Connect With Us

Erick Thohir Terpilih menjadi Ketua Umum KOI

EYD | Minggu, 1 November 2015 | 07:21

Erick Thohir (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2015-2019. Terpilihnya Erick diharapkan menjadi tonggak awal kebangkitan prestasi olahraga di Tanah Air.

Erick terpilih setelah mendapat dukungan 59 suara dalam Kongres KOI di Hotel Sheraton, Gandaria City, Jakarta, Minggu (1/11/2015) dini hari. Pengusaha itu berhak memimpin KOI selanjutnya setelah mengalahkan pesaingnya, EF Hamidy yang memperoleh 46 suara. Fakta itu membuat Erick berhak menggantikan posisi Rita Subowo yang habis masa jabatannya.

Pemilihan itu sebenarnya diikuti oleh tiga calon. Namun, satu calon lainnya, yakni Ketua KONI Sumatera Selatan Muddai Madang memutuskan mengundurkan diri menjelang penetapan. Dia memilih fokus mengisi posisi wakil ketua umum. Keinginan Muddai pun terwujud karena dia akhirnya menjadi orang nomor dua di dalam organisasi KOI setelah pemilihan. Dia akan berduet dengan Erick.

Sementara posisi sekretaris jenderal (sekjen) dipercaya kepada Dodi Iswandi. Dia akan dibantu Wakil Sekjen Dasril Anwar. “Tantangan ke depan tidak mudah. Paling dekat Olimpiade 2016. Satu dua pekan ini akan koordinasi, termasuk dalam menentukan CDM. Kami minta dukungan. Saya rasa hari ini momen yang spesial. Kita jangan beda terus. Kita harus bersatu,” kata Erick.

Keberhasilan Erick menjadi Ketum KOI pun disambut suka cita, termasuk Inter Milan yang langsung memberikan ucapan selamat. Maklum, Erick adalah Presiden Inter sejak 15 November 2013. “Selamat kepada Erick Thohir yang telah terpilih sebagai Presiden Komite Olimpiade Indonesia #FCIM,” demikian pernyataan resmi Inter.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap pemilihan ini bisa menjadi jembatan menyongsong kejayaan olahraga Indonesia di masa mendatang. “Ini adalah kongres yang penting, bersejarah, dan pasti akan menyatukan tekad olahraga Indonesia. Saya meyakini kongres ini tidak hanya memilih pengurus, tapi ada suatu niat untuk mengembalikan harkat martabat Indonesia. Tidak hanya menyambut Asian Games atau Olimpiade, tapi kejayaan olahraga Indonesia,” tegas Menpora.

Terpenting, Menpora meminta kepada ketua umum KOI periode 2015-2019 bersatu dan bergandengan tangan guna mencapai prestasi olahraga Indonesia. Ketua Umum terpilih juga harus dapat bekerjasama dengan Satlak Prima, Pengurus Besar (PB), Pengurus Pusat (PP), dan pemerintah.

Imam mengingatkan betapa pentingnya penyelenggaraan Asian Games 2018 sebagai salah satu tonggak sejarah Indonesia. Momentum tersebut tidak boleh disia-siakan. Setelah kongres KOI, dunia olahraga Indonesia akan bersiap-siap menyambut Kongres KONI, Olimpiade 2016 di Brasil, dan Asian Games 2018 di Indonesia. Imam berharap Indonesia bias meraih sukses di Olimpiade 2016, sehingga Indonesia semakin tegak menyambut Asian Games 2018.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Swiss-Belhotel Serpong Gandeng Datik Batik, Buka Peluang UMKM Kenalkan Karya ke Publik

Swiss-Belhotel Serpong Gandeng Datik Batik, Buka Peluang UMKM Kenalkan Karya ke Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:22

Swiss-Belhotel Serpong dan Swiss-Belcourt Serpong berkolaborasi dengan Datik Batik menggelar kegiatan peringatan Hari Batik Nasional pada Kamis, 15 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill