Connect With Us

Sayangi Bumi mu dengan Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 12 Juni 2021 | 10:16

Ilustrasi sampah plastik. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Hingga kini sampah plastik masih menjadi permasalahan di negeri kita Indonesia. Data Asosiasi Industri Plastik Indonesai (INAPLAS) dan Badan pusat statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan sebanyak 3,2 juta ton adalah sampah plastik yang dibuang ke laut. Plastik merupakan salah satu benda yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, terutama kantong plastik. 

Salah satu fungsi plastik yang biasa kita gunakan sehari-hari adalah untuk membawa barang belanjaan, membawa barang bawaan, atau barang belanjaan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, maupun alat rumah tangga lainnya. Namun peningkatan jumlah pemakaian kantong plastik juga terkait dengan penambahan jumlah penduduk dunia.

Penggunaan kantong plastik tinggi dikarenakan kebutuhan masyarakat yang meningkat untuk membawa sesuatu dari tempat satu ketempat lainnya, maka dalam hal ini banyaknya peningkatan sampah plastik di Indonesia. Karena dengan mengunakan kantong plastik barang bawaan yang dibawa akan menjadi lebih ringkas, lebih mudah dan dapat membawa barang banyak sekalipun. Tidak hanya Indonesia yang menggunakan kantong plastik sebagai alat bantu membawa barang dinegara lainya jug amasih ada yang menggunakan kantong plastik, tetapi di era modern ini banyak negara yang sudah mengupgrade penggunaan alat bantu bawa ini, Negara maju banyak yang telah menerapkan penggunaa kantong yang tidak terbuat dari pplastik, bahkan ada beberapa negara yang sudah menerapkan stop penggunaan kantong plastik.

Dalam satu tahun penduduk dunia dapat menggunakan kantong plastik sebanyak 500 juta hingga 1 miliar kantong plastik, dimana setiap orang menggunakan kantong plastik sebanyak 150 kantong plastik tiap tahunnya Untuk membuat plastik sebanyak itu dibutuhkan 12 juta barel minyak dan 14 juta batang pohon yang harus ditebang sebagai bahan baku dasar pembuatannya. Penggunaan sumber daya dalam pembuatan plastik ini dalam jangka panjang dan berlebihan akan mengakibatkan permasalahan lingkungan terkait dengan proses manufaktur maupun proses konsumsi produk oleh konsumen.

Di Indonesia salah satu kota yang menjadi penyumbah sampah plastik tertinggi salah satunya adalah kota Tangerang, tercatat tiga tahun belakangan ini presentasi sampah plastik dan organic di kota Tanggerang mencapai 40 persen. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, pada tahun 2019 timbulan sampah harian di Kota Tangerang sebesar 1,583,67 ton, dan data timbulan sampah tahunan sebesar 578,038.09 ton.

Sementara pada tahun 2020, data timbulan sampah harian di Kota Tangerang sebesar 1,583.67 dan data timbulan sampah tahunan sebesar 592,403.32 ton. Hal ini menunjukan bahwa timbunan sampah di Kota Tangerang dalam 2 tahun terkahir ini jumlahnya meningkat sehingga perlu adanya penanggulangan terkait permasalahan sampah di kota Tangerang.

Tingkat pelayanan pengangkutan sampah di Kota Tangerang tahun 2019 adalah sebesar 75% yakni dari total timbulan sampah sebanyak 5.242,67 m3 /hari hanya sebanyak 3.932 m3 /hari yang terangkut. Hal ini telah sesuai dengan standar pelayanan minimal dan target Renstra OPD Dinas Lingkungan Hidup, khususnya pada Bidang Kebersihan serta RPJMD Kota Tangerang.

Jika di tinjau dari pelayanan melalui angkutan yang tersedia dengan jumlah penduduk yang ada di tahun 2019 telah mencapai target 75%. Tetapi, angka pencapaian tersebut terbilang masih rendah jika merujuk pada persentase Standar Pelayanan Minimal (SPM) menurut versi Millenium Development Goals (MDGs) bagi kawasan perkotaan yaitu sebesar 80 persen.

Program pengurangan penggunaan kantong plastik ini sangatlah baik kedepannya untuk kota Tangerang secara khusus dan akan menurunkan angka hasil sampah di Indonesia. Kebijakan pemerintah Kota Tangerang sangat diperlukan dalam hal ini, karena jika program ini di tegaskan dalam peratuan daerah maka akan terlaksanya program ini dan penggurangan sampah plastik di Indonesia berharap akan menjadi turun. Mari kita Bersama-sama menyuarakan kurangi kantong plastik demi menjaga bumi. (RED/RAC)

Penulis : Muhammad Afif Ammar

TANGSEL
TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:30

Warga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

PROPERTI
Stasiun Jatake Bakal Makin Dongkrak Nilai Properti di BSD City

Stasiun Jatake Bakal Makin Dongkrak Nilai Properti di BSD City

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:09

Sinar Mas Land (SML) kembali memperkuat posisinya sebagai pengembang kota mandiri dengan meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake di BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa 28 Januari 2026, kemarin.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill