Connect With Us

Sekolah Sunat Dana Subsidi Guru Non PNS

| Kamis, 18 Februari 2010 | 19:05

| Dibaca : 336537

sekolah balaraja (tangerangnews / istimewa)


TANGERANGNEWS-Para Guru yang belum PNS bisa sedikit bernafas lega, karena pemerintah menggulirkan dana tunjangan fungsional bagi guru Non PNS yang cair setahun sekali. Untuk menghindari penyimpangan dan memotong birokrasi yang ada, dana ini disalurkan melalui Bank BTN atas nama Pribadi Guru yang mendapatkan subsidi tersebut.
 
Dana bantuan tersebut bisa juga diambil melalui Kantor POS terdekat, dengan melampirkan Foto Kopi KTP Guru yang mendapat Dana Tunjangan Fungsional. Tetapi tidak selayaknya peraturan sebuah Bank, di kantor POS dana tersebut bisa diambil oleh orang lain, asalkan ada fotokopi KTP si pemilik Rekening. Atau dengan kata lain, sekolah mengolektif pengambilan dana tunjangan fungsional bagi guru yang mendapat bantuan tersebut.
 
Yang disayangkan, setelah pengambilan kolektif tersebut, sekolah malah mengambil inisiatif pemotongan tanpa seizin dan sepengetahuan dari yang punya rekening.
Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai 1 juta, bahkan lebih. Kasus ini terjadi di sebuah Yayasan milik Kepala Dinas Pembangunan dan Pemukiman (Bangkim) Kabupaten Tangerang  Miftahul Ilmi yakni: SMP, SMA & SMK Tunas Harapan Balaraja. 
 
Sejumlah guru honorer yang bertugas pada SMK, SMP dan SMA Tunas Harapan Balaraja Tangerang, Banten, mengeluh karena Dana Subsidi Tunj. Fungsional Guru Non PNS yang seharusnya diterima utuh, saat ini disunat oleh Sekolah mencapai lebih dari 50%. Nilai bantuan yang mestinya diterima Rp. 2.280.000 per orang (setelah PPh), tetapi hanya diterima Rp. 1.200.000 per orang, bahkan di SMP hanya Rp. 1.050.000,. 
 
"Kami hanya menerima dana Tunj. Fungsional sebesar Rp.1.200.000, seharusnya Rp.2.280.000 dan kuat dugaan bahwa telah disunat oknum Kepala Sekolah," kata seorang guru yang enggan disebut namanya. 
 
Dia mengatakan, pemotongan tersebut sangat tidak masuk akal. Dana stimulan harusnya diterima utuh oleh para guru non PNS, Jangan ada potongan, kalaupun ada pemotongan mestinya jangan mencapai 50%. Bahkan banyak guru yang sudah berhenti tetapi tetap saja dapat dicairkan oleh sekolah.
 
Seperti di SMK Tunas Harapan dari 13 Guru yang mendapat subsidi, 6 diantaranya sudah tidak aktif lagi alias sudah berenti. Sebut saja DN (eks. Kaur TU), AS (Eks. TU), DM (Eks. Guru TKJ), MH (Eks. Guru TKJ), AR (Eks. Guru Otomotif) dan EH. Bahkan ketika DM dikonfirmasi red. Dia tidak tahu kalau dirinya mendapat bantuan Tunj. Fungsional. Begitu juga di SMP Tunas Harapan, 3 dari 9 telah berhenti. Seharusnya dana guru yang sudah berhenti dikembalikan. 
 
 
 
Nama dan Alamat penulis ada pada redaksi 
TANGSEL
Sedang Tunggu Korban Lewat, 4 Begal Diciduk Polsek Serpong

Sedang Tunggu Korban Lewat, 4 Begal Diciduk Polsek Serpong

Rabu, 10 Februari 2016 | 15:22

TANGERANG SELATAN-Petugas Polsek Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil menciduk empat orang tersangka begal di Jalan Raya Lengkong, Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Rabu (10/2/2016) dini hari.

BANTEN
Pengusaha UMKM se-Banten Kopdar Bareng di Tangsel

Pengusaha UMKM se-Banten Kopdar Bareng di Tangsel

Rabu, 10 Februari 2016 | 13:45

TANGERANG SELATAN-Puluhan pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se- Provinsi Banten menggelar kopi darat di sebuah restoran yang ada di Serpong, Kota Tangsel, Selasa (9/2/2016).

HIBURAN
Beda Persepsi, Kartika Putri Putusin Pacarnya

Beda Persepsi, Kartika Putri Putusin Pacarnya

Rabu, 10 Februari 2016 | 08:13

TANGERANG – Kartika Putri sempat punya hubungan dengan seorang bule. Tapi, karena berbagai hal, dia memilih untuk putus dengan pria asal Kanada itu.

KOTA TANGERANG
1.000 Pelajar Tangerang Ikuti Wali Kota Tangerang CUP 2016

1.000 Pelajar Tangerang Ikuti Wali Kota Tangerang CUP 2016

Rabu, 10 Februari 2016 | 18:36

"Mereka mendukung karena kegiatan ini dinilai seebagai solusi mencegah kenakalan remaja dan pengembangan bakat sepak bola, jadi perlu dipacu menjadi program rutin,” katanya.

"Kejahatan akan menang jika orang benar sudah tidak melakukan apa-apa "

Jenderal Soedirman