Connect With Us

PNS dan Honorer Mesum Direkam Diam-diam

| Sabtu, 4 Desember 2010 | 07:49

| Dibaca : 233473

Pasangan mesum. (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS-Video mesum amatir semakin marak saja di berabgai daerah. Kali ini, giliran di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Pelakunya bahkan diduga oknum oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Bangkalan. Rekaman yang berdurasi 3:59 menit ini diambil secara diam-diam melalui kamera ponsel.
 
Para pegawai di Bangkalan umumnya mengaku tidak tahu asal rekaman itu. Namun, jika dilihat dari latarnya, rekaman tersebut berlokasi di area rekreasi Mercusuar, Desa Ujung Piring, Bangkalan.
 
Dari video tersebut, tampak jelas wajah-wajah pasangan yang melakukan adegan seks oral itu. Dengan santai, pria yang ditengarai berinisial RD itu duduk di atas jok sepeda motor Honda Beat warna pink. Pria yang sudah beristri tersebut tidak sadar tindakannya direkam melalui kamera ponsel. Sedangkan pasangannya berinisial DL tampak sibuk.

Ketika wartawan SURYA menelisik ke lingkungan Pemkab Bangkalan di Jalan Soekarno Hatta, seorang PNS langsung yakin identitas pelakunya setelah melihat rekaman video tersebut.

“Itu adalah RD, PNS bagian keuangan Sekretariat Pemkab. Yang perempuan itu DL, THL (tenaga honorer lepas) di bagian humas dan protokol,” ungkap PNS yang juga bekerja di bagian humas dan protokol Kabupaten Bangkalan itu.

Terpisah, Wakil Bupati Bangkalan, Moh Syafik Rofii mengaku sudah mengetahui beredarnya video mesum tersebut. Namun, orang nomor dua di Bangkalan ini tampak sangat hati-hati dalam memberikan keterangan terkait tindakan asusila yang mencoreng nama baik Pemkab Bangkalan.

“Dari aspek kepegawaian masih dipelajari dulu. Nantinya akan ada pemanggilan untuk dimintai keterangan. Setelah itu Bupati (Fuad Amin) akan mengutus Sekda, BKD, atau inspektorat untuk mengurus permasalahan ini. Setelah itu, bupati yang akan menentukan langkah,” jelasnya yang mengaku sudah melihat sepintas rekaman tersebut.

Terpisah, KH Imam Buchori Cholil (biasa dipanggil Lora Imam), tokoh masyarakat sekaligus Ketua Dewan Syuro DPC PKNU Bangkalan menyesalkan peredaran video mesum itu. Menurutnya, Madura pada umumnya dan Bangkalan khususnya tercoreng dengan adanya video mesum tesebut.

“Bangkalan terkenal dengan nuansa agamis baik dari sisi kultur dan dari masyarakatnya. Secara moral kita tidak main-main dengan masalah ini,” tegasnya ketika dihubungi SURYA via ponsel.

Dalam pandangannya, masalah ini merupakan ujian atau pertaruhan bagi Pemkab Bangkalan sendiri. “Pemkab apakah akan benar-benar komitmen dalam menindaklanjuti masalah ini,” tuturnya.

Menurutnya, pelakunya harus ditindak secara hukum maupun secara struktural. “Biar ada efek jera bagi mereka. Dan setidaknya bisa menjadi peringatan bagi PNS yang lain,” imbuhnya.(kompas.com)

HIBURAN
Besok, Hari Terakhir Jakarta Fair Kemayoran

Besok, Hari Terakhir Jakarta Fair Kemayoran

Sabtu, 16 Juli 2016 | 18:59

Perhelatan akbar event Jakarta Fair Kemayoran 2016 kini telah memasuki pekan terakhir penyelenggaran. Pameran multi produk terbesar, terlama dan terlengkap di kawasan Asia Tenggara ini pun akan ditutup Minggu, 17 Juli besok.

NASIONAL
10 Kepala Daerah Raih Satya Lencana Koperasi, 2 Diantaranya Tangerang

10 Kepala Daerah Raih Satya Lencana Koperasi, 2 Diantaranya Tangerang

Kamis, 21 Juli 2016 | 18:17

"Penghargaan ini menjadi motivasi untuk lebih giat lagi membangun koperasi di kabupaten tangerang, dan ini juga menjadi tantangan kita untuk lebih meningkatkan kwalitas produk, pemasaran, serta skill bagi pelaku UKM," ujarnya.

WISATA
Sambut Lebaran, Jakarta Fair Gelar 'Crazy Sale'

Sambut Lebaran, Jakarta Fair Gelar 'Crazy Sale'

Selasa, 21 Juni 2016 | 15:33

TANGERANGNews.com - Menyambut hari raya Lebaran, banyak kebutuhan yang harus dipersiapkan. Jakarta Fair Kemayoran 2016 bisa menjadi salah satu tempat untuk berbelanja kebutuhan hari raya dengan berbagai diskon serta harga yang murah.

TEKNO
 Apa Salah Pokemon Go Hingga Akan Diblokir?

Apa Salah Pokemon Go Hingga Akan Diblokir?

Senin, 18 Juli 2016 | 13:00

Jika pertanyaan itu disampaikan kepada pengamat keamanan cyber, Pratama Persadha, jawabannya adalah tidak. Karena menurutnya, tidak ada hal yang membuat Pokemon Go harus diblokir. Baik di UU ITE maupun Peraturan Menteri. Jadi tidak ada regulasi yang dilan

"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir."

W.A. Nance