Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Hunian bertema Jepang pertama hadir di Provinsi Banten. Hunian bernama Seion ini dibangun pengembang MAS Group bersama dengan Fujiken.
Berdiri di atas lahan seluas 8 hektare, perumahan Seion memiliki dua klaster, yakni Maru dan Mizu.
Untuk setiap klasternya, terdapat 5 tipe rumah dua lantai dengan luas yang berbeda, mulai dari ukuran 60 meter persegi sampai 105 meter persegi. Harganya mulai dari Rp400 juta, seperti dilansir dari Kompas, Selasa 14 Desember 2021.

Adapun komponen perumahan ini dibangun menggunakan struktur beton bertulang, pondasi batu kali, dinding bata merah dan keramik dari granit tile.
Sedangkan untuk fasilitas yang bisa didapatkan oleh konsumen adalah sambungan listrik underground, CCTV hingga double gate security.
Selain itu, tersedia pula area terbuka dan club house dilengkapi dengan kolam renang dan arena bermain anak.

Adapun untuk lokasinya, Seion terletak di tengah Kota Serang dan hanya berjarak sekitar 10 menit dari pintu keluar Tol Serang Barat.
Karena lokasinya yang strategis, hunian ini juga bisa menjangkau fasilitas penting lainnya, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan dan stasiun kereta api.
Direktur Utama MAS Group Suwandi Tio meyakini, kehidupan berkualitas selalu dimulai dari rumah dan lingkungan yang mendukung.
"Untuk itulah, kami mengadopsi nuansa Jepang dengan menggandeng Fujiken yang juga merupakan pengembang ternama dari Negeri Sakura," ujar Suwandi.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGDalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
Tren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews