Connect With Us

Harga Lahan di BSD City yang Terus Meningkat

FER | Selasa, 7 Juni 2016 | 19:00

BSD City Tangerang Selatan (Dira Derby / TangerangNews)

TANGERANGNews.com- Kekuatan infrastruktur di kawasan BSD City,Serpong, masih tetap pendorong utama tingginya penjualan properti, terutama apartemen. Harga lahan di kawasan ini masih tinggi, menyusul akses tol yang terus dibangun dan kawasan komersial yang melingkupinya semakin lengkap.

Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja akan dimulai pada kuartal IV tahun ini. Tol tersebut akan bersambung dengan Jalan Tol Tangerang-Merak dan Jalan Tol Jakarta-Serpong. Adapun Serpong-Legok masuk dalam pengembangan Tahap I sepanjang 11 kilometer, sedangkan Tahap II adalah Legok-CitraRaya (8 kilometer) dan Tahap III CitraRaya-Balaraja (12 kilometer).

Sejumlah pengamat memprediksi kesiapan akses tol tersebut bakal mengatrol harga lahan kawasan yang dilintasinya sekitar 5 persen hingga 6 persen. Adapun pintu tolnya didesain berada di BSD City 1 (AEON Mall), BSD City 2 (kawasan industri), BSD City 3 (perumahan), Legok, Citraraya, dan Balaraja.

Saat ini harga lahan di Serpong, khususnya BSD City berada pada level Rp12 juta hingga Rp13 juta per meter persegi untuk perumahan. Sementara untuk bangunan komersial Rp18 juta hingga Rp20 juta per meter persegi.

"Itu sudah otomatis, kalau infrastruktur sudah lengkap, permintaan properti baik residensial atau komersial pasti melesat. Untuk apartemen apalagi, makin dekat kawasan komersial sudah pasti harga terus naik,” ujar Ratdi Gunawan, Konsultan Pemasaran 'B Residence'.

Ratdi menambahkan bahwa permintaan apartemen eksklusif di BSDCity saat ini masih tinggi, terutama dengan adanya pengembangan di sekitar kawasan AEON mal. Sekarang ini semakin banyak proyek apartemen dan perkantoran mewah berdiri berdampingan di kawasan itu.

Mengulang sukses tower pertamanya yang terjual 100 persen, lanjut Ratdi, penjualan tower kedua B Residence saat ini sudah mencapai 60 persen sejak dimulainya pembangunan ketiga tower apartemen itu dua bulan lalu.

"Kesiapan akses tol itu bahkan sudah didukung KRL yang semakin berkembang dan diminati kaum komuter Serpong, sedangkan fasilitas publik dan komersial, mulai rumah sakit, instansi pendidikan hingga komersial terus tumbuh di sini," kata Ratdi.

Untuk itu, lanjut Ratdi, pihaknya berani menawarkan per unit apartemen di angka Rp 500 jutaan. Alasannya, BSD City sudah bisa ditempuh dari mana saja dan dengan moda apa saja.

"Lebih penting dari itu, infrastrukturnya juga sudah makin lengkap," kata Ratdi.

Dibangun di lahan seluas 6.800 meter persegi, lokasi proyek B Residence tak jauh dari Aeon Mall dan ICE BSD. Ratdi mengakui, bahwa nilai proyeknya sangat diuntungkan dengan letak atau posisinya di "jantung" BSD.

Puluhan proyek

Berdasarkan data Cushman & Wakefield Indonesia permintaan apartemen di kawasan Tangerang, Banten, tahun ini masih cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat dari terus dibangunnya proyek-proyek apartemen yang mencapai sekitar 30 lebih proyek di kawasan tersebut.

Sebagai bagian dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), saat ini Tangerang berpenduduk 25 juta jiwa. Wilayahnya meliputi Tangerang Selatan, Tangerang Kota, dan Kabupaten Kota yang masuk dalam Provinsi Banten.

Di ketiga kota/kabupaten tersebut tercatat ada 31 proyek hunian vertikal dengan kapasitas 54.988 unit apartemen. Cushman & Wakefield Indonesia memperlihatkan bahwa jumlah pasokan baru yang berlangsung hingga dua tiga tahun mendatang akan jauh lebih besar dari apartemen saat ini. Saat ini saja terdapat 12.686 unit apartemen di Tangerang.

 

 

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

TEKNO
Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI

Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI

Senin, 12 Januari 2026 | 11:20

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus sementara akses aplikasi chatbot berbasis kecerdasan artifisial (AI) Grok.

WISATA
Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat

Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat

Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15

Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill