Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com- Ngadino, selaku Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) memberikan semangat kepada pengurus klub bola voli di Kota Tangerang.
Menurutnya, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi. Tapi juga dunia olahraga yang nyaris tidak ada event selama pandemi.
"Situasi ini membuat kita semua tidak berkegiatan untuk menghindari paparan Covid-19," kata Ngadino saat buka puasa bersama pengurus PBVSI dan klub voli se-Kota Tangerang, Jumat ,(23/4/2021).
Kendati demikian, kata Ngadino, para pengurus dan pelatih bola voli jangan patah semangat. Karena sebentar lagi Kota Tangerang akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi tahun 2022 dengan target juara umum.
"Jadi untuk berprestasi itu ada syaratnya. Atlet harus ada pembinaan terus dan diperhatikan. Ini perlu semangat tinggi dari pelatih dan juga pengurus," ujarnya.
Ia berharap dengan pembinaan yang baik, akan lahir atlet voli Kota Tangerang ke kancah nasional hingga internasional.
"Harapan saya kita semua dapat bekerjasama bergotong royong memajukan bola voli di Kota Tangerang," pintanya.
Ia juga mengimbau para pelatih dan atlet yang melakukan latihan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Supaya tetap aman dari penyebaran Covid-19.
"Tetap pakai prokes, jangan kendur. Agar kita semua aman dari virus," papar Ngadino.
Buka bersama di Rumah Makan Parigogo yang dihadiri pengurus KONI Kota Tangerang juga membahas persiapan Porprov untuk cabang olahraga voli. Terutama kebutuhan selama pelaksanaan seperti pertandingan, venue, kesehatan dan keamanan. (*)
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews