Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com–Orang kaya di kawasan elite Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, sedang butuh uang dengan menjual rumahnya dengan harga yang jauh lebih murah.
Dalam platform online jual beli properti seperti Lamudi, ada rumah di BSD yang dijual di bawah Rp 1 miliar, Sabtu, 1 Oktober 2022.
Pemasang iklan menuliskan "Rumah Bagus Tapi Murah Di Griya loka BSD Butuh Uang Cepat BUMI SERPONG DAMAI, TANGERANG SELATAN" harga yang ditawarkan Rp 875 juta.
Lalu ada pengiklan lain yang memasang rumahnya di Nusa Loka BSD dengan status BU, harga yang ditawarkan Rp 950 juta, dengan luas bangunan 60 M2 dan luas tanah 84 M2.
Pemasang iklan lainnya juga menuliskan "Rumah Millenials BSD Mura" dengan luas lahan 72 M2 dan bangunan 65 M2, hargaya Rp 900 juta. Juga ada yang menawarkan "Rumah standard Murah BSD" di Kencana Loka, harganya Rp 990 juta, luas tanah 84 M2 dan bangunan 65 m2.
Seperti diketahui, BSD City merupakan kawasan elite dan kota mandiri di Tangerang Selatan. Di kawasan BSD City, semua fasilitas disediakan, mulai dari kawasan industri, perkantoran, perdagangan, pendidikan, wisata, hingga perumahan.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGSeorang pria berinisial J.R.A, 32, menggasak sepeda motor Honda Vario di kawasan Jalan Kemuning 3, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mirisnya, hasil curian digunakan untuk main judi online (judol)
YesssCredit, perusahaan pembiayaan berizin yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menawarkan program pembiayaan yang mudah kepada masyarakat Tangerang dalam roadshow perdana di Tangcity Mall.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews