Connect With Us

Sekolah Sunat Dana Subsidi Guru Non PNS

| Kamis, 18 Februari 2010 | 19:05

| Dibaca : 336654

sekolah balaraja (tangerangnews / istimewa)


TANGERANGNEWS-Para Guru yang belum PNS bisa sedikit bernafas lega, karena pemerintah menggulirkan dana tunjangan fungsional bagi guru Non PNS yang cair setahun sekali. Untuk menghindari penyimpangan dan memotong birokrasi yang ada, dana ini disalurkan melalui Bank BTN atas nama Pribadi Guru yang mendapatkan subsidi tersebut.
 
Dana bantuan tersebut bisa juga diambil melalui Kantor POS terdekat, dengan melampirkan Foto Kopi KTP Guru yang mendapat Dana Tunjangan Fungsional. Tetapi tidak selayaknya peraturan sebuah Bank, di kantor POS dana tersebut bisa diambil oleh orang lain, asalkan ada fotokopi KTP si pemilik Rekening. Atau dengan kata lain, sekolah mengolektif pengambilan dana tunjangan fungsional bagi guru yang mendapat bantuan tersebut.
 
Yang disayangkan, setelah pengambilan kolektif tersebut, sekolah malah mengambil inisiatif pemotongan tanpa seizin dan sepengetahuan dari yang punya rekening.
Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai 1 juta, bahkan lebih. Kasus ini terjadi di sebuah Yayasan milik Kepala Dinas Pembangunan dan Pemukiman (Bangkim) Kabupaten Tangerang  Miftahul Ilmi yakni: SMP, SMA & SMK Tunas Harapan Balaraja. 
 
Sejumlah guru honorer yang bertugas pada SMK, SMP dan SMA Tunas Harapan Balaraja Tangerang, Banten, mengeluh karena Dana Subsidi Tunj. Fungsional Guru Non PNS yang seharusnya diterima utuh, saat ini disunat oleh Sekolah mencapai lebih dari 50%. Nilai bantuan yang mestinya diterima Rp. 2.280.000 per orang (setelah PPh), tetapi hanya diterima Rp. 1.200.000 per orang, bahkan di SMP hanya Rp. 1.050.000,. 
 
"Kami hanya menerima dana Tunj. Fungsional sebesar Rp.1.200.000, seharusnya Rp.2.280.000 dan kuat dugaan bahwa telah disunat oknum Kepala Sekolah," kata seorang guru yang enggan disebut namanya. 
 
Dia mengatakan, pemotongan tersebut sangat tidak masuk akal. Dana stimulan harusnya diterima utuh oleh para guru non PNS, Jangan ada potongan, kalaupun ada pemotongan mestinya jangan mencapai 50%. Bahkan banyak guru yang sudah berhenti tetapi tetap saja dapat dicairkan oleh sekolah.
 
Seperti di SMK Tunas Harapan dari 13 Guru yang mendapat subsidi, 6 diantaranya sudah tidak aktif lagi alias sudah berenti. Sebut saja DN (eks. Kaur TU), AS (Eks. TU), DM (Eks. Guru TKJ), MH (Eks. Guru TKJ), AR (Eks. Guru Otomotif) dan EH. Bahkan ketika DM dikonfirmasi red. Dia tidak tahu kalau dirinya mendapat bantuan Tunj. Fungsional. Begitu juga di SMP Tunas Harapan, 3 dari 9 telah berhenti. Seharusnya dana guru yang sudah berhenti dikembalikan. 
 
 
 
Nama dan Alamat penulis ada pada redaksi 
KOTA TANGERANG
Warga Sekitar Cisadane Tangerang Kaget Tiba-tiba Muncul Mayat

Warga Sekitar Cisadane Tangerang Kaget Tiba-tiba Muncul Mayat

Selasa, 30 Agustus 2016 | 20:00

TANGERANGNews.com-Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di Kali Cisadane, Pintu Air 10, Jalan Sangego, RT 02/04, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (30/8/2016).

TANGSEL
Yanto Edarkan Uang Palsu di Pondok Aren dan Depok

Yanto Edarkan Uang Palsu di Pondok Aren dan Depok

Selasa, 30 Agustus 2016 | 11:00

TANGERANGNews.com-Peredaran uang palsu semakin mengkhawatirkan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tepatnya di Kecamatan Pondok Aren. Penyebarnya menggunakan uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu ke setiap warung yang umumnya tidak menggunakan money sc

BANTEN
Masyarakat Banten Sampaikan Surat Ini Ke Megawati

Masyarakat Banten Sampaikan Surat Ini Ke Megawati

Senin, 29 Agustus 2016 | 19:43

Permintaan ini disampaikan AMPB dalam suratnya yg ditujukan ke ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri.

OPINI
7 Strategi Menuju Sukses Pendiri Facebook yang Bisa Ditiru Anda

7 Strategi Menuju Sukses Pendiri Facebook yang Bisa Ditiru Anda

Senin, 1 Agustus 2016 | 09:31

TANGERANGNews.com- Rabu lalu, Facebook baru saja mengeluarkan laporan keuangan untuk kuartal II tahun ini dan menorehkan angka yang positif. Dari hasil kinerja tersebut, harga saham perusahaan mencetak nilai tertinggi dalam sejarah.

"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir."

W.A. Nance