Connect With Us

Berkurangnya Gejala Asam Lambung Selama Puasa Ramadan

Jurnalis Warga | Jumat, 1 Juli 2016 | 14:28

Hidup sehat (Ilustrasi / Shutterstock)

Penulis : Dr. Ari F Syam

 

Dalam praktek sehari-hari bahkan pada minggu pertama pasien sudah melaporkan bahwa keluhan maagnya membaik saat berpuasa.

Beberapa alasan kenapa pasien dengan sakit maag akan membaik jika berpuasa Ramadan antara lain karena makannya menjadi teratur pada saat sahur dan berbuka, mengurangi camilan yang tidak sehat yang bisa saja dikonsumsi pada siang hari, serta mengurangi konsumsi rokok dan pengendalian diri.

Secara teori mustinya pasien dengan GERD (penyakit asam lambung) juga akan membaik keluhannya saat berpuasa Ramadhan. Hal ini yang menjadi tujuan kenapa pasien GERD yang berobat di Poli Gastroenterologi RSCM diteliti pengaruh gejala penyakit GERDnya selama puasa Ramadan.

Hasil penelitian ini baru saja dilaporkan oleh peserta pendidikan dokter spesialis penyakit FKUI-RSCM dengan judul penelitian “Pengaruh puasa Ramadhan terhadap gejala klinis pasien penyakit GERD”.

Penelitian ini sendiri dilakukan pada bulan Ramadan tahun lalu dengan peneliti Dr. Radhiyatam Mardhiyah dimana kebetulan saya menjadi salah satu pembimbing dalam penelitian Dr. Radhiyatam tersebut.

Penelitian ini melibatkan 130 orang pasien GERD yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok pasien dengan GERD yang berpuasa Ramadan dan kelompok GERD tidak berpuasa Ramadan.

Mayoritas subjek penelitian adalah laki-laki dan median usia di kedua kelompok adalah 53 tahun. Kami memang tidak melibatkan pasien wanita yang masih produktif (masih mengalami menstruasi).

Pasien yang menjadi subjek ini telah dilakukan endoskopi saluran cerna dan sebagian besar memang pasien dengan NERD yaitu  suatu keadaan penyakit GERD yang tidak ditemukan luka pada klep antara kerongkongan dan lambung.

Pada pasien yang menjadi subjek penelitian ini dilakukan pemeriksaan pada minggu ke-4 Ramadhan dan dibandingkan tiga bulan setelah Ramadan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pada kelompok pasien yang berpuasa Ramadhan terdapat perubahan nilai GERD-Q (suatu parameter untuk menilai ringan buruknya GERD).

Jumlah pasien yang mengalami perubahan sebanyak 55 pasien atau mencapai 85%. Bahkan pada 23 % perubahan GERD yang terjadi dengan rentang yang cukup besar. Beberapa analisa lebih lanjut ternyata jumlah asupan rokok pasien selama berpuasa Ramadhan berkurang dibandingkan saat tidak berpuasa.

Pengaruh selisih waktu antara makan terakhir dengan tidur tidak ditemukan pada kedua kelompok baik pada penderita GERD saat berpuasa dan saat tidak berpuasa.

Begitu pula tidak ada perbedaan antara selisih waktu antara makan terakhir dengan tidur pada kelompok puasa dan tidak puasa. Perbedaan  perbaikan gejala klinis GERD ini lebih meyakinkan bahwa pasien dengan GERD tetap diperbolehkan untuk tetap berpuasa karena puasa Ramadhan akan memperbaiki gejala GERDnya.

Pada akhirnya penelitian ini berkesimpulan bahwa pasien GERD  yang menjalani puasa Ramadhan keluhan GERD dirasakan lebih ringan saat berpuasa dibandingkan pada saat di luar puasa.

Pasien GERD ini juga ternyata merasakan keluhan lebih ringan dibandingkan pasien GERD yang tidak berpuasa. Ramadhan kali ini penelitian akan berlanjut dengan melihat seberapa besar peran makanan dan faktor stres pasien GERD yang menjalani ibadah puasa Ramadan dalam memperbaiki keluhan penyakit GERD.

Akhirnya hasil penelitian ini menjadi angin segar buat penderita GERD untuk tidak ragu-ragu lagi menjalankan ibadah puasa Ramadan.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

TANGSEL
 339.200 Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Tangsel Terdampak Kekeringan

339.200 Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Tangsel Terdampak Kekeringan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:30

Sepanjang 8 Juli hingga 11 Agustus 2026, sebanyak 339.200 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

NASIONAL
Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis

Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis

Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57

Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill