Connect With Us

Bangun Stasiun Cisauk, Sinar Mas Land Kembangkan Kawasan BSD City

Yudi Adiyatna | Senin, 18 Februari 2019 | 17:28

Gedung baru Stasiun Cisauk. (TangerangNews/2019 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Gedung baru Stasiun Cisauk telah resmi beroperasi sejak, Jum'at (1/2/2019) lalu. Pembangunan tersebut merupakan suatu upaya dari pengembang Sinar Mas Land melalui BSD City untuk mengembangkan kawasan intermoda terpadu Transit Oriented Development (TOD).

Bangunan di atas tanah seluas 11.440 meter persegi ini menjadi sistem transportasi publik yang mudah, terintegrasi dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Kabupaten Tangerang atau dari wilayah Jakarta sekitarnya menuju ke BSD City dan sebaliknya. 

Stasiun yang memiliki dua lantai ini dilengkapi fasilitas yang cukup lengkap, salah satunya adalah ekskalator dan lift yang diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas. 

Gedung baru Stasiun Cisauk.

Selain itu, gedung Stasiun Cisauk ini juga memiliki jembatan penghubung di atas udara atau skywalk sepanjang 350 meter yang mempermudah penumpang Stasiun Cisauk menuju ke Terminal Shuttle Bus BSD Link, dan Pasar Modern Intermoda BSD City. 

Pembangunan skywalk Stasiun Cisauk ini adalah bentuk integrasi transportasi publik di BSD City dan cikal bakal tata ruang campuran yang memaksimalkan penggunaan angkutan massal atau Transit Oriented Development (TOD) yang merupakan baru pertama kali di Indonesia. 

Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe, berharap, fasilitas-fasilitas tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat. 

“Kami menyambut positif beroperasinya gedung baru Stasiun Cisauk. Diharapkan fasilitas tersebut dapat memberikan pengalaman dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik yang memadai," jelas Dhony Rahajoe, Sabtu (16/2/2019).

Selain itu, menurutnya Stasiun yang terintegrasi ini akan memudahkan masyarakat dalam mobilitasnya. 

"Gedung baru Stasiun Cisauk terintegrasi dengan kawasan Intermoda BSD City, tentunya akan memudahkan kehidupan masyarakat Tangerang khususnya BSD City dan sekitarnya yang mobilitasnya yang dinamis," ungkapnya. 

Gedung baru Stasiun Cisauk.

Stasiun Cisauk dapat menampung 20.000 penumpang per hari, saat ini telah dimanfaatkan oleh 5.500 penumpang setiap harinya. 

Dhony menjelaskan bahwa terminal bus dan pasar modern yang terintegrasi dengan Stasiun Cisauk ini merupakan awal dari rencana pengembangan kawasan Intermoda BSD City yang sudah dijalankan. 

“Tahapan selanjutnya akan dibangun hunian berupa apartemen. Dengan demikian masyarakat yang tinggal di kawasan ini akan memperoleh kemudahan dalam melakukan aktifitas karena semua kebutuhan tersedia dalam satu kawasan," tukasnya. 

Dengan keberadaan kawasan Intermoda BSD City ini, kata dia, akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. 

"Kami juga berharap agar keberadaan Kawasan Intermoda BSD City dapat memberikan manfaat sebanyak mungkin dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyakat di kemudian hari.” beber Dhony.(RMI/HRU)

HIBURAN
Wedding Open House Whispers of Forever Hadirkan Inspirasi Pernikahan di VIVERE Hotel ARTOTEL Curated

Wedding Open House Whispers of Forever Hadirkan Inspirasi Pernikahan di VIVERE Hotel ARTOTEL Curated

Sabtu, 18 April 2026 | 19:00

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbeda bagi calon pengantin melalui Wedding Open House bertajuk “Whispers of Forever” yang digelar pada 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang inspirasi bagi pasangan

WISATA
Cobain Gudeg Mercon Bu Prih di Hampton Square Pedasnya Bikin Nagih

Cobain Gudeg Mercon Bu Prih di Hampton Square Pedasnya Bikin Nagih

Jumat, 17 April 2026 | 09:48

Siang kemarin, Kamis 16 April 2026, TangerangNews bersama para wartawan lainnya mencoba kulineran ke Hampton Square di kawasan Gading Serpong. Cuaca di luar terasa memang panas, begitu masuk ke salah satu tenant Gudeg Mercon Bu Prih

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill