Connect With Us

Menciptakan Pencipta Hoax yang Adil dan Beradab

| Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:34

Rizky Amelia. (Istimewa / Istimewa)

Oleh: Rizky Amelia, Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan. 

 

TANGERANGNEWS.com-Menyimak pemberitaan media baru-baru ini yang tengah ramai menyoroti sosok Ratna Sarumpaet, seorang mantan aktivis organisasi sosial memang sangat mendorong tangan, mulut, bahkan otak untuk beraktivitas lebih aktif dari biasanya.

Bagaimana tidak, berita biasa yang sering muncul ke muka publik mengenai aksi kekerasan, menjadi tidak lagi biasa tatkala sang korban kekerasan mengakui bahwa semua peristiwa itu adalah rangkaian omong kosong belaka, demi menutupi kejadian yang sesungguhnya. Ratna Sarumpaet langsung menjadi tersangka terkait pengakuan dirinya dalam menyebarkan hoax.

Fenomena ini pun sontak menjadi isu pemberitaan yang mendominasi di layar kaca maupun halaman cetak dalam beberapa hari ini. Dominasi, mungkin itulah kata yang menarik untuk dibahas lebih lanjut. Sejatinya di dalam makna kata dominasi, tersematkan makna kata kekuasaan.

Mengambil pemikiran dari Foucault yang menyatakan bahwa kekuasaan tidak mengacu pada suatu sistem umum dominasi satu kelompok terhadap yang lain, tetapi pada beragamnya hubungan kekuasaan. Kekuasaan disini bukanlah (representasi) suatu institusi, bukan struktur, bukan pula suatu kekuataan yang dimiliki, tetapi nama yang diberikan pada suatu situasi strategis dan kompleks dalam suatu masyarakat (Foucault, 1980).

Publik tidak dikontrol lewat kekuasaan yang bersifat fisik (terlihat) tetapi dikontrol, diatur dan disiplinkan melalui sebuah issue atau wacana, mengacu pada kasus Ratna Sarumpaet yang dianggap sebagai wacana strategis dan kompleks. Mengapa strategis? Karena pemberitaan ini diangkat tepat ketika seluruh masyarakat sedang berduka cita untuk bencana alam di Sulawesi.

Mengapa kompleks? Karena pemberitaan ini memiliki latar belakang pengakuan dari beberapa tokoh penting yang saling berlawanan pendapat, dalam menyatakan kebenaran pemberitaan atas kasus Ratna Sarumpaet.

Sangat menarik ketika publik dalam hal ini adalah masyarakat, harus direnggut rasa duka cita nasionalnya untuk seketika diubah menjadi euphoria hoax nasional, bahkan tokoh seperti Ridwan Kamil mencanangkan tanggal 03 Oktober 2018 untuk dijadikan hari Hoax Nasional.

Tidak perlu lagi repot dan pusing dalam menentukan nama pemimpin kita yang akan datang. Berkat kasus yang berhasil dibawakan dengan baik oleh Ratna Sarumpaet, kita telah memiliki nama calon penguasa tunggal bangsa kita nanti, yang tidak lain dan tidak bukan, adalah bernama HOAX itu sendiri.

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

SPORT
Hanya Diikuti Tiga Daerah, PSSI Batalkan Pertandingkan Cabor Sepak Bola Putri PORPROV VII Banten 2026 

Hanya Diikuti Tiga Daerah, PSSI Batalkan Pertandingkan Cabor Sepak Bola Putri PORPROV VII Banten 2026 

Selasa, 3 November 2026 | 21:01

Cabang olahraga (cabor) sepak bola putri pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026 dipastikan batal dipertandingkan.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill