Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANG – Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2015-2019. Terpilihnya Erick diharapkan menjadi tonggak awal kebangkitan prestasi olahraga di Tanah Air.
Erick terpilih setelah mendapat dukungan 59 suara dalam Kongres KOI di Hotel Sheraton, Gandaria City, Jakarta, Minggu (1/11/2015) dini hari. Pengusaha itu berhak memimpin KOI selanjutnya setelah mengalahkan pesaingnya, EF Hamidy yang memperoleh 46 suara. Fakta itu membuat Erick berhak menggantikan posisi Rita Subowo yang habis masa jabatannya.
Pemilihan itu sebenarnya diikuti oleh tiga calon. Namun, satu calon lainnya, yakni Ketua KONI Sumatera Selatan Muddai Madang memutuskan mengundurkan diri menjelang penetapan. Dia memilih fokus mengisi posisi wakil ketua umum. Keinginan Muddai pun terwujud karena dia akhirnya menjadi orang nomor dua di dalam organisasi KOI setelah pemilihan. Dia akan berduet dengan Erick.
Sementara posisi sekretaris jenderal (sekjen) dipercaya kepada Dodi Iswandi. Dia akan dibantu Wakil Sekjen Dasril Anwar. “Tantangan ke depan tidak mudah. Paling dekat Olimpiade 2016. Satu dua pekan ini akan koordinasi, termasuk dalam menentukan CDM. Kami minta dukungan. Saya rasa hari ini momen yang spesial. Kita jangan beda terus. Kita harus bersatu,” kata Erick.
Keberhasilan Erick menjadi Ketum KOI pun disambut suka cita, termasuk Inter Milan yang langsung memberikan ucapan selamat. Maklum, Erick adalah Presiden Inter sejak 15 November 2013. “Selamat kepada Erick Thohir yang telah terpilih sebagai Presiden Komite Olimpiade Indonesia #FCIM,” demikian pernyataan resmi Inter.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap pemilihan ini bisa menjadi jembatan menyongsong kejayaan olahraga Indonesia di masa mendatang. “Ini adalah kongres yang penting, bersejarah, dan pasti akan menyatukan tekad olahraga Indonesia. Saya meyakini kongres ini tidak hanya memilih pengurus, tapi ada suatu niat untuk mengembalikan harkat martabat Indonesia. Tidak hanya menyambut Asian Games atau Olimpiade, tapi kejayaan olahraga Indonesia,” tegas Menpora.
Terpenting, Menpora meminta kepada ketua umum KOI periode 2015-2019 bersatu dan bergandengan tangan guna mencapai prestasi olahraga Indonesia. Ketua Umum terpilih juga harus dapat bekerjasama dengan Satlak Prima, Pengurus Besar (PB), Pengurus Pusat (PP), dan pemerintah.
Imam mengingatkan betapa pentingnya penyelenggaraan Asian Games 2018 sebagai salah satu tonggak sejarah Indonesia. Momentum tersebut tidak boleh disia-siakan. Setelah kongres KOI, dunia olahraga Indonesia akan bersiap-siap menyambut Kongres KONI, Olimpiade 2016 di Brasil, dan Asian Games 2018 di Indonesia. Imam berharap Indonesia bias meraih sukses di Olimpiade 2016, sehingga Indonesia semakin tegak menyambut Asian Games 2018.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGNama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menyoroti serius kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews