TangerangNews.com

Meninggalnya Danarto, Kehilangan Besar Sastrawan Indonesia

Yudi Adiyatna | Rabu, 11 April 2018 | 18:00 | Dibaca : 354


Kamar Kos Danarto yang berada di depan komplek Kedaung Hijau. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Dunia sastra Indonesia berduka, kali ini seorang Sastrawan besar kembali berpulang. Danarto, berpulang usai dirinya mengalami kecelakaan di daerah Ciputat Tangsel. Danarto yang sempat dilarikan ke RS Fatmawati itu pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 21.00 WIB, Selasa (10/4/2018) semalam.

Danarto yang merupakan sahabat Karib KH Abdurahman Wahid (Gusdur) ini tinggal seorang diri di rumah kos-kosan berukuran sekitar 30 meter. Rumah kos yang ditinggali oleh Danarto berada di depan komplek Kedaung Hijau pun tampak sepi dan tertutup rapat ketika TangerangNews.com mengunjunginya , Rabu (11/4/2018).

Penuturan Sri Wahyuni, pemilik warung makan yang berada persis di sebelah kamar kosan Danarto menceritakan, kehidupan lelaki berusia 78 tahun tersebut amat lah sederhana.

BACA JUGA:

Sri yang baru tadi pagi mendengar kabar kematian Danarto pun tak kuasa menahan tangis. Apalagi laki-laki yang selalu berpenampilan rali tersebut sudah dianggapnya seperti orangtua nya sendiri.

Danarto yang hidup seorang diri hampir setiap harinya meminta bantuan Sri untuk dimasakkan hidangan kesukaannya. Danarto, sambung Sri setiap pagi selalu berjalan kaki sejauh hampir satu kilometer ke Pasar Ciputat untuk membeli sayur-sayuran dan bahan masakan lainnya yang ingin disantapnya hari itu.

"Dia sering jalan kaki ke Pasar Ciputat tiap pagi beli sayuran. Minta tolong saya masakin, padahal saya bilangin pak titip saya aja, ngeri jalan kaki pinggir jalan banyak kendaraan takut tertabrak,tapi dia tidak mau," ujar Sri sambil terisak.

Sambil menahan dukanya Sri menceritakan, Danarto selalu minta dimasakkan hidangan-hidangan berkuah bening, seperti sayur lodeh, bayam, dan sayur asem untuk disantapnya sehari hari.

"Dia selalu minta dimasakin yang kuah kuah bening, sayur asem, bayem ,gak suka pedas, kalau makan nasinya dikit sayurnya yang banyak dan kalau sudah dimasakkin suka ngasih saya uang Rp20 ribu padahal saya bilang udah Pak enggak usah, kan sayuran bapak yang beli, tapi dia tetap menolaknya," terang Sri.

Selain itu, Sri menuturkan Danarto beberapa hari sebelum kepergiannya sempat mengutarakan jika dirinya hendak mengisi hari tuanya di kampung halamannya di Sragen, Jawa Tengah. Dirinya pun tak mempunyai firasat apapun terkait ucapan Danarto tersebut.

"Bulan depan mau pulang kampung. Seterusnya. Bulan Mei atau bisa april.

Saya mau pulang, ," tutur Sri menirukan ucapannya.

Danarto yang sudah dua tahun tinggal di kontrakannya tersebut pun seingat Sri tak pernah dikunjungi oleh kerabat ataupun keluarganya. Dan dirinya juga tak mau di kasihani di usianya yang sudah senja tersebut.

"Dia sukanya baca buku, kemana-mana naik bus umum, kadang suka saya tanya mau kemana pak, dia menjawab mau ke Jagakarsa ketemu temen atau mau cari buku," terangnya.

Senada dengan Sri, Royadi, 46, petugas keamanan di komplek perumahan Kedaung Hijau, Pamulang, Tangerang Selatan mengatakan bahwa Danarto sebelumnya tinggal di Perumahan Kedaung Hijau, namun kemudian di jualnya dan dirinya pindah dan mengontrak tak jauh dari tempatnya tinggal sebelumnya.

"Almarhum memang tadinya tinggal disini, tapi sudah pindah kedepan komplek, rumah yang lama sudah di jual dan dia sekarang tinggal di rumah kos," katanya.

Royadi bercerita sosok Danarto adalah orang yang baik dan suka sekali bersosialisasi dengan warga sekitar, Danarto pun dikenal baik oleh tetangganya dan para tetangga mengetahui kalau dia seniman. 

#GOOGLE_ADS#

"Orangnya sering kumpul kalo ada kegiatan warga, baik juga orangnya suka bersosialisasi maka dari itu, saat mendengar dia kecelakaan dan meninggal, warga disini pada kumpul tadi, ujarnya. 

Royadi dan warga pun mengetahui Danarto meninggal karena beberapa warga dan tukang ojek langganan yang biasa ditumpanginya di telepon oleh polisi mengabarkan Danarto mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, para warga berkumpul di pos keamanan. 

"Semua nomor yang ada di telepon genggamnya diteleponin mungkin ya sama polisi, jadi warga pada tau kalo almarhum mengalami kecelakaan," imbuhnya.

Kini Danarto pun kembali kepada kampung halamannya yang dirindukan, bukan sekedar mengisi hari tua nya, Danarto kini pun kembali berada di samping pusara Ibunya dan benar benar kembali pada Zat yang maha Merindukan.(RAZ/RGI)