TangerangNews.com

PT Angkasa Pura II Tahun Ini Kelola 9 Bandara

Denny Bagus Irawan | Jumat, 12 Januari 2018 | 10:00 | Dibaca : 841


Tampak Direktur Utama PT Angkasa Pura II M Awaluddin saat membersihkan Terminal Kargo, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (@TangerangNews / Denni Bagus Irawan)


TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II (Persero) akan menambah jumlah bandara yang akan dikelola. Pada 2018 ini, direncanakan ada sembilan bandara yang dikelola di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menurut Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Angkasa Pura II, Daan Achmad, bandara yang akan dikelola antara lain,  bandara di Sabang, Wirasaba, Banyuwangi, Palangka Raya, Bengkulu, Belitung, Jember, Majalengka dan Kertajati.

BACA JUGA:

"Yang dikelola tahun ini, kami fokus di Banyuwangi, Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Jember dan Majalengka," kata Daan usai penandatanganan kerja sama di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Dia menjelaskan, untuk Bandara Banyuwangi diproyeksi memiliki potensi besar ke depannya. Apalagi dengan destinasi wisata Kawah Gunung Ijen dengan Blue Fire nya. 

"Potensinya besar ke depannya, di sana ada blue fire, orang saja kalau mau lihat aurora kalau ketemu saja, blue fire ada setiap hari di Banyuwangi," ujar Daan.

#GOOGLE_ADS#

Untuk pengembangan ini, pihak AP II akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Untuk membicarakan bisnis dan fasilitas yang dibutuhkan mulai dari safety, security service dan compliance.

Daan menyebutkan, kapasitas bandara Banyuwangi berada di kisaran 125.000. Dengan dikelola AP II diharapkan bisa tumbuh menjadi 500.000 hingga 1 juta penumpang setiap harinya.

Dia menambahkan, untuk penambahan penerbangan akan diusahakan yakni dengan memberikan insentif kepada maskapai. "Misalnya dengan frekuensi penerbangan yang ditingkatkan," ujarnya.

Selain penambahan pengelolaan bandara, AP II juga akan meningkatkan kapasitas bandara yang saat ini sudah mulai berkurang. Daan menyebutkan salah satunya bandara Kualanamu yang saat ini sudah mencapai 10 juta, padahal kapaitas terminal hanya 9 juta. 

"Makanya kita harus cari strategic partner untuk mengelola ini sama sama," katanya.(DBI/RGI)