Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANG-Bekerja untuk mencari nafkah demi diri sendiri atau untuk keluarga memang sudah menjadi kewajiban setiap orang. Sayangnya, seseorang sering kali lupa bahwa ia terlalu banyak bekerja dan akhirnya membuat kehidupan pribadinya terlupakan.
Padahal sesungguhnya, kehidupan pribadi dengan pekerjaan sepatutnya seimbang. Agar tak semakin memburuk, kenali perubahan diri karena terlalu banyak bekerja sesuai ulasan berikut.
Sulit berbicara
Ketika Anda berbicara dalam sebuah rapat dan kedapatan tak dapat melengkapi kalimat yang dibicarakan atau kata-kata yang keluar dari mulut tak lagi sinkron, itu berarti sudah banyak sekali pekerjaan yang Anda kerjakan. Karena pikiran dipenuhi banyak hal yang berbeda-beda secara bersamaan sehingga membuat diri tak fokus.
Tak punya waktu pribadi
Setiap orang memiliki privasi dan waktu untuk sendiri. Namun, bila waktu-waktu berharga tersebut telah tiada dan digantikan untuk mengerjakan setumpuk pekerjaan dari kantor berarti Anda sudah sangat berlebihan dalam bekerja. Gunakan waktu dengan efektif demi kesehatan diri sendiri.
Tak pernah melihat keluarga
‘Pergi pagi pulang pagi’ jangan sampai Anda melakukan ini. Atau membiarkan anak terbangun di tengah malam hanya untuk melihat ayahnya atau ibunya karena sudah tak tahan menahan rindu lantaran jarang sekali bertemu. Sesibuk apa pun pekerjaan usahakan sedikit saja waktu dengan keluarga. Terlalu banyak bekerja juga tak baik untuk keluarga Anda.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews