SD Panunggangan Sepuluh From Hero to Zero
Rabu, 22 Juni 2011 | 14:18 WIB
SD Panunggangan 10 tidak sehebat dan setenar SD Sukasari bahkan SD yang terletak di kampung tetapi SD ini dalam 10 tahun terakhir telah meningkat pesat prestasinya bahkan menyabet berbagai penghargaan tingkat Kabupaten dan Provinsi, baik dari lomba lingkungan sampai berbagai kegiatan extra kulikuler. Tetapi hal in ternyata tidak berlanjut setelah pergantian kepala sekolah yang sekarang ini dijabat oleh Suhendi. Sebelumnya kami orang tua murid sangat berhadap lebih berkembagn. Ternyata di tangannya bukan lebih baik tetapi bahkan leboih parah pengelolaan Bantuan Sosial 200 juta dari pusat sangat penuh dengan mark up dan korupsi. Pengelolaan dana BOS juga sangat tidak transparan. Yang lebih menyedihakn adalah hilangnya semua kegiatan kesiswaaan yang sudah bagus dan juga sistem belajar mengajar yang tidak lagi terkorrdinasi dengan baik. Hal ini diakibatkan karena.Kepala sekolah tidak pernah hadir penuh di sekloah sehingga tidak bisa membimbing dan mengkoordinasikan guru-guru bahkan sering kali hanya dari jam 7 sampai jam 8 saja. Selain itu keresahan guru honorer menjadi-jadi karena pemangkasan gaji guru yang rata-rata setiap guru honorer hanya dibawah Rp 200 ribu. Dengan lasan mengikuti ketentuan dari Dinas Pendidikan. Kalau ini benar perlu dipertanyakan komitmen Kepala Dinas Pendidikan dalam mengusung prestasi Kota TAngerang sebagai peraih Kota dengan Pengelolaan anggaran terbaik di Negara ini. Tidak ada tindakan dari Instansi terkait terhadap keboborkan yang sudah lama didengar oleh para pimpinan di Kota Tangerang. Mudah-mudahan Walikota mendengar jeritan orang tua murid atas kondisi belajar mengejar yang hancur di SD kami
Dengar informasi mengenai Tangerang melalui Radio Tangerang

