TangerangNews.com

LGBT Disindir Wali Kota Tangerang, Ini Soal Adam dan Asep

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 24 Februari 2016 | 08:09 | Dibaca : 5490


Penyerahan Kacamata kepada Siswa/Siswi Tangerang dari Alfamart bersama Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah di Gedung Pemkot Tangerang, Senin (2/11). (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANG-Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menanggapi soal fenomena Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) yang semakin marak saat ini. Dia menyindir para pelaku LGBT.

"Allah-kan menciptakan mahkluk-Nya berpasang-pasangan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep," katanya dalam Seminar Kehamilan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang di Ruang Al Amanah Kantor Wali Kota Tangerang, Selasa (23/2/2016).

Namun demikian, Arief memastikan sebagai kepala daerah dirinya tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap warganya. Meski begitu, secara norma adat ketimuran dan agama, penganut orientasi seksual tidak normal itu perlu mendapat pembinaan.

’’Penganut LGBT harus kembali kepada kodratnya sesuai jenis kelaminnya saat dia dilahirkan. Kalau ada yang menyimpang, ya kami siap memfasilitasi untuk melakukan pembinaan," paparnya.

Arief menambahkan, pengaruh negatif komunitas LGBT yang sudah menyebarkan poin-poin dalam propagandanya melalui media sosial bisa ditangkal bila orangtua melek teknologi.

“Anak sekarang sudah melek internet. Sementara orangtuanya belum. Makanya orang tua harus melek teknologi agar bisa mengontrol anaknya. Tapi jangan keblablasan, jadinya malah asik update status mulu, dikit-dikit cekrek, selfie mulu," Imbuhnya.

Sementara dalam seminar tersebut diikuti ratusan ibu-ibu hamil. Dengan mengambil tema 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Kota Tangerang Cerdas, seminar tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para orang tua maupun calon orang tua terkait kehamilan dan menyusui.

"Untuk mencetak anak Indonesia yang sehat, cerdas dan memiliki daya saing kuat, yang paling penting dan awal dilakukan, adalah bagaimana memberikan asupan gizi yang cukup, terutama ASI," papar Arief.

Menurutnya, tren saat ini banyak orang tua sibuk bekera hingga akhirnya anak  hanya diberi susu kaleng dan makanan instan. Padahal pemenuhan gizi pada anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi sangat penting. Sebab, jika tidak dipenuhi asupan nutrisinya, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen.

"Makanya enggak heran kalau akhir-akhir ini ada LGBT," tukasnya.