Connect With Us

Fl Technics Buka Hangar di Bandara Soekarno-Hatta

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 1 Desember 2016 | 19:00

| Dibaca : 3794

FL Technics, penyedia layanan pemeliharaan dan perbaikan (MRO) untuk maskapai penerbangan membuka hangar di Bandara Internasional Soekarno Hatta. (@TangerangNews.com 2016 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNews.com-FL Technics, penyedia layanan pemeliharaan dan perbaikan (MRO) untuk maskapai penerbangan membuka hangar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Perusahaan asal eropa ini melalui perusahaan cabangnya, PT Avia Technics Dirgantara, melaunching hangar seluas 9000 meter persegi yang merupakan hangar pertama mereka di Indonesia sebagai layanan berbasis one-stop-shop.

 

 

CEO FL Technics Zilvinas Lapinskas mengatakan, alasan pihaknya memilih Indonesia untuk menyediakan layanan MRO karena memiliki pasar yang besar. Dalam waktu dekat saja, pihakny akan teken kontrak dengan 10 maskapai penerbangan local di Indonesia, diantaranya seperti Lion Air, Sriwijaya Air, Batik Air, Kalstar Aviation, Airfast Indonesia, K-Mile Air dan lain-lain.

 

 

“Pada 2015, kami menyewa hanggar MRO di Bandara Soekarno Hatta, lalu memasuki 2016 kami berinvestasi lebih jauh dengan memasukkan unsur standar Eropa sekaligus membentuk tim spesialis MRO. Kini, dengan bangga saya dapat menyatakan FL Technics hadir secara penuh di Asia, dan kami akan terus berada disini,” ungkapnya, di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (1/12/2016).

 

 

Martynas Grigalavicius, Kepala MRO Centre Indonesia FL Technics mengatakan, fasilitas FL Technics yang berada di Indonesia akan memulai layanan Line Maintenance bagi semua maskapai yang beroperasi menuju atau dari Bandara Soekarno-Hatta. Dengan layanan berbasis one-stop-shop, pihaknya tidak hanya melakukan perawatan tapi juga penyediaan suku cadang dan komponen. Artinya, maskapai tinggal masuk ke hangar dan semua layanan telah disediakan.

 

 

“Saat ini kami memiliki tim kuat sebanyak 40 spesialis perawatan dan staf lainnya yang didatangkan dari Eropa dan juga berasal dari Indonesia. Kami berencana untuk memperbesar tim sebanyak 250 orang di tahun 2017 ketika basis operasi perawatan akan mulai diresmikan,” katanya.

 

Head of Division HR FL Technics Suteja Darmawan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan teknisi, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah sekolah tinggi dan universitas bidang penerbangan di Indonesia. Mereka yang bergabung pun terlebih dahulu ditraining sesuai standart penerbangan eropa. “Mereka yang direkrut ini orang-orang berkualitas dan dipastikan memiliki lisensi, lalu kita training lagi supaya menjadi profresional,” ujarnya.

TOKOH
Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Minggu, 13 Mei 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Budi Sabarudin, salah satu jurnalis Tangerang selain berprofesi sebagai pewarta juga dikenal sebagai pendongeng. Bahkan kiprah pria yang akrab disapa Budi Euy ini telah merambah hingga ke Lampung Selatan.

HIBURAN
Menikmati Rame-Rame Jajan Kuliner Nostalgia dengan Suasana Jadoel di Tangcity Mall

Menikmati Rame-Rame Jajan Kuliner Nostalgia dengan Suasana Jadoel di Tangcity Mall

Minggu, 19 Agustus 2018 | 13:38

TANGERANGNEWS.com-Tangcity Mall kembali menggelar event kuliner tahunan Rame-Rame Jajan Kuliner (RJK) lewat Opening

PROPERTI
Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Senin, 19 Februari 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Menghadapi libur Imlek 2018, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) siap memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna jalan. Baik peningkatan pelayanan transaksi, maupun kondisi jalan hingga pelayanan keamanan.

TANGSEL
Rekonstruksi Tewasnya Pelajar Saat Tawuran di Tangsel, Pelaku Peragakan 14 Adegan

Rekonstruksi Tewasnya Pelajar Saat Tawuran di Tangsel, Pelaku Peragakan 14 Adegan

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Satuan Reserse Kriminal Polres Tangsel menggelar rekonstruksi kejadian tawuran pelajar yang menyebabkan satu orang tewas akibat senjata tajam. Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP) dengan 14 adegan

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie