Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com- Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang wanita pengemudi mobil marah-marah di Jalan Raya Ciomas Kreteg, Kelurahan Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam video yang diunggah @terang_media, tampak wanita yang mengenakan jaket denim dan berambut pirang itu tidak terima usai mobil miliknya tidak sengaja disenggol gerobak pedagang kaki lima (PKL).
Wanita tersebut pun sontak marah-marah dan menuntut ganti rugi terhadap pedagang tersebut. Pertikaian itu pun disaksikan warga sekitar dan pengendara lain yang melintas.
Saat hendak dilerai oleh salah seorang warga, wanita itu justru marah dan tidak terima sembari menyerang warga tersebut.
Bahkan, wanita itu mengancam akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
"Gue laporin lu, gue laporin kantor polisi," ucap wanita itu seperti dikutip, Kamis 16 Maret 2023.
Suasana pun makin riuh ditambah dengan suara klakson para pengendara yang melintas.
Menurut perekam video, wanita tersebut bahkan sampai memecahkan mangkuk milik si pedagang.
"Tabok aja kasih paham kalo gak mau lecet parkir aja digarasi, kalo mau kmn2 jalan kaki. Namanya musibah gak ada yg mau tp ini sudah jd resiko dijalan," tulis warganet.
"Itulah pentingnya punya kecerdasan emosional," tulis warganet.
"Kalau mobilnya gak kepingin lecet, di plastikin aja di taruh di rumah, pasti aman, kalau di jalan wajar lah bila kesenggol dikit," tulis warganet.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGPemerintah resmi menetapkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang akan digunakan pada seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan tahun 2026.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan evaluasi terhadap penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif di TPA Rawa Kucing yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
Sebanyak 75 anak usia dini dari keluarga berpenghasilan rendah di kawasan BSD City dan sekitarnya resmi dinyatakan lulus dari program Pembinaan Anak Usia Dini dan Parenting (PASP) Do & Learn Angkatan XII.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews