Connect With Us

Mantan Kapten Kesebelasan Amerika Latih Atlet Liga Santri di Tangerang

Mohamad Romli | Minggu, 8 Oktober 2017 | 19:00

| Dibaca : 2531

Ethan Zohn, mantan pemain Maccabee, Amerika Serikat memberikan pelatihan kepada Tim Kesebelasan pondok pesantren (ponpes) Daarul Muttaqien, Pasar Kemis dan ponpes Ar Roisiyah, Minggu (8/10/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Kesebelasan pondok pesantren (ponpes) Daarul Muttaqien, Pasar Kemis dan ponpes Ar Roisiyah, Tangsel mendapatkan pelatihan singkat teknik bermain sepakbola dari Ethan Zohn, mantan pemain Maccabee, Amerika Serikat, Minggu (8/10/2017).

BACA JUGA : Kesebelasan Ponpes Arraisiyah Tangsel Juarai LSN Region Banten

Ethan yang juga mantan kapten tim Maccabee melatih dua tim tersebut di lapangan sepakbola Ponpes Daarul Muttaqien, Jalan Raya Cadas-Kukun, Kampung Ilat, Desa Pangadegan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

bola

Didampingi asistennya, co-founder Grassroot Soccer tersebut memberikan pelatihan teknik dasar bermain kepada dua tim kesebelasan yang pernah bertemu di final Liga Santri Nusantara (LSN) Region Banten.

Kehadiran Ethan membuat atlet muda dari dua kesebelasan tersebut tampak antusias dan berlatih penuh semangat. Sebelum terjun ke rumput hijau, mereka mendapatkan pembekalan mental melalui kisah lika-liku kehidupan Ethan hingga berhasil menjadi pemain sepakbola profesional di Amerika Serikat.

"Sepakbola itu bukan sekedar olahraga, tapi juga melatih kemampuan kepemimpinan, persahabatan, disiplin, tanggung jawab," ujarnya.

BACA JUGA : 25 Tim Sepakbola Pesantren Berlaga di Liga Santri Nusantara Region Banten

Maka Ethan menyakini, bahwa dengan berolahraga yang salah satunya sepakbola, generasi muda bisa tumbuh menjadi calon-calon pemimpin, tidak harus pilihannya menjadi pemain profesional, namun juga dilini kehidupan lainnya.

"Berlatih sepakbola tidak harus menjadi pemain profesional, namun justru melalui sepakbola anak muda terlatih mentalnya, sehingga kelak profesi apapun yang dijalani, mereka menjadi orang-orang terbaik," tambahnya.

Ethan berada di Indonesia karena dipilih Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika Serikat melalui Speaker program yang mendatangkan berbagai ahli untuk datang dan berbagi dengan masyarakat Indonesia. Di tahun 2017 ini, program tersebut mengusung tema kepemimpinan anak muda.

"Selain di Tangerang, Ethan akan berkunjung ke Pandeglang, Jakarta juga Bandung," ujar Luthfi Abdurrahman, Cultural Affairs Staff for Programs Public Affairs Sections pada Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.(RAZ/HRU)

BANTEN
Tawuran Pelajar di Tangsel Disorot Gubernur, WH: Jangan Terulang Lagi!

Tawuran Pelajar di Tangsel Disorot Gubernur, WH: Jangan Terulang Lagi!

Kamis, 2 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Tawuran dua kelompok pelajar di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, Tangsel, Selasa (31/7/2018) disorot Gubernur Banten, Wahidin Halim. Bahkan, sosok yang akrab disapa WH itu terjun langsung ke dua sekolah yang terlibat.

BANDARA
HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

HUT RI Ke-73, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Berbagai Perlombaan

Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Berbagai perlombaan digelar oleh pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yakni PT Angkasa Pura II

AYO! TANGERANG CERDAS
Paramount Land Ajari Pelajar SD  Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis

WISATA
Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Selalu ada sejuta alasan untuk kembali ke kota Bandung, apalagi bagi warga di Jakarta. Selain karena jaraknya yang dekat, ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota dingin yang suhunya jauh berada di bawah kota Metropolitan Jakarta.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie