Connect With Us

6 Mitos Ini Dipercaya Dapat Membatalkan Puasa, Cek Faktanya

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 24 Maret 2023 | 14:53

Ilustrasi kentut di dalam air (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Memasuki bulan Ramadan erat kaitannya dengan mitos-mitos yang membatalkan puasa.

Mitos-mitos tersebut telah lama beredar dan menjadi kepercayaan masyarakat. Bahkan, tidak jarang yang mengira hal itu benar-benar sesuai hukum Islam.

Padahal, tidak seluruhnya dari mitos-mitos tersebut benar, melainkan hanya anggapan masyarakat belaka.

Lalu, apa saja mitos-mitos yang membatalkan puasa? Berikut TangerangNews rangkum lengkap dengan penjelasannya.

1. Kentut di Dalam Air

Kentut di dalam air adalah mitos paling populer saat bulan Ramadan karena digadang-gadang dapat membatalkan puasa.

Faktanya, kentut di dalam air tidak membatalkan puasa. Sebab, menurut penjelasan dari pendakwah Ustaz Joni Fauzan, kentut bukanlah kegiatan memasukkan sesuatu ke dalam lubang yang ada pada tubuh.

Sehingga, hal itu tidak termasuk dalam hal yang membatalkan puasa. Diduga kepercayaan tersebut datang karena ditakutkan ada air yang ikut masuk ke dalam lubang dubur ketika sedang kentut di dalam air.

2. Disuntik 

Banyak anggapan yang beredar bahwa disuntik dapat membatalkan puasa. Akibatnya, masyarakat menjadi takut untuk berobat karena takut membatalkan puasanya.

Menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat, disuntik dalam hal ini ialah memasukkan obat melalui kulit tidaklah membatalkan puasa, begitupun suntik untuk donor darah tidak membatalkan puasa.

Bahkan, dapat mendatangkan pahala jika hal itu bernilai manfaat. Disuntik menjadi batal puasa hanya apabila memasukkan sari-sari makanan atau asupan energi lewat suntikan tersebut.

3. Membersihkan Kotoran Hidung (Ngupil)

Mitos lain yang banyak dipercaya masyarakat dapat membatalkan puasa adalah membersihkan kotoran hidung atau ngupil.

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan, persepsi itu datang dari penalaran terhadap salah satu hal yang membatalkan puasa adalah memasukkan sesuatu ke dalam lima lubang dalam tubuh.

Faktanya, yang dimaksud membatalkan puasaa adalah apabila memasukkan sesuatu ke dalam hidung terlalu dalam hingga mencapai rongga atas.

Jadi, membersihkan lubang hidung tidak membatalkan puasa, pun berlaku jika meneteskan obat tetes ke mata.

4. Membersihkan Kotoran Telinga (Korek Kuping)

Senada dengan poin sebelumnya, membersihkan kotoran telinga pun seringkali dianggap sebagai hal yang membatalkan puasa.

Pendakwah kondang Habib Ahmad AlHabsyi mengatakan, membersihkan telinga baik menggunakan jari ataupun alat bantu cotton bud tidak membatalkan puasa.

Menurut Ahmad, akan menjadi membatalkan puasa apabila melakukan kegiatan tersebut sambil memakan sesuatu.

5. Menangis

Banyak rumor yang menyebutkan menangis adalah salah satu perkara yang dapat menyebabkan puasa menjadi batal.

Menanggapi hal tersebut, Ustaz Abdul Somad secara tegas menyatakan menangis sama sekali tidak membatalkan puasa. Sebab, tidak ada dalil yang menyebutkan demikian.

6. Menelan Ludah

Menelan ludah juga menjadi salah satu hal yang banyak ditanyakan, karena ditakutkan dapat membatalkan puasa.

Pendakwah kelas dunia Zakir Naik mengatakan, menelan ludah adalah perilaku alamiah manusia yang tidak dapat dihindarkan. Menurut penelitian, setiap harinya kalenjar ludah pada tubuh manusia memproduksi sekitar tujuh liter air liur.

Zakir Naik memaparkan, hal tersebut tidak dapat dihindari karena tidak mungkin membuang ludah seharian penuh, sehingga menelan ludah sendiri tidak membatalkan puasa. 

 

Demikian informasi mengenai mitos-mitos yang dipercaya dapat membatalkan puasa beserta penjelasan menurut para ulama. Semoga bermanfaat!

WISATA
Long Weekend, Polisi Berlakukan Ganjil Genap di Jalur Puncak 15–18 Januari 2026 

Long Weekend, Polisi Berlakukan Ganjil Genap di Jalur Puncak 15–18 Januari 2026 

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:15

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjil genap di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, selama akhir pekan panjang, terhitung Kamis hingga Minggu, 15–18 Januari 2026.

KOTA TANGERANG
Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:16

Polres Metro Tangerang Kota mengungkap fakta bahwa konsumsi obat-obatan keras jenis Tramadol dan Hexymer kerap dijadikan dorongan nyali bagi para remaja di Tangerang untuk tawuran.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill