Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta
Jumat, 25 September 2026 | 22:29
Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.
TANGSEL-Seiring dengan tingginya permintaan dan kebutuhan di wilayah Serpong Kota Tangsel, salah satu pengembang perumahan meluncurkan cluster baru hunian yang berada di dalam kawasan Paradise Serpong City.
" Hari ini kami meresmikan cluster terbaru kami untuk melengkapi beberapa cluster yang sudah ada," ungkap Derice Sumantri, Komisaris Progress Group.
Kota Tangerang Selatan dinilai kawasan yang sangat strategis bagi kebutuhan masyarakat yang bekerja di Ibu Kota.
Unit yang akan dijual dengan kisaran harga mulai Rp399 jutaan – Rp680 jutaan. Cluster ini diharapkan akan siap huni pada 2016 mendatang.
Guna menunjang kenyamanan di dalam kawasan, pengembang sudah mendirikan beberapa fasilitas antara lain, masjid, sekolah dan pos polisi.
Saat ditanya oleh awak media mengenai ancaman banjir dan kendaraan penghantar (shuttle), Reynold Sihombing selaku general manager, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasinya.
" Kalau untuk banjir kami sudah membuat drainase yang cukup bagus, dan memang kami belum menyediakan shuttle bus, tetapi kedepannya kami akan menyiapkannya," pungkas Reynold Jumat (6/3).
Tingginya harga jual tanah yang ada di tengah kota, diyakini akan membuat pilihan masyarakat memilih Kota Tangerang Selatan untuk lokasi huniannya.
Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.
TODAY TAGKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
Penemuan mayat di sebuah ruko steam motor di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu 26 September 2026, menghebohkan warga sekitar.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews