangkalpinang, Andri Ferly, yang baru dilantik pada Senin (13/1/2020) di Gedung Rupbasan Pangkalpinang, Tua Tunu, Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Menggantikan Muhamad Mehdi, Ferly bakal memperbarui sistem pendataan barang bukti atau rampasan berdasarkan putusan hakim agar tidak disimpan terlalu lama tanpa diproses atau over staying.

Kegiatan Pelantikan Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Pangkalpinang di Gedung Rupbasan Pangkalpinang, Tua Tunu, Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Dikatakan Ferly usai pelantikan, pihaknya akan meminimalisir barang over staying melalui optimalisasi pelayanan yang berbasis teknologi informasi. Dengan demikian, pengelolaan barang sitaan dan rampasan negara dapat mudah dipantau dan lebih transparan.

"Jawaban dari barang over staying sebetulnya gampang. Kami harus berkomitmen untuk tertib administrasi sehingga data-data barang yang ada saat ini bisa valid," ujar Ferly kepada TangerangNews. 

Sejumlah benda dari beberapa instansi disimpan di Rupbasan untuk keperluan barang bukti, termasuk barang yang dinyatakan dirampas berdasarkan putusan hakim.

Ferly menyebut lembaga yang dipimpinnya sekarang punya posisi strategis untuk mendukung penegakan hukum.

"Rupbasan mempunyai fungsi strategis dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan yang berkaitan dengan para penegak hukum lainnya dalam pengelolaan barang bukti," jelasnya. 

Kegiatan Pelantikan Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Pangkalpinang di Gedung Rupbasan Pangkalpinang, Tua Tunu, Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Selain optimalisasi pelayanan berbasis teknologi informasi, pria yang pernah menjadi pejabat di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Tangerang tersebut ingin membenahi pengelolaan basan baran (benda sitaan dan rampasan negara) dengan cepat dan tepat bebas dari pungutan liar.

Hal ini senada dengan pernyataan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kemenkumham Bangka Belitung, Yudi Suseno.

"Diharapkan kinerja Rupbasan ini ke depan lebih ditingkatkan untuk mendukung terciptanya Wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBK dan WBBM) di Kemenkumham RI khususnya Kanwil Kemenkumham Babel (Bangka Belitung)," papar dia.(RMI/HRU)

BISNIS
Es Teler 77 hadirkan Frozen Food, Ready To Eat, Ready To Cook & Catering

Es Teler 77 hadirkan Frozen Food, Ready To Eat, Ready To Cook & Catering

Kamis, 16 April 2020 | 12:55

TANGERANGNEWS.com–Di tengah pandemi COVID-19, Es Teler 77 hadir dengan solusi makanan Frozen Food, Ready To Eat, Ready To Cook dan Catering

KOTA TANGERANG
Dibuka Kembali, Rumah Ibadah di Kota Tangerang Siap Terapkan Protokol Kesehatan

Dibuka Kembali, Rumah Ibadah di Kota Tangerang Siap Terapkan Protokol Kesehatan

Rabu, 3 Juni 2020 | 15:58

TANGERANGNEWS.com–Pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Tangerang mulai dilonggarkan dengan diperbolehkannya aktivitas normal di rumah ibadah tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19

WISATA
Pemkot Tangsel Sulap Bantaran Kali Mati di Jombang Jadi Destinasi Wisata

Pemkot Tangsel Sulap Bantaran Kali Mati di Jombang Jadi Destinasi Wisata

Sabtu, 25 Januari 2020 | 15:50

TANGERANGNEWS.com-Penataan kota terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel). Sebuah bantaran kali mati di wilayah

MANCANEGARA
Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Minggu, 10 Mei 2020 | 10:24

TANGERANGNEWS.com-Nasib malang dialami seorang ibu di China. Dia dikubur hidup-hidup oleh sang anak lantaran enggan merawatnya. Beruntung dia berhasil selamat

"Belajar dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, berharaplah untuk hari esok "

Albert Einstein