Connect With Us

Marc Marquez Terancam Kena Sanksi seperti Rossi

EYD | Jumat, 30 Oktober 2015 | 07:32

Rossi saat bersaing dengan Marquez di Malaysia. Marquez giliran mendapat ancaman terkena sanksi (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG - Insiden di Malaysia GP kembali memunculkan sebuah petisi lain. Petisi itu mendesak supaya Marc Marquez didepak dari seri Valencia karena dianggap berbohong mengenai insidennya dengan Valentino Rossi.

Diberitakan Change.org, petisi itu digagas seorang penggemar MotoGP asal Prancis Antoine Levert dalam bahasa Inggris. Levert menggalang dukungan untuk mempetisi FIM (Federasi International Balap Motor), Dorna sebagai penyelenggara MotoGP, dan bos-bos Honda Racing seperti Shuhei Nakamoto, dan Livio Suppo.

Sampai berita ini diturunkan, petisi itu sudah mendapatkan hampir 500 tandatangan sejak dibuat pada dua hari lalu (28/10/2015). Setelah insiden itu, Rossi dan Marquez memang memberikan keterangan dengan versi berbeda pada Race Direction. Namun pada akhirnya, Rossi dinyatakan bersalah dan dihukum penalti tiga poin serta harus start dari posisi paling belakang di Valencia, yang mana hal ini akan mengancam ambisinya meraih titel juara dunia ke-10.

 

Berikut kira-kira isi petisi yang menuntut Marquez diskors di Valencia:

"Pada bukti baru dari perselisihan di Sepang antara Valentino Rossi dan Marc Marquez dan pernyataan menurut dua pembalap kepada pers dan ofisial balapan, jelas bahwa pemuda Spanyol itu sudah berbohong tentang kejadiannya. Dia mengklaim bahwa tidak ada kontak sebelum Valentino menendang dia sehingga dia jatuh. Padahal, bukti videonya tidak mendukung versi Marquez karena dia sengaja berada di sisi kiri Valentino, menyentuh dia dengan helm dan setangnya serta mendorong kakinya dari pijakan kaki, seperti yang dikatakan Valentino. Saat Valentino mencoba menempatkan kakinya di pijakan kaki motor gerakan dia mirip seperti sebuah tendangan, Marquez sudah lebih dulu jatuh karena ulahnya sendiri, tapi dia masih menyalahkan hal itu pada Valentino."

"Untuk itu: Sebagai pencinta dan pendukung sejati olahraga ini dan sportivitas yang ditunjukkan oleh hampir semua orang di lintasan balap, atas nama seluruh suporter olahraga ini, atas nama sportivitas, atas nama kesetiaan, atas nama kebenaran dan keadilan yang harus selalu ditegakkan di olahraga ini, kami menuntut ofisial FIM, Dorna Sports, Shuhei Nakamoto, Livio Suppo, Emilio Alzamora, dan siapapun yang berwenang membuat keputusan, untuk menghukum Marc Marquez karena tidak menghormati olahraga ini dan jutaan fans karena menghancurkan musim balapan yang legendaris ini dan mungkin saja menghancurkan olahraga ini sepertiyang kita tahu, hanya untuk memuaskan egonya dan menghancurkan harapan-harapan dari musuh terhebat dia, Valentino Rossi, didorong oleh rasa iri dan dendam karena kehebatan sejati Rossi."

"Pada fakta yang memperlihatkan bahwa ofisial Dorna memahami bahwa Marquez sengaja menghambat Valentino Rossi, sebagai sanksinya kami menuntut supaya dia tidak diizinkan ambil bagian dari seri terakhir di Valencia."

"Tuntutan ini sangat ringan, bahkan tidak akan kehilangan posisinya di kejuaraan ini. Mestinya dia bisa berlibur setelah balapan di Phillip Island dan masih mendapatkan posisi ketiga di klasemen, tapi sayangnya dia malah memutuskan melakukan sebaliknya. Mungkin dia sudah menciptakan sanksi terberat untuk dirinya sendiri karena dia akan diingat sebagai orang yang menyabotase harapan Valentino untuk titel juara dunia kesepuluh, atau orang yang membunuh MotoGP sendirian, sebagai musuh Valentino, yang menyelamatkan MotoGP sendirian."

BISNIS
Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Jumat, 9 Januari 2026 | 20:41

Promo spesial berupa potongan harga sampai Rp2 juta ini berlaku hingga akhir Januari untuk membantu konsumen memiliki motor impian dengan lebih mudah dan hemat.

KOTA TANGERANG
Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:16

Polres Metro Tangerang Kota mengungkap fakta bahwa konsumsi obat-obatan keras jenis Tramadol dan Hexymer kerap dijadikan dorongan nyali bagi para remaja di Tangerang untuk tawuran.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

BANTEN
Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:41

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill