Connect With Us

Kanker Bisa Dicegah dan Caranya Mudah

Jurnalis Warga | Jumat, 5 Februari 2016 | 15:17

Ilustrasi Pasien dan Dokter (Shutterstock.com / Robert Kneschke)

Oleh : Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB

 

Tanggal 4 Februari 2016 merupakan hari kanker sedunia. Pada tanggal ini kita memang diingatkan bahwa salah satu penyakit yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi ditengah masyarakat adalah penyakit kanker.

Selain penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama. Saat ini memang BPJS menanggung pembiayaan untuk pengobatan kanker dan pengobatan kanker merupakan salah satu pembiayaan terbesar yang menghabiskan dana BPJS. Bahkan untuk iklan di televisi BPJS menghadirkan salah satu survivor kanker yang kebetulan seorang artis.

Kasus kanker yang saya temukan setiap waktu mengingatkan saya untuk selalu mengingatkan masyarakat bahwa penyakit ini bisa dicegah dan semakin dini diobati kualitas hidup penderita bisa lebih baik.

Pada satu waktu di hari tindakan, saya mendapatkan seseorang pasien seorang laki-laki berumur 30-an, datang dengan susah buang air besar yang makin parah  dalam 2 bulan terakhir, mengalami penurunan berat badan dan terakhir mengalami perdarahan usus ternyata hasil endoskopi ditemukan tumor di rektum yang mencurigai keganasan.

Ternyata setelah saya wawancara lebih lanjut pasien tersebut tidak suka makan sayur dan buah sejak kecil dan senang mengonsumsi daging merah seperti kambing dan sapi. Pada hari yang sama saya melakukan endoskopi pada pasien seorang laki-laki berumur belasan tahun yang mengalami susah air besar kronis (konstipasi kronis) dan kebetulan usus besarnya masih normal tapi sudah ditemukan adanya ambeien.

Sekali lagi pasien muda ini juga tidak suka sayur. Mudah-mudahan setelah peneropongan pasien ini segera merubah dietnya untuk meningkatkan konsumsi serat. Tentu saya tidak berharap terjadi sesuatu pada pasien mudah ini setelah 15 tahun mendatang jika tetap tidak mau makan buah dan sayur-sayuran.

Kanker usus besar sendiri memang dihubungkan dengan rendahnya konsumsi serat dan tingginya konsumsi daging. Sehingga sebenarnya penyakit ini bisa dicegah. Salah satu artikel yang mempublikasi seputar peran serat muncul pada JAMA Internal Medicine salah satu jurnal ternama dari Amerika pada awal Maret 2015.

Artikel ini juga pernah saya sampaikan pada tulisan saya terdahulu. Penelitian  tersebut merupakan bagian dari penelitian The Adventist Health Study 2 (AHS-2), suatu penelitian besar dilakukan pada penduduk Amerika yang dilakukan secara kohort atau populasi diikuti untuk waktu tertentu. Penelitian ini melibatkan hampir 80.000 orang dewasa. 

Selanjutnya, pada  populasi tersebut  dilakukan follow up selama 7 tahun. Dalam perjalanan 7 tahun tersebut ternyata para peneliti mencatat dari 80.000 kasus tersebut terjadi 490 kasus dengan kanker kolorektal artinya ditemukan 8-9 kasus kanker kolorektal/tahun dari 10.000 penduduk.

Evaluasi lebih lanjut dari kelompok diet vegetarian tersebut ternyata penurunan jumlah kasus kanker usus besar yang paling signifikan pada kelompok populasi yang tidak mengonsumsi daging merah tapi masih mengonsumsi daging putih (ikan atau ayam).

Hal ini membuktikan bahwa diet tinggi serat dapat mencegah terjadinya kanker kolorektal terutama pada kelompok yang tidak mengosumsi daging merah tapi masih mengosumsi daging putih seperti ikan atau ayam.

Jika memang tidak memungkinkan untuk tidak mengkonsumsi daging, yang penting adalah tetap mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran sepanjang hari dengan mengikuti anjuran 5 servings konsumsi sayur dan buah.

 

 

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KOTA TANGERANG
Hadapi Persaingan Sarjana Era AI, Rektor UMT Dorong 3 Ribu Wisudawan Tingkatkan Kompetensi Digital

Hadapi Persaingan Sarjana Era AI, Rektor UMT Dorong 3 Ribu Wisudawan Tingkatkan Kompetensi Digital

Selasa, 29 September 2026 | 15:37

Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menggelar prosesi wisuda bagi 3.038 lulusan yang berasal dari delapan fakultas di ICE BSD City, Selasa 29 September 2026.

SPORT
Malaysia Tahan Imbang Indonesia, Thom Haye Diganjar Kartu Merah

Malaysia Tahan Imbang Indonesia, Thom Haye Diganjar Kartu Merah

Selasa, 29 September 2026 | 10:15

Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan saat menghadapi Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 28 September 2026, malam WIB.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill