Connect With Us

VIDEO : Buaya Raksasa Ditangkap Warga & Diangkut Buldoser

Redaksi | Senin, 10 Agustus 2020 | 14:30

Viral Buaya Diangkut Pakai Buldoser. Instagram/@ndorobeii. (merdeka.com / merdeka.com)

 

TANGERANGNEWS.com-Peristiwa seekor buaya raksasa berukuran 4,5 meter diarak warga menggunakan buldoser di alur Sungai Kayubesi, Bangka Belitung, ramai setelah direkam dalam video dan disebar di media sosial.

Video berdurasi 19 detik tersebut  viral setelah diunggah oleh akun Instagram @ndorobeii. Dalam video itu, seekor buaya berukuran jumbo tersebut telah mati, lalu diangkut menggunakan buldoser menyusuri jalanan.

Peristiwa ini diketahui terjadi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Desa Kayu Besi pada Senin (3/8/2020), seperti yang dilansir dari Merdeka.

Buaya yang diperkirakan memiliki berat sekitar 500 kilogram ini diketahui mati karena luka jerat dan faktor kelelahan setelah selama dua hari diburu warga.

Predator berbahaya yang diperkirakan sudah berusia di atas 50 tahun ini dikatakan sering mengganggu warga yang tengah memancing dan beraktivitas di alur Sungai Kayubesi.

Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kepulauan Bangka Belitung Septian Garo mengatakan, pihaknya tidak bisa terlibat dalam evakuasi buaya yang sebelumnya sempat ditangkap warga sebelum mati.

Sebab, ada beberapa aturan adat atau kepercayaan setempat yang mengharuskan buaya untuk tidak boleh dievakuasi.

Septian menuturkan, evakuasi tidak jadi dilakukan karena adanya kepercayaan masyarakat akan terjadi musibah bagi warga sekitar apabila buaya tersebut dievakuasi.

Setelah ditangkap, buaya tersebut sempat hidup dan berada dalam tahanan masyarakat. Namun, buaya yang diketahui dalam kondisi tanpa gigi tersebut akhirnya mati pada Selasa (4/8/2020) malam. Warga setempat juga akan menguburkan buaya tersebut menggunakan ritual khusus.

Atas kejadian itu, pihak BKSDA mengimbau masyarakat untuk berhati-hati beraktivitas di lokasi yang terindikasi kuat adalah habitat buaya.

Pihak BKSDA juga berharap jika kedepannya ada kejadian serupa, alangkah baiknya untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan BKSDA. Sehingga bisa diambil langkan antisipasi penyelamatan dan buaya tidak perlu sampai mati.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Buaya Raksasa Besar Banget di Tangerang......Kalau ada seperti ini bagaimana ya? . . Viral, Buaya di Bangka Belitung Mati Diangkut Pakai Buldoser Ukurannya Besar Banget Sebuah video yang memperlihatkan seekor buaya raksasa berukuran 4,5 meter diarak warga menggunakan buldoser viral beredar di media sosial. Buaya tersebut kabarnya ditangkap setelah beberapa kali berusaha menerkam warga yang tengah memancing di alur Sungai Kayubesi, Bangka Belitung. Baya raksasa yang diperkirakan memiliki berat sekitar 500 kilogram ini diangkut menggunakan buldoser menyusuri jalanan. Terlihat pula beberapa warga yang ikut mengikuti buldoser tersebut menggunakan sepeda motor. Kejadian ini diketahui terjadi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Desa Kayu Besi pada Senin (3/8). Predator berbahaya tersebut diperkirakan sudah berusia di atas 50 tahun.

A post shared by TangerangNews (@tangerangnewscom) on

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill