Connect With Us

Cacatnya Tunas Bangsa

Jurnalis Warga | Sabtu, 5 Maret 2016 | 21:17

Ilustrasi Tunas Bangsa (Dira Derby / TangerangNews.com)

 

Pendidikan merupakan aktivitas yang sangat penting bagi anak-anak bangsa, untuk menpersiapkan kehidupannya di masa mendatang, selain itu pendidikan juga sebagai lahan untuk mencerdaskan dan sarana sumber ilmu pengetahuan bagi generasi bangsa, denagan sentuhan-sentuhan tangan kreatif sang guru, sehingga menjadikan manusia yang cerdas dan berbudi pekerti luhur, sehingga tidak mudah untuk di perbudak oleh perkembangan zaman.

 

Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala bidang, sehingga kita sebagai manusia yang berpendidikan mampu melawan arus globalisasi yang keras pada dasa warsa ini.

 

Sekolah merupakan wadah pendidikan bagi anak-anak bangsa, dalam memberikan pengetahuan intelektual dan nilai-civic education, agar menjadi insan akademis dan berakhlak, serta menjungjung tinggi nama bangsa, sehingga dengan pemikiran yang intelektual itu dapat membedakan suatu hal yang benar dan suatu hal yang buruk.

 

Perkembangan globalisasi yang kian hari bertambah pesat dan canggih, itu dapat memberikan dampak positiv dan negatif bagi tunas bangsa. Dampak positif dalam perkembangan zaman ini, yaitu mendapatkan informasi dan pengetahuan secara instan dan otomatis, sedangkan dampak negatif perkembangan zaman ini banyak yang menyalahgunakan pengetahuan oleh pelajar masa dini, sehingga mencetak generasi  berpengetahuan tinggi akan tetapi mempunyai moral yang rendah, dan timbulah kalimat"generasi yang bobrok moralnya".

 

Begitupun yang di rasakan oleh pelajar kita saat ini, yang termakan oleh perkembangan zaman sehingga menimbulkan dampak negative globalisasi, misalnya: maraknya penggunaan narkotika dikalangan pelajar, tawuran antar pelajar, dan sex bebas. Inilah akibat pengawasan dan bimbingan yang kurang terhadap anak-anak bangsa saat ini.

 

Hal ini seperti kurang ada tanggapan dari pemerintah maupun yang lainnya sehingga menjadi ajang kegiatan yang lumrah, sehingga pelajar masa kini malah merasa senang atau sudah biasa dengan  moralnya yang telah bobrok itu, apalagi lewat adanya internet yang lebih memudahkan pelajar untuk  menonton berita atau video yang tidak senonoh, dan game online melalui teknologi tersebut dapat membentuk pelajar, berkarakter dan bermoral rendah.

 

Dalam hal ini sekolah dan pengajar  mempunyai tanggung jawab yang besar, untuk memberikan pendidikan moral usia dini, serta pengarahan dan pengawasan secara intensif disekolah maupun diluar jam  sekolah, amsehingga murid semakin sulit untuk mencari celah dalam hal yang negative.

 

Bukan hanya dari dua elemen tersebut saja, namun dari orangtua pun sangat besar pengaruhnya bagi pelajar. Sebagai pemerintah juga hendaknya kembali memperketat dalam pendidikan dan kegiatan supaya celah pelajar semakin sulit untuk melakukan tindakan yang tidak wajar.

Penulis :

Romi Romansyah

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-Prodi Sejarah Kebudayaan Islam-sekaligus kader di Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta

 

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

KAB. TANGERANG
Usut Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP, Pemkab Tangerang Bentuk Tim Investigasi

Usut Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP, Pemkab Tangerang Bentuk Tim Investigasi

Kamis, 24 September 2026 | 21:33

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi membentuk tim investigasi khusus guna mengusut dugaan kasus tindakan asusila yang menyeret Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna terhadap bawahannya

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill