Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
Oleh : Haris, Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tigaraksa
Pada agenda Bupati Tangerang kemarin Kamis, 28 November 2019 bertempat di Euangan Bola Sundul. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyampaikan secara general situasi dan keadaan Kabupaten Tangerang, baik persoalan pengangguran, ekonomi, urbanisasi, lahan hijau, sampai persoalan sampah.
Bupati mengatakan bahwa pada setiap tahunnya harus menyediakan lapangan kerja sekitar 7.000 lebih untuk masyarakat yang berdatangan. Saya sedikit menyinggung mengenai pengangguran dan penyediaan lapangan kerja oleh pemerintah.
Indonesia saat ini mengalami perlambatan dalam hal terciptanya entrepreneur, terlihat pada beberapa negara yang sudah mencapai di atas 10% bahkan sampai 14%.
Lain halnya dengan Indonesia yang baru saja mencapai 3,1% jumlah entrepreneurnya, angka tersebut cenderung lambat di bandingkan dengan negara-negara lain seperti Cina, Amerika dan Jepang.
Kemudian di samping itu, pada tahun 2045 Indonesia dicanangkan akan menuju indonesia emas, yang di mana bonus demografi yang sangat meningkat.
Jika pemerintah tidak mampu mengelolah urbanisasi dengan baik, maka dapat dipastikan bonus demografi akan menjadi kutukan bagi Indonesia.
Melihat kenyataan itu, pemerintah daerah seperti Kabupaten Tangerang jangan terus-terusan fokus menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat yang setiap tahunnya berdatangan, kini saatnya fokus pada perbaikan SDM agar masyarakat tersebut beralih pada entrepreneur atau berwirausaha.
Dengan demikian, apabila masyarakat berbondong-bondong berwirausaha maka tidak tutup kemungkinan membuka lapangan kerja, daya beli masyarakat meningkat dan beban pemerintah berkurang, maka melalui itu semua akan terwujud masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.(RMI/HRU)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Pelaksanaan UTBK 2026 yang akan berlansung pada Selasa 21 April 2026, untuk sesi siang tidak berlangsung dengan waktu yang sama di seluruh titik ujian.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews