Connect With Us

Mandaya Group Bangun Rumah Sakit Senilai Rp1,2 Triliun di Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 13:04

Groundbreaking ceremony Mandaya Royal Hospital Puri One Parc Puri, Cipondoh, Kota Tangerang. (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Mandaya Hospital Group mulai membangun Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) di CBD area kompleks Perumahan Metland Cyber Puri, Cipondoh, Kota Tangerang.

Acara groundbreaking atau peletakan batu rumah sakit yang dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 1,2 Triliun ini berlangsung di One Parc Puri, Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (20/10/2018).

Menurut President Direktur Mandaya Hospital Group Benedictus R Widaja, rumah sakit ini dibangun dengan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan masyarakat dengan lebih mengutamakan kualitas pelayanan, sehingga pasien dan keluarganya akan merasakan pengalaman yang berbeda dengan apa yang selama ini dirasakan di rumah sakit lain. 

MANDAYA HOSPITAL

Groundbreaking ceremony Mandaya Royal Hospital Puri One Parc Puri, Cipondoh, Kota Tangerang.

Ia mengatakan, pasien ketika berobat ke suatu rumah sakit tentu ada persoalan dengan kesehatannya. Oleh sebab itu, pasien memiliki banyak harapan seperti terlayani dengan baik dan professional, secara klinis juga efektif terhadap perbaikan atas masalah kesehatannya.

"Tentu karena nyawa yang menjadi taruhan, pasien berharap bahwa rumah sakit selalu mengutamakan keselamatan pasien. Semua hal tersebut membentuk pengalaman pasien dan keluarganya dalam berhubungan dengan rumah sakit. Mandaya Royal Hospital, dengan paradigma baru, sangat menekankan agar pasien memperoleh pengalaman hebat," ujarnya.

Pembangunan Mandaya Hospital Puri telah dimulai sejak bulan Agustus 2018 dan direncanakan akan mulai beroperasi secara bertahap pada awal 2020. Rumah sakit ini akan memiliki sekitar 400 tempat tidur untuk rawat inap, 10 ruang operasi, 100 ruang rawat jalan dan fasilitas penunjang lainnya, seperti gym, restoran, kedai kopi dan toko-toko.

Selaras Holding Group bersama Mandaya Medical International Pte. Ltd. membentuk Mandaya Hospital dengan menginvestasikan sekitar Rp1,2 Triliun untuk membangun dan menyiapkan semua peralatan medis mutakhir untuk rumah sakit pelayanan umum ini.

"Anggaran sebesar itu untuk bangun rumah sakit berkualitas tinggi yang dengan pelayanan umum ini. Kami juga mengalokasikan Rp250 Miliar untuk peralatan kesehatannya," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi turut hadir dalam acara groundbreaking ceremony yang berlangsung dengan meriah tersebut.

Dalam kesempatan ini, Liza mengatakan bahwa terdapat 32 rumah sakit yang beroperasi di Kota Tangerang dengan rincian 1 rumah sakit tipe A, 2 rumah sakit tipe B dan 29 rumah sakit tipe C.

"Skala rumah sakit di Kota Tangerang tidak Internasional seperti rumah sakit yang akan dibangun ini. Rasanya mimpi apakah Mandala bisa melayani masyarakat kami? karena di Kota Tangerang ada 32 juta penduduk," tuturnya.

Liza menuturkan, masyarakat Kota Tangerang tentu ingin terlayani di Mandaya Royal Hospital Puri karena dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang lengkap. Sebab, fasilitas kesehatan yang ada di Kota Tangerang selama ini belum seperti yang dipaparkan Mandaya Group.

"Peralatannya dibutuhkan masyarakat kami masyarakat Kota Tangerang," imbuhnya.(RAZ/HRU)

NASIONAL
IDI Nilai Komentar Nirempati Oknum Nakes ke Yurizal Pasien BPJS karena Dipicu Burnout

IDI Nilai Komentar Nirempati Oknum Nakes ke Yurizal Pasien BPJS karena Dipicu Burnout

Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:41

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menanggapi munculnya komentar yang dinilai tidak berempati dari sejumlah akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan.

KAB. TANGERANG
Pelaku Belum Ditangkap, Pegawai Bank Keliling Korban Penganiayaan di Tangerang Tak Berani Keluar Rumah

Pelaku Belum Ditangkap, Pegawai Bank Keliling Korban Penganiayaan di Tangerang Tak Berani Keluar Rumah

Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:55

Pegawai bank keliling berinisial PG, 25, mengalami trauma berat imbas peristiwa penganiayaan dan pelecehan seksual diduga dilakukan oleh lima rekan kerjanya di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill