TangerangNews.com

Kampanye Keamanan Sisi Udara Bandara Soekarno-Hatta Digelar

Denny Bagus Irawan | Jumat, 7 April 2017 | 10:00 | Dibaca : 1491


Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin saat menggelar Ramp Safety Campaign (@tangerangnews 2017 / Raden Bagoes Irawan)



TANGERANGNEWS.com- Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggelar  Ramp Safety Campaign dengan melakukan apel siaga yang berlangsung di area gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), Jumat pagi (7/4/2017).


Seperti diketahui sebelumnya di sisi udara telah terjadi setidaknya dua peristiwa besar. Peristiwa pertama terjadi pada Selasa (14/3/2017) lalu. GPU (ground power unit) milik PT Gapura terbakar hingga nyaris membakar pesawat Garuda Indonesia.  Peristiwa itu terjadi di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, sekira pukul 23.30 WIB. Sedangkan peristiwa kedua terjadi beberapa waktu lalu, ground handling saling beradu kerbau di Terminal 1 bandara tersebut.

#GOOGLE_ADS#

"Tujuan dari kampanye ini untuk memastikan kegiatan operasional di sisi udara agar aman dan zero accident.  Jadi harus dipastikan, dicek kembali seluruh armada dan peralatan di sisi udara," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin.

awaludin

Dia berharap seluruh mitra kerja melakukan evaluasi untuk memastikan  keoptimalan keamanan sisi udara.  Hal itu pula yang mendasari dilakukannya pengecekan peralatan sisi udara sampai Kamis 13 April 2017 nanti. "Yang layak akan ditandai stiker. Ini adalah momen sosialisasi kepada petugas yang beroperasi di sisi udara agar senantiasa mengutamakan aspek keamanan. Selanjutnya operasi simpatik di sisi udara akan dilakukan sampai seminggu kedepan,” tutur Awal.

Direktur Teknik dan Operasi, Djoko Murjatmodjo menambahkan,  bahwa evaluasi kedepan tidak lagi dilakukan setipa tahun.  "Tetapi setiap tiga bulan. Dari hasil evaluasi diharapkan akan muncul pola mitigasi yang diterapkan dalam kegiatan operasional di sisi udara sehari-hari,” katanya.

Sebagai salah satu standar, Djoko juga menjelaskan bahwa seluruh peralatan yang beroperasi memiliki batas usia pemakaian yaitu selama sepuluh tahun."Kita juga bertindak tegas bagi mereka yang melempar tas bagasi. Beberapa orang bahkan dari pihak Airlines sudah dirumahkan," tegasnya.