Connect With Us

Akademisi UIN: RUU Ciptaker Tingkatkan Investasi Syariah

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 21 Juli 2020 | 11:46

Arief Mufraini, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-RUU Cipta Kerja (Ciptaker) dinilai berpeluang mendorong pertumbuhan investasi syariah. Pasalnya, selain akan menciptakan ekosistem investasi yang lebih baik, RUU ini juga akan lebih menyederhanakan proses perizinan membuka usaha dan mengurus sertifikasi halal.

Bahkan, aturan ini menggratiskan urus sertifikasasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Demikian disampaikan Arief Mufraini, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kepada media di Tangerang Senin (20/7/2020).

“Mengurus sertifikasi halal bagi UMKM dalam RUU Ciptaker disebutkan dibebaskan dari biaya,” katanya.

Tapi menurutnya, kemudahan dalam perizinan dan sertifikasi halal saja tidak cukup untuk menggenjot pertumbuhan investasi syariah.

Arief juga menilai penting peran mengindahkan kualitas produk agar bisa bersaing secara global dan mendorong investor luar negeri teratrik menanamkan modal.

Apalagi, menurut Arief, saat ini UMKM-UMKM dan industri halal Indonesia memiliki peluang bersaing secara global.

Hal itu mengingat Indonesia saat ini termasuk sepuluh negara besar di dunia yang mengembangkan industri halal.

Dalam hal ini, konsumen muslim di luar negeri cukup tinggi permintaan terhadap produk halal, terutama di negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim.

“Produk-produk halal Indonesia bisa menjadi keunggulan kompetitif (competitive advantage) untuk memasuki persaingan perdagangan global. Hal itu mengingat persaingan perdagangan produk-produk halal di dunia tidak seketat produk-produk konvensional,” jelas dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta periode 2015-2018 ini.

Pandangan Arief, mengukuhkan apa yang ia sampaikan dalam diskusi publik online bertema Meneropong Peluang Investasi Syariah dalam RUU Ciptaker yang diselenggarakan lembaga riset Indeks, pekan lalu.

Pembicara lain, M Agung Prabowo, menyampaikan RUU Ciptaker memberikan peluang untuk meningkatkan masuknya arus investasi dari luar negeri  ke Indonesia, termasuk investasi syariah.

“Kalau kita lihat RUU Ciptaker ini ada peluang untuk meningkatkan Foreign Direct Investment (FDI)” ujar dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret, Surakarta ini.

RUU Ciptaker menurutnya akan mengatur proses awal investasi yang mudah. Namun, faktor stabilitas politik dan rule of law (uncertainty) untuk menarik FDI juga penting. Dengan kata lain, perlindungan dan kepastian hukum bagi investor juga harus diperkuat.

Agung membeberkan pertimbangan para investor untuk berinvestasi selain uncertainty, juga karena infrastruktur, kemudahan perizinan (high cost economy), infrastruktur IT (cyber threat) serta tren terbaru adalah environmental, social and government (ESG). ESG ini berkaitan dengan investasi syariah.

“Tahun 2026, ESG akan menjadi pertimbangan penting bagi para investor luar negeri. Menurut riset Schroder Investment, investasi syariah memiliki kesesuaian dengan ESG. Jadi, ESG basisnya keseimbangan antar stakeholder dan investasi syariah basisnya demi kesejahteraan umat,” beber Agung.

Diabmenyimpulkan, Indonesia bisa meningkatkan daya pikat untuk investasi syariah jika memperkuat ESG. Untuk itu, RUU Ciptaker perlu memuat aturan-aturan untuk memperkuat ESG.

Selain itu, Agung juga memberi catatan terkait RUU Ciptaker agar naskah akademiknya perlu diperkuat lagi dan perlu memperhatikan stakeholder lain selain investor, yakni tenaga kerja dan masyarakat.

“RUU Ciptaker memang bertujuan untuk menarik investasi. Tapi jangan lupa bahwa investasi juga bersinggungan dengan stakeholder lain, yakni pekerja dan masyarakat. Keseimbangan harus ditonjolkan dalam RUU ini,” pungkasnya. (RAZ/RAC)

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

KOTA TANGERANG
Rangkul Warga Sekitar, Lapangan Tenis dan Padel Poppies di Ciledug Salurkan Bantuan Sembako

Rangkul Warga Sekitar, Lapangan Tenis dan Padel Poppies di Ciledug Salurkan Bantuan Sembako

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:09

Pengelola Lapangan Tenis dan Padel Poppies menggelar aksi sosial dengan membagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat di sekitar kawasan Jalan Dr. Soetomo, Ciledug, Kota Tangerang.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill