Connect With Us

Berdasarkan Riset, Penjualan Rumah Tertinggi adalah Tangerang

EYD | Rabu, 20 April 2016 | 10:07

| Dibaca : 4284

Klaster Assati didesain unik, di mana setiap tipe rumah fokus tertuju kepada swimming pool. (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Pada kuartal pertama 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai rentang bawah dari proyeksi pertumbuhan sebesar 4,9% – 5,3%. IHSG (indeks harga saham gabungan) mengalami pertumbuhan sebesar 6,3% pada kuartal ini dan ditutup pada posisi 4.885 pada 18 Maret 2016.

Dari sisi mata uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika mengalami apresiasi sebesar 4,0% menjadi Rp13.098 per dolar. Sementara tingkat inflasi tahunan mencapai 4,2%, atau masih berada dalam proyeksi Bank Indonesia, yakni berkisar 3% – 5%.

Transaksi dan Permintaan Turun

Sejak awal semester kedua 2015, pemerintah telah melakukan relaksasi aturan LTV (loan to value), yang diharapkan akan membantu peningkatan penjualan properti. Akan tetapi, lantaran belum semua pengembang menerapkan aturan ini, maka aturan LTV baru ini belum memberi efek yang signifikan bagi pasar perumahan.

Riset yang dilakukan konsultan properti Cushman & Wakefield selama semester II-2015 memperlihatkan terjadinya perlambatan laju permintaan terhadap hunian tapak, dari 1,7% pada semester I-2015 menjadi 1,3% di semester II-2015.

Rata-rata transaksi rumah pada semester II-2015 mencapai 22 unit per bulan per perumahan. Angka ini memperlihatkan penurunan 6 unit dibandingkan semester sebelumnya. Banyak konsumen yang menunjukkan sikap “wait and see” untuk membeli rumah menyusul melemahnya kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Di sisi lain, fenomena pengurangan pegawai di berbagai perusahaan—khususnya  perusahaan minyak dan gas, menyusul terjunnya harga minyak dunia—turut memengaruhi keputusan beberapa konsumen untuk membeli rumah.

Akan tetapi, kendati jumlah transaksi rumah pada semester II-2015 mengalami sedikit penurunan, secara umum rata-rata nilai penjualan tetap stabil dengan jumlah yang sama pada semester sebelumnya.

Tangerang dan Bekasi

Rata-rata nilai penjualan di Jabodetabek mencapai Rp31,4 miliar per bulan per perumahan. Nilai penjualan per bulan tertinggi terjadi di Tangerang, yaitu sebesar Rp57,3 miliar per bulan per perumahan.

Sementara peningkatan nilai penjualan terbesar terjadi di Bekasi dengan peningkatan sebesar Rp13,7 miliar, menjadi Rp31,5 miliar per bulan per perumahan.

Segmen menengah merupakan segmen yang paling diminati selama semester II-2015, yakni sebesar 34,2% dari total transaksi yang terjadi, diikuti segmen menengah-bawah (29,9%).

Sementara rumah yang paling diminati konsumen adalah tipe dengan luas bangunan 45 m2 – 96 m2 dan luas tanah 60 m2 – 112 m2, dengan harga berkisar Rp750 juta –Rp1,6 miliar.

Kenaikan Harga Melambat

Melemahnya kondisi pasar perumahan di semester II-2015 menyebabkan banyak pengembang menahan diri untuk meluncurkan produk baru. Hal ini tentu mengakibatkan penurunan jumlah pasokan baru yang cukup besar.

Data Cushman & Wakefield menyebut jumlah pasokan baru selama semester II-2015 turun hampir setengah dari jumlah total pasokan baru di semester I-2015, yakni dari 6.178 unit menjadi 3.228 unit.

Sebagian besar pasokan berasal dari segmen bawah dan menengah. Sementara distribusi pasokan terbesar terdapat di Kabupaten Bogor, meskipun hanya berasal dari satu perumahan, yaitu Citra Indah.

Dibandingkan dengan semester pertama 2015, perlambatan kenaikan harga juga terlihat pada semester II-2015. Hal ini terlihat dari rata-rata harga jual di Jabodetabek yang tumbuh hanya 4%. Bandingkan dengan rata-rata harga jual di semester sebelumnya yang menyentuh mencapai 7%.

Sementara itu, harga tanah dan harga bangunan masing-masing tumbuh secara moderat sebesar 4% dan 5%.

Dominasi Segmen Menengah

Cushman & Wakefield memprediksi pasar perumahan tumbuh dengan positif tahun ini. Meski demikian, karena adanya sikap “wait and see” dari beberapa pembeli dan pengembang, pasokan dan permintaan diperkirakan hanya tumbuh dengan angka yang tak terlalu tinggi.

Segmen menengah-bawah dan segmen menengah diproyeksikan masih mendominasi pasar perumahan tahun ini. Sementara tipe rumah yang akan banyak diluncurkan ke pasar berkisar Rp800 juta – Rp2 miliar, dengan luas bangunan 60 m2 – 120 m2 dan luas tanah 90 m2 – 125 m2.

BANTEN
Batu Bara di Kapal Tongkang Terbakar di Merak

Batu Bara di Kapal Tongkang Terbakar di Merak

Kamis, 18 Juli 2019 | 19:49

TANGERANGNEWS.com - Muatan di kapal CB 121 Banjarmasin yang berisi batu bara terbakar dan mengeluarkan asap tebal. Muatannya terbakar sudah

BANDARA
Listrik di Bandara Soekarno-Hatta Padam, Penerbangan Delay

Listrik di Bandara Soekarno-Hatta Padam, Penerbangan Delay

Senin, 15 Juli 2019 | 21:01

TANGERANGNEWS.com— Sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang mengalami penundaan ( delay ), Senin

KOTA TANGERANG
Berselisih dengan Kemenkumham, Pemkot Tangerang Cabut Laporan ke Kepolisian

Berselisih dengan Kemenkumham, Pemkot Tangerang Cabut Laporan ke Kepolisian

Kamis, 18 Juli 2019 | 21:07

TANGERANGNEWS.com—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mencabut laporan ke Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Kota terkait perseteruan

WISATA
Objek Wisata Paling Recomended di Jakarta

Objek Wisata Paling Recomended di Jakarta

Kamis, 28 Maret 2019 | 08:13

TANGERANGNEWS.com-Anda sedang mencari objek wisata terbaik di Jakarta? Meskipun menjadi kota metropolitan dengan tingkat mobilitas yang sangat

"Kita mungkin akan kecewa jika gagal, tapi kita telah gagal bila kita tidak mencoba."

Eleanor Roosevelt