Connect With Us

8 Gejala yang Harus Dicurigai Anda Tertular COVID-19

Redaksi | Senin, 14 September 2020 | 22:02

Ilustrasi COVID-19. (@TangerangNews / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Kasus warga Tangerang tertular virus COVID-19 meningkat lagi dalam dua pekan terakhir. Bahkan, tiga wilayah seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel berstatus zona merah.

Masyarakat pun harus meningkatkan kewaspadaan dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak saat berinteraksi sosial.

Selain itu, perlu diketahui juga gejala saat memang tertular virus yang sedang mengguncang dunia tersebut.

Dilansir dari Kontan.co.id, beberapa gejala orang tertular virus Corona menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), setidaknya adalah demam, batuk, dan sesak napas.

Tapi, setiap orang yang terinfeksi virus Corona tidak selalu menunjukkan demam, batuk, dan sesak napas. Ada gejala lain yang mungkin tidak mereka sadari, ada juga yang tidak menunjukkan gejala.

Berikut delapan gejala yang pasien COVID-19 alami:

1. Demam tinggi

Menurut dr Erlina Burhan SpP(K) MSc PhD dari Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia,  sejak awal wabah virus corona, gejala yang paling umum dan banyak pasien alami, mencapai 98%, ialah demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius.

Meskipun virus tersebut sudah mengalami mutasi, pada sebagian orang rentan perlu mewaspadai diri dan curigalah jika sudah mengalami demam tinggi, bahkan hanya dengan suhu tubuh 37,8 derajat Celsius.

2. Batuk dan pilek

Batuk yang dimaksudkan dalam kategori kemungkinan terinfeksi virus corona adalah batuk yang terlampau sering dalam sejam. Umumnya, batuk kering dan terjadi terus-menerus, secara lebih dari tiga kali 24 jam.

3. Berkurang indera penciuman

Dalam diskusi online bertajuk COVID-19, Tantangan dan Alternatif Solusi Berbasis Bukti, Erlina mengatakan, berkurangnya fungsi indera penciuman bisa menjadi gejala COVID-19.

Dia mencontohkan, jika biasanya bisa mengenali jenis masakan yang sedang dimasak di dapaur dari kejauhan, orang yang terinfeksi COVID-19 mungkin sulit melakukannya.

Contoh lain, bila ada aroma kuat di sekitar, orang lain bisa menciumnya tapi kita tidak, ini bisa jadi tanda ada gangguan fungsi pernapasan.

4. Berkurang indera pengecap

Gangguan fungsi pernapasan tidak hanya terlihat dari berkurangnya indera penciuman. Erlina menyebutkan, indera pengecap pada lidah yang berkurang juga harus masyarakat curigai sebagai ada gangguan fungsi tubuh Anda, yang bisa jadi akibat infeksi virus Corona.

Perhatikan diri sendiri, jika merasa tidak bisa atau berkurang kemampuan memilah rasa makanan yang Anda makan dan tidak hanya sesekali saja, ini patut Anda curigai sebagai infeksi COVID-19.

Berkurangnya indera penciuman dan pengecap ini juga ahli Inggris katakan sebagai gejala potensial yang bisa muncul tanpa ada gejala lainnya.

5. Sesak napas

Sesak napas menjadi salah satu gejala yang serius. Umumnya, pasien COVID-19 dalam kasus yang serius akan mengalami pneumonia, paru-paru penuh dengan nanah dan cairan.

Inilah yang bisa menyebabkan pasien COVID-19 serius akan mengalami sesak napas yang intens dan batuk yang menyakitkan.

6. Sakit tenggorokan

Persoalan sakit tenggorokan umumnya bisa siapa saja rasakan dan kapan saja. Ahli gizi Dr dr Tan Shot Yen MHum menyebutkan, jika Anda mengalami sakit tenggorokan hanya di pagi hari, bisa jadi keluhan itu hanyalah sesaat saja.

Hal itu bisa terjadi, saat selama Anda tidur dan terlalu banyak menghirup udara tanpa disadari juga membuat tenggorokan Anda kering di pagi hari.

Namun, jika mengalami keluhan tenggorokan kering yang terus-menerus selama beberapa hari, Anda juga perlu mewaspadai ini.

7. Mata merah

Kondisi terbaru yang para ilmuwan di China temukan pada pasien COVID-19 adalah conjunctivitis. Yakni, inflamasi atau infeksi yang terdapat pada membran transparan (conjunctiva) di mata.

Ketika conjunctivitis terjadi, pembuluh darah terinflamasi sehingga menimbulkan kondisi mata merah. Dari 38 pasien positif COVID-19, sebanyak 12 pasien mengalami conjunctivitis. Pada dua pasien, virus corona terdeteksi di cairan mata dan hidung.

Dr Liang Liang, ilmuwan dari Departemen Oftalmologi China Three Georges University, Yichang, China, mengatakan, pasien yang memiliki gejala pada mata, virus terdeteksi pada air mata pasien tersebut. Serta, kemungkinan virus corona menyerang area mata pada pasien yang mengidap pneumonia akut.

8. Lelah

Menurut sebuah laporan dalam Journal of American Medical Association, sebanyak 98% pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di rumahsakit mengalami demam. Sebanyak 76%-82%  mengalami batuk kering. Dan, 11%-14% melaporkan lemah dan lelah.

Tapi, saat ini juga banyak pasien positif COVID-19 tanpa memiliki gejala atau asimptomatik. Dugaannya, di luaran masih banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berpotensi menjadi pembawa virus tanpa mereka sadari.

Nah, untuk Anda yang memiliki beberapa keluhan tersebut dan berlangsung dalam beberapa hari, segera laporkan diri ke hotline COVID-19 yang pemerintah sediakan, 119. Atau, menghubungi layanan hotline fasilitas kesehatan terdekat dari tempat tinggal Anda.

Sebaiknya, tidak langsung mendatangi rumah sakit atau fasilitas kesehatan, karena potensi transmisi virus corona di dalam perjalanan masih sangat mungkin terjadi.(RMI/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

KOTA TANGERANG
600 Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang Jalani Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB

600 Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang Jalani Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:53

Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TB) di Lapas Kelas I Tangerang yang berlangsung selama 28-30 Juli 2026, diikuti sebanyak 600 warga binaan.

TANGSEL
Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08

Kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill