Connect With Us

Gemparkan Panggung, Band Asal Makasar Sabet Juara 1 Pucuk Cool Jam 2020

Mohamad Romli | Minggu, 2 Februari 2020 | 16:28

Aksi panggung BM Band, asal SMAN 4 Bantaeng, Makasar (Juara 1 Pucuk Cool Jam 2020), Sabtu (1/2/2020). (@TangerangNews / Mohammad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Penampilan Ingwi Randanata, gitaris band Bina Mentari (BM) asal Makasar dan kawan-kawan mampu merebut perhatian Arman Maulana dan Iga Massardi. Band tersebut meraih pucuk mimpinya menjuarai Pucuk Cool Jam 2020 di Yogyakarta, Sabtu (1/2/2020) malam.

Band beraliran rock modern asal SMAN 4 Bantaeng itu digawangi 4 personel, Akbar K (vokalis),  Ingwi Randanata (gitaris), Deny Nereus Marchel Purba (bass), dan Jabal Nurdiansyah (drum).

Ribuan penonton di depan panggung spektakuler Pucuk Cool Jam 2020 "Make The Journey Louder" di lapangan Mandala Krida Yogayakarta menjadi saksi keberhasilan mereka. Bahkan, tetes air mata bahagia pun tak terbendung.

"Kami tidak menyangka bisa menjuarai Pucuk Cool Jam 2020 ini. Ini satu kebanggaan sekaligus tantangan untuk kami ke depannya," ungkap Ingwi Randanata kepada TangerangNews di lokasi.

Aksi panggung BM Band, asal SMAN 4 Bantaeng, Makasar (Juara 1 Pucuk Cool Jam 2020), Sabtu (1/2/2020).

Sebelum beraksi di panggung skala nasional ini, BM band telah membuktikan talenta bermusik di daerah asalnya, Makasar. Beberapa prestasi telah diraih, diantaranya juara 1 festival pelajar Makasar 2017, juara 1 festival tingkat pelajar SMA hari jadi Kota Bantaeng 2017, juara 1 festival pelajar tingkat SMA kota Bantaeng 2019.

Sementara Pucuk Cool Jam 2020 menjadi pengalaman perdana mereka berkompetisi dengan band asal daerah lain. 

Pucuk Cool Jam 2020 memulai rangkaian audisi digital sejak September 2019 untuk wilayah Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Samarinda, Makasar dan Palembang.

Selain kategori musik, event yang digawangi Teh Pucuk Harum ini, sejak 5 tahun yang lalu ini juga memberikan kesempatan kepada talenta muda yang aktif di ekstrakulikuler sekolah. Tak sedikit generasi milenial yang telah ikut serta dan berusaha menuju puncak final.

Di babak final, dewan juri memilih tujuh peserta kategori band dan ekstrakulikuler yang telah lolos di level live audisi di 7 kota tersebut. Mereka kemudian mendapatkan pembekalan berupa workshop kreatif dari SAE Indonesia sebelum beraksi di panggung final.

Hasilnya, ketujuh band dan ekskul tersebut tampil lebih baik. "Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga, karena kami benar-benar mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari para mentor yang tak diragukan lagi kemampuannya," tambah Ingwi.

Aksi panggung BM Band, asal SMAN 4 Bantaeng, Makasar (Juara 1 Pucuk Cool Jam 2020), Sabtu (1/2/2020).

Juara kedua kategori band diraih Mahesa band asal SMAN 2 Bandung, serta juara tiga diraih Chopstik, band asal SMKN 2 Kasihan, Yogyakarta.

Pada ketegori ekskul yang digawangi dewan juri Bisma Karisma dan Ufa Sofura, Salvador, ekskul dance asal SMA Bopkri 1 Yogyakarta meraih juara 1, juara 2 diraih ScareCrow, grup fl_dance_ asal SMAN 1 Samarinda, sementara posisi ketiga diraih Rosevelt, grup dance asal SMAK Kalam Kudus, Malang.

“Saya merasa senang dan surprise meilhat penampilan para finalis ini yang mampu menyajikan sisi musikalitas yang kreatif serta penampilan panggung yang enerjik” ungkap Armand Maulana, juri kategori band.

Iga Massardi menambahkan, sebenarnya ia dan Armand Maulana cukup mengalami kesulitan untuk menentukan mana band yang terbaik karena para finalis mampu menpersembahkan penampilan terbaiknya. 

Pilihan terhadap BM Band, kata Iga, karena sukses menjawab tantangan yang diberikan oleh tim juri berupa aransemen lagu ‘Make The Journey Louder’ yang diciptakan oleh Iga Massardi sehingga mampu menunjukkan karakter dan keunikan bermusik mereka. 

Sementara, Yustina Amelia selaku Brand Manager Teh Pucuk Harum mengatakan, Teh Pucuk Harum sebagai penyelenggara festival musik dan juga kreativitas seni terbesar anak muda Indonesia yang bertajuk Pucuk Cool Jam ini sangat bangga bisa menjadi saksi dari perkembangan dan pejalanan musisi muda Indonesia berbakat dari tahun ke tahun, 

“Kami berharap festival ini bisa menjadi penutup manis dari rangkaian Pucuk Cool Jam 2020 ‘Make The Journey Louder’. Semoga ajang ini bisa konsisten memberikan inspirasi untuk seluruh anak muda Indonesia," pungkasnya.

Selain penampilan para finalis Pucuk Cool Jam 2020, panggung juga digemparkan oleh penampilan sejumlah musisi tanah air, diantaranya FSTVLST dan Endank Soekamti yang luar biasa mengobati rindu para penggemar di Yogyakarta, lalu penampilan Maliq & D’Essentials, Sal Priadi, dan White Shoes & The Couples Company membawakan melodi dan harmoni lagu yang indah serta penutupan yang ciamik dari band asal Yogyakarta yakni Guyon Waton. (RAZ/RAC)

KAB. TANGERANG
Volume Sampah Pasca Lebaran di Kabupaten Tangerang Capai 1.500 Ton, Paling Banyak Sisa Makanan

Volume Sampah Pasca Lebaran di Kabupaten Tangerang Capai 1.500 Ton, Paling Banyak Sisa Makanan

Kamis, 26 Maret 2026 | 18:35

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang menyebut volume sampah di wilayahnya mengalami lonjakan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

BANDARA
H+5 Lebaran, Penumpang Arus Balik di Terminal Bandara Soetta Makin Padat saat Malam Hari

H+5 Lebaran, Penumpang Arus Balik di Terminal Bandara Soetta Makin Padat saat Malam Hari

Kamis, 26 Maret 2026 | 23:43

Arus balik libur Lebaran 2026 di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang masih terjadi pada H+5 atau Kamis 26 Maret 2026 malam.

HIBURAN
Libur Paskah 2026 Kapan? Ini Daftar Tanggal Merah April dan Long Weekend

Libur Paskah 2026 Kapan? Ini Daftar Tanggal Merah April dan Long Weekend

Kamis, 26 Maret 2026 | 14:24

Pemerintah menetapkan peringatan Jumat Agung dan Paskah sebagai libur nasional pada April 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026,

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill