Connect With Us

Sekolah Sunat Dana Subsidi Guru Non PNS

| Kamis, 18 Februari 2010 | 19:05

| Dibaca : 336516

sekolah balaraja (tangerangnews / istimewa)


TANGERANGNEWS-Para Guru yang belum PNS bisa sedikit bernafas lega, karena pemerintah menggulirkan dana tunjangan fungsional bagi guru Non PNS yang cair setahun sekali. Untuk menghindari penyimpangan dan memotong birokrasi yang ada, dana ini disalurkan melalui Bank BTN atas nama Pribadi Guru yang mendapatkan subsidi tersebut.
 
Dana bantuan tersebut bisa juga diambil melalui Kantor POS terdekat, dengan melampirkan Foto Kopi KTP Guru yang mendapat Dana Tunjangan Fungsional. Tetapi tidak selayaknya peraturan sebuah Bank, di kantor POS dana tersebut bisa diambil oleh orang lain, asalkan ada fotokopi KTP si pemilik Rekening. Atau dengan kata lain, sekolah mengolektif pengambilan dana tunjangan fungsional bagi guru yang mendapat bantuan tersebut.
 
Yang disayangkan, setelah pengambilan kolektif tersebut, sekolah malah mengambil inisiatif pemotongan tanpa seizin dan sepengetahuan dari yang punya rekening.
Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai 1 juta, bahkan lebih. Kasus ini terjadi di sebuah Yayasan milik Kepala Dinas Pembangunan dan Pemukiman (Bangkim) Kabupaten Tangerang  Miftahul Ilmi yakni: SMP, SMA & SMK Tunas Harapan Balaraja. 
 
Sejumlah guru honorer yang bertugas pada SMK, SMP dan SMA Tunas Harapan Balaraja Tangerang, Banten, mengeluh karena Dana Subsidi Tunj. Fungsional Guru Non PNS yang seharusnya diterima utuh, saat ini disunat oleh Sekolah mencapai lebih dari 50%. Nilai bantuan yang mestinya diterima Rp. 2.280.000 per orang (setelah PPh), tetapi hanya diterima Rp. 1.200.000 per orang, bahkan di SMP hanya Rp. 1.050.000,. 
 
"Kami hanya menerima dana Tunj. Fungsional sebesar Rp.1.200.000, seharusnya Rp.2.280.000 dan kuat dugaan bahwa telah disunat oknum Kepala Sekolah," kata seorang guru yang enggan disebut namanya. 
 
Dia mengatakan, pemotongan tersebut sangat tidak masuk akal. Dana stimulan harusnya diterima utuh oleh para guru non PNS, Jangan ada potongan, kalaupun ada pemotongan mestinya jangan mencapai 50%. Bahkan banyak guru yang sudah berhenti tetapi tetap saja dapat dicairkan oleh sekolah.
 
Seperti di SMK Tunas Harapan dari 13 Guru yang mendapat subsidi, 6 diantaranya sudah tidak aktif lagi alias sudah berenti. Sebut saja DN (eks. Kaur TU), AS (Eks. TU), DM (Eks. Guru TKJ), MH (Eks. Guru TKJ), AR (Eks. Guru Otomotif) dan EH. Bahkan ketika DM dikonfirmasi red. Dia tidak tahu kalau dirinya mendapat bantuan Tunj. Fungsional. Begitu juga di SMP Tunas Harapan, 3 dari 9 telah berhenti. Seharusnya dana guru yang sudah berhenti dikembalikan. 
 
 
 
Nama dan Alamat penulis ada pada redaksi 
TANGSEL
Bersih dan Bisa, Jurus Ivan Ajie untuk Taklukan Tangsel

Bersih dan Bisa, Jurus Ivan Ajie untuk Taklukan Tangsel

Selasa, 2 Juni 2015 | 20:00

Ivan ajie mengatakan, pihaknya mengambil slogan Bersih dan Bisa lantaran Kota Tangerang Selatan saat ini masih belum melakukan pelayanan yang terbaik untuk masyarakatnya.

MANCANEGARA
9 Foto Michael Jackson yang memperlihatkan perubahan wajahnya

9 Foto Michael Jackson yang memperlihatkan perubahan wajahnya

Jumat, 22 Mei 2015 | 21:17

Mike selalu mempertahankan citra bahwa dia tidak pernah menjalani operasi plastik. Tapi sulit untuk mengabaikan perubahan drastis dalam bentuk hidungnya, pelebaran matanya, dan distorsi umum mulutnya.

PROPERTI
Sinar Mas  Land Luncurkan Mercantile Plaza, Office Tower di dekat AEON

Sinar Mas Land Luncurkan Mercantile Plaza, Office Tower di dekat AEON

Minggu, 31 Mei 2015 | 15:45

TANGERANG-Sinar Mas Land, pengembang properti terbesar kembali membangun gedung yang disebut sebagai kebutuhan masyarakat terhadap ruang dan kawasan komersial yang modern dan eksklusif dengan meluncurkan Mercantile Plaza.

BANTEN
 Dor..Dor..Pengusaha Jamu Ditembak di Tol Tangerang-Merak

Dor..Dor..Pengusaha Jamu Ditembak di Tol Tangerang-Merak

Minggu, 31 Mei 2015 | 21:00

SERANG-Seorang pengusaha Jamu yang belum diketahui namanya ditembak di Tol Tangerang-Merak KM 52. Peristiwa pembunuhan tersebut menyeret nama dua anggota polisi yang berinisial N dan D. Informasi yang diketahui dari sumber yang ada di Polres Serang, peris

"Mereka yang tidak mengambil pelajaran dari sejarah, maka mereka ditakdirkan untuk mengulanginya"

George Santayana