Connect With Us

Rumah Masih Lebih Diminati Ketimbang Apartemen, Ini Alasannya

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 5 Januari 2022 | 23:02

Perumahan di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tahun 2022 ini diprediksi masih akan didominasi oleh pembelian rumah tapak (landed house). Pemicunya yakni para konsumen yang baru pertama kali membeli rumah atau first time home buyer yang lebih meminati rumah ketimbang apartemen.

"Konsumen merupakan orang-orang yang baru pertama kali punya rumah. Jumlahnya akan lebih dominan. Tentu landed house itu lebih diminati tahun ini," kata Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya seperti dilansir dari Kompas, Rabu 5 Januari 2022.

Bambang menjelaskan, terdapat berbagai alasan mengapa banyak orang mengincar rumah tapak dibanding apartemen.

Salah satunya karena sertifikat kepemilkan tanah rumah tapak bukan merupakan hak milik bersama atau strata title melainkan hak milik atas nama pribadi.

Kedua, konsumen yang membeli rumah tapak memiliki kebebasan dan keleluasaan dalam hal mendekorasi, mengubah bentuk bangunan hingga meninggikan lantai bangunan.

Ketiga, karena alasan investasi. Rumah tapak akan punya nilai yang jauh lebih tinggi untuk dijual di kemudian hari.

"Sebagai investasi akan lebih tinggi nilainya karena tanah pribadi. Selain itu, Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) yang harus dibayar lebih murah dibandingkan apartemen," ucapnya.

Keempat, harga yang tidak jauh berbeda antara rumah tapak dan apartemen juga menjadi alasan yang dipertimbangkan.

Menurutnya, di wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta seperti di Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi harga rumah tapak juga masih sangat terjangkau.

Bambang mencontohkan, Palm Garden di Jakarta Barat yang dibanderol kurang dari Rp1 miliar dengan ukuran 63 meter persegi.

“Harga ini tidak jauh berbeda dengan apartemen dua kamar tidur di pusat kota Jakarta yang ukurannya justru lebih sempit,” jatanya.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill