Connect With Us

Aksi Elanto Hentikan Moge yang dikawal Polisi

 

Dibaca : 308

Elanto Wijoyono, 32 tahun, warga Yogyakarta yang menghentikan konvoi motor gede di simpang Condong Catur, Yogyakarta, pada Sabtu, 15 Agustus 2015 mengatakan sempat berdebat sengit dengan salah seorang pengendara yang turun dari mogenya. "Awalnya bapak (pengendara moge) itu tanya, 'kenapa dicegat, siapa kamu?'" ujar Elanto yang akrab disapa Joyo itu,  Minggu 16 Agustus 2015.

Dalam video yang tersebar di YouTube maupun foto-foto yang dibagikan di media sosial, terlihat salah seorang pengendara moge turun dari motornya dan menantang aksi Elanto. Elanto mengatakan si pengendara moge yang berhadapan dengannya dengan ketus mengatakan, "Apa kamu tidak lihat kami dikawal polisi ?" ujar pria kurus berkacamata itu menirukan.

Elanto menimpali, "Fungsi patwal (patroli dan pengawalan) apa? Urusan kenegaraan kan, bukan acara hura-hura seperti ini."  Si pengendara moge tak mau kalah memotong Elanto, "Ini acara negara juga!" ia membentak.  

Elanto membalas, "Kenegaraan apa?"

Pengendara moge pun buru-buru menutup pembicaraan karena lampu lalu lintas menyala hijau tanda kendaraan harus jalan, "Acara 17 Agustusan," ujarnya.

Para pengendara moge tersebut menggelar acara Jogja Bike Rendesvous di Yogyakarta selama 14-17 Agustus 2015. Salah satunya acara memasang bendera sebanyak 70 buah di komplek Candi Prambanan yang diikuti konvoi moge.

Elanto menuturkan aksinya dilakukan karena ia jengah dengan polisi yang membiarkan aksi ugal-ugalan para pengendara moge. Tahun 2014, saat acara serupa Jogja Bike Rendezvous digelar, Elanto juga melakukan aksi penghadangan. Namun hasilnya tak signifikan.

Kali ini, sebelum melancarkan aksinya, ia mendatangi kepolisian, baik di Direktorat Lalu Lintas Polda DIY dan polisi yang berjaga di pos simpang Condong Catur untuk meminta agar pengendara moge harus ditertibkan dan tak main serobot.

Oleh Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, pria kelahiran 23 September 1982 itu tidak diacuhkan, sehingga Elanto nekat menggelar aksi penghadangan. "Aturan berhenti saat lampu merah ini urusan sepele, tapi negara tak mampu mengawal, apalagi untuk urusan besar," ujarnya.

Dalam aksinya itu, sejumlah polisi yang berjaga di simpang Condong Catur justru malah mendukung aksi Elanto. Mereka curhat karena tak berdaya menghadapi aksi ugal-ugalan pengendara moge yang sejak lama dibiarkan karena instruksi pusat. "Alasannya macam-macam, ada instruksi kapolri kek, takut dimutasi jika melawan," ujar Elanto.

NASIONAL
Debu Vulkanik, Penerbangan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup

Debu Vulkanik, Penerbangan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup

Senin, 27 November 2017 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup sementara waktu mulai Senin Pagi (27/11/17) pukul 07.15 WITA

OPINI
Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Jumat, 25 Agustus 2017 | 10:00

Justru yang menakutkan bagi kita adalah, kekhawatiran mewabahnya Madaari di negeri kita. Orang yang marah, punya rencana untuk membalas dendam dengan caranya sendiri. Tentu saja kita tak ingin hal itu terjadi. Akan timbul anarkisme massa yang sulit dibend

PROPERTI
Hotel Mewah JHL Gallery Segera Hadir di Gading Serpong

Hotel Mewah JHL Gallery Segera Hadir di Gading Serpong

Minggu, 26 November 2017 | 09:00

TANGERANGNEWS.com-JHL Group kembali menghadirkan salah satu produknya berupa luxury hotel dikawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, yakni

TANGSEL
Cegah Penularan, Petugas RSUD Tangsel Divaksin Difteri

Cegah Penularan, Petugas RSUD Tangsel Divaksin Difteri

Senin, 18 Desember 2017 | 21:00

TANGERANGNEWS.com-Guna meminimalisir dampak penularan wabah difteri di Kota Tangsel. Sebanyak 620 petugas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Tangsel dilakukan imunisasi vaksin Difteri sejak Jumat (15/12/2017) lalu.

"Dalam hidup, tidak ada seorang pun yang mendapatkan tempat seperti apa yang mereka sangka akan dapatkan. Tapi ketika Anda bekerja dengan keras dan bersikap baik, berbagai hal yang mengagumkan akan terjadi."

Conan O'Brein