Connect With Us

Kemungkinan Ada Efek Samping Vaksin COVID-19, Kemenkes: Jangan Takut

Redaksi | Rabu, 13 Januari 2021 | 13:19

Ilustrasi Vaksin Sinovac. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Vaksinasi COVID-19 di Indonesia akan dimulai pada hari ini. Presiden Joko Widodo pun menjadi orang pertama yang mendapatkan suntikan.

 

Namun masih banyak kekhawatiran dirasakan masyarakat terkait efek samping dari vaksin itu.

 

Terkait hal tersebut, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat tidak perlu takut terhadap efek samping yang mungkin timbul setelah mendapatkan vaksin virus corona.

 

"Yang pasti jangan takut dengan efek samping. Hasil uji klinis di Bandung (efek samping) hanya berupa gatal dan kemerahan, hanya kurang dari 1 persen," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Nadia Tarmizi seperti dilansir daei Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

 

Meski demikian tidak semua masyarakat bisa langsung disuntik  vaksin COVID-19 dari Sinovac karena harus memenuhi kondisi kesehatan yang telah ditetapkan.

"Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat itu, maka tidak bisa mendapatkan suntikan," tambah dr Nadia.

 

Selain itu, penerima vaksin yang sudah disuntik tidak visa langsung meninggalkan lokasi. Tapi harus menunggu selama 30 menit untuk melihat reaksi yang mungkin muncul setelah penerima vaksin.

 

Dalam jumpa pers, Senin (11/1/2021), Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito juga memastikan, berdasarkan hasil uji klinis, vaksin COVID-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi nasional aman.

 

"Secara keseluruhan menunjukkan vaksin CoronaVac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringat hingga sedang," ujar Penny. 

BANTEN
Pemprov Banten Dorong Elektrifikasi KRL Rangkasbitung–Merak, Investasi Capai Rp1,29 Triliun

Pemprov Banten Dorong Elektrifikasi KRL Rangkasbitung–Merak, Investasi Capai Rp1,29 Triliun

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 23:06

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mematangkan rencana percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api relasi Rangkasbitung–Merak.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

KOTA TANGERANG
Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45

Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill