Connect With Us

Tips Membawa Uang yang Aman Saat Mudik

Bambang Surambang | Senin, 4 Juli 2016 | 19:43

Ilustrasi hemat (Shutterstock / TangerangNews.com)

TANGERANGNews.com – Mudik yang aman dan nyaman adalah dambaan semua orang. Untuk memperlancar agenda mudik Anda, cara membawa uang juga perlu Anda perhatikan.

Apalagi, sesuatu yang tidak diduga bisa terjadi kapan saja. Kecurian, dompet terjatuh, dan hal yang tidak diinginkan lainnya bisa menimpa Anda. Untuk mengantisipasinya, perhatikan hal-hal berikut.

1. Bawa uang tunai secukupnya

Tak semua daerah punya fasilitas ATM. Namun, bukan berati Anda harus membawa uang berlebihan saat mudik ke daerah yang tak terjangkau ATM. Tetap bawalah uang secukupnya saja.

2. Simpan uang di beberapa tempat

Pastikan Anda menyimpan uang di beberapa tempat, sehingga jika Anda kehilangan salah satunya Anda masih punya cadangan uang lain. Agar aman, simpan di beberapa tempat selain di dompet, seperti kantong celana, kantong tertutup di jaket, kantong di dalam tas, dan tempat-tempat lainnya.

3. Simpan di anggota keluarga lainnya

Jika Anda mudik dengan anggota keluarga lain, Anda bisa membagi-bagi kebutuhan perjalanan yang telah dikumpulkan kepada anggota keluarga lainnya.

Misalnya, jika Anda memegang semua kebutuhan transportasi, Anda bisa membagi uang untuk hotel dan makan ke anggota yang lain.

Baca selengkapnya di sini.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill