Connect With Us

Hardworker Bisa Alami 3 Hal Ini

FER | Kamis, 12 Mei 2016 | 11:03

Ilustrasi Hardworker (detik/google / TangerangNews)

TANGERANG-Bekerja untuk mencari nafkah demi diri sendiri atau untuk keluarga memang sudah menjadi kewajiban setiap orang. Sayangnya, seseorang sering kali lupa bahwa ia terlalu banyak bekerja dan akhirnya membuat kehidupan pribadinya terlupakan.

Padahal sesungguhnya, kehidupan pribadi dengan pekerjaan sepatutnya seimbang. Agar tak semakin memburuk, kenali perubahan diri karena terlalu banyak bekerja sesuai ulasan berikut.

Sulit berbicara

Ketika Anda berbicara dalam sebuah rapat dan kedapatan tak dapat melengkapi kalimat yang dibicarakan atau kata-kata yang keluar dari mulut tak lagi sinkron, itu berarti sudah banyak sekali pekerjaan yang Anda kerjakan. Karena pikiran dipenuhi banyak hal yang berbeda-beda secara bersamaan sehingga membuat diri tak fokus.

Tak punya waktu pribadi

Setiap orang memiliki privasi dan waktu untuk sendiri. Namun, bila waktu-waktu berharga tersebut telah tiada dan digantikan untuk mengerjakan setumpuk pekerjaan dari kantor berarti Anda sudah sangat berlebihan dalam bekerja. Gunakan waktu dengan efektif demi kesehatan diri sendiri.

Tak pernah melihat keluarga

‘Pergi pagi pulang pagi’ jangan sampai Anda melakukan ini. Atau membiarkan anak terbangun di tengah malam hanya untuk melihat ayahnya atau ibunya karena sudah tak tahan menahan rindu lantaran jarang sekali bertemu. Sesibuk apa pun pekerjaan usahakan sedikit saja waktu dengan keluarga. Terlalu banyak bekerja juga tak baik untuk keluarga Anda.

 

 

BANTEN
Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Rabu, 23 September 2026 | 19:21

Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

BANDARA
Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Rabu, 23 September 2026 | 19:57

Jenazah Surakman, 60, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Kamis 24 September 2026.

KOTA TANGERANG
Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Rabu, 23 September 2026 | 19:38

Indonesia kini memasuki fase baru dalam transisi energi yang didorong oleh pesatnya ekspansi energi terbarukan serta peningkatan permintaan listrik dari sektor industrialisasi, elektrifikasi, dan perkembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill