Connect With Us

Ustaz Yusuf Mansur Digugat Rp5 Miliar ke PN Tangerang Kasus Investasi

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 7 Juni 2020 | 12:05

Ustaz Yusuf Mansur (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Ustaz Yusuf Mansur digugat perdata sebesar Rp5 miliar ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang atas dugaan kasus penggelapan dana investasi berkedok patungan usaha dan aset.

Dilansir dari Detikcom, gugatan yang terdaftar dengan nomor211/Pdt.G/2020/PN Tng itu telah masuk sidang perdana di PN Tangerang pada Rabu (3/6/2020), dengan agenda mediasi.

Para penggugatnya mengaku sebagai investor dalam pembangunan Condotel Moya Vidi di Yogyakarta dan Hotel Siri di Kota Tangerang pada 2013-2014.

Mereka diantaranya Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni, dan Isnarijah Purnami.

Asfa Davy Bya, kuasa hukum penggugat mengatakan, Ustaz Yusuf Mansur diduga melakukan wanprestasi atas investasi yang ditawarkannya.

Pasalnya proyek tersebut tak juga kunjung ada, sehingga kilennya dirugikan.

"Karena tidak pernah terjadi apa yang dijanjikan, apa yang ditawaran. Misalnya proyek itu jadi atau tidak," jelasnya, Kamis (4/6/2020) lalu.

Kemudian, dijanjikan juga adanya semacam dana tambahan dari apa yang sudah diinvestasikan dan itu tidak pernah terjadi.

"Tidak ada perjanjiannya. Kalau ada kita gugatnya wanprestasi, ini tidak ada perjanjian," tutur Asfa.

Terkait gugatan tersebut, Ustaz Yusuf Mansur mengaku siap menghadapinya dan berjanji tak akan lari dari masalah.

"Pokoknya intinya saya enggak lari, saya ada, tidak ke mana-mana. Saya aktif di media sosial, saya tetap ada di TV," ujarnya, Minggu (7/6/2020).

Tekait tudingan melakukan wanprestasi, dai kondang itu hanya meminta doa dari masyarakat.

"Kalau nipu gitu, yaudahlah minta didoain kalau memang iya semoga Allah ampunin, gitu aja dah," ujar Yusuf Mansur kepada detikcom.

Kasus itu pun dijadikan Ustaz Yusuf Mansur sebagai sebuah pelajaran hidup. Ia percaya para penggugat hanya ingin dirinya membayar hak-hak mereka. "Insyaallah mudah-mudahan Allah kasih yang terbaik," tuturnya.

Menurut Ustaz Yusuf Mansur gugatan sebesar Rp5 miliar tersebut jumlahnya jauh dibanding dengan investasi yang dibayarakan. Kemungkinan itu dilakukan mereka karena merasa kecewa dan marah.

Namun demikian dia meminta maaf dan Ia berharap masalah ini bisa cepat selesai.

"Kembali saya serahkan kepada hakim dengan izin Allah SWT. Ya, saya Yusuf Mansur manusia hanya bisa minta maaf dan berdoa mudah-mudahan ada kesempatan buat saya memperbaiki diri," paparnya. (RAZ/RAC)

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

TEKNO
Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38

Di tengah tantangan penurunan pendanaan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia yang tercatat merosot hingga 94,8 persen sepanjang rentang 2021–2025, Telkomsel kembali menghadirkan angin segar bagi para pengembang teknologi nasional.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill