Connect With Us

Aksi Elanto Hentikan Moge yang dikawal Polisi

 

Dibaca : 266

Elanto Wijoyono, 32 tahun, warga Yogyakarta yang menghentikan konvoi motor gede di simpang Condong Catur, Yogyakarta, pada Sabtu, 15 Agustus 2015 mengatakan sempat berdebat sengit dengan salah seorang pengendara yang turun dari mogenya. "Awalnya bapak (pengendara moge) itu tanya, 'kenapa dicegat, siapa kamu?'" ujar Elanto yang akrab disapa Joyo itu,  Minggu 16 Agustus 2015.

Dalam video yang tersebar di YouTube maupun foto-foto yang dibagikan di media sosial, terlihat salah seorang pengendara moge turun dari motornya dan menantang aksi Elanto. Elanto mengatakan si pengendara moge yang berhadapan dengannya dengan ketus mengatakan, "Apa kamu tidak lihat kami dikawal polisi ?" ujar pria kurus berkacamata itu menirukan.

Elanto menimpali, "Fungsi patwal (patroli dan pengawalan) apa? Urusan kenegaraan kan, bukan acara hura-hura seperti ini."  Si pengendara moge tak mau kalah memotong Elanto, "Ini acara negara juga!" ia membentak.  

Elanto membalas, "Kenegaraan apa?"

Pengendara moge pun buru-buru menutup pembicaraan karena lampu lalu lintas menyala hijau tanda kendaraan harus jalan, "Acara 17 Agustusan," ujarnya.

Para pengendara moge tersebut menggelar acara Jogja Bike Rendesvous di Yogyakarta selama 14-17 Agustus 2015. Salah satunya acara memasang bendera sebanyak 70 buah di komplek Candi Prambanan yang diikuti konvoi moge.

Elanto menuturkan aksinya dilakukan karena ia jengah dengan polisi yang membiarkan aksi ugal-ugalan para pengendara moge. Tahun 2014, saat acara serupa Jogja Bike Rendezvous digelar, Elanto juga melakukan aksi penghadangan. Namun hasilnya tak signifikan.

Kali ini, sebelum melancarkan aksinya, ia mendatangi kepolisian, baik di Direktorat Lalu Lintas Polda DIY dan polisi yang berjaga di pos simpang Condong Catur untuk meminta agar pengendara moge harus ditertibkan dan tak main serobot.

Oleh Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, pria kelahiran 23 September 1982 itu tidak diacuhkan, sehingga Elanto nekat menggelar aksi penghadangan. "Aturan berhenti saat lampu merah ini urusan sepele, tapi negara tak mampu mengawal, apalagi untuk urusan besar," ujarnya.

Dalam aksinya itu, sejumlah polisi yang berjaga di simpang Condong Catur justru malah mendukung aksi Elanto. Mereka curhat karena tak berdaya menghadapi aksi ugal-ugalan pengendara moge yang sejak lama dibiarkan karena instruksi pusat. "Alasannya macam-macam, ada instruksi kapolri kek, takut dimutasi jika melawan," ujar Elanto.

TANGSEL
45 Pencalang Amankan Nyepi di Tangsel

45 Pencalang Amankan Nyepi di Tangsel

Senin, 27 Maret 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Peringatan Hari Raya Nyepi yang dirayakan setiap tahun Baru Saka yang bertepatan jatuh pada Hari Selasa, 28 Maret 2017, berbeda dengan Perayaan Hari Besar Keagamaan lain yang dirayakan dengan meriah perayaan Nyepi justru dilakukan dengan

TOKOH
Keadilan Sosial Kunci Penyelesaian Masalah Bangsa

Keadilan Sosial Kunci Penyelesaian Masalah Bangsa

Senin, 20 Maret 2017 | 12:00

TANGERANGNEWS.com- Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan di hadapan warga Ciputat Tangerang Selatan bahwa keadilan adalah kunci dari penyelesaian permasalahan kebangsaan.

BANTEN
12 Peserta ini Akan Mewakili Tangerang Raya di Musabaqoh Kitab Kuning Banten

12 Peserta ini Akan Mewakili Tangerang Raya di Musabaqoh Kitab Kuning Banten

Senin, 20 Maret 2017 | 07:00

TANGERANGNEWS.com-Setelah melalui serangkaian penilaian oleh dewan juri di babak penyisihan, panitia Musabaqoh Kitab Kuning zona Tangerang Raya yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan memilih 12 peserta yang masuk ke s

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

"Membangun kesuksesan itu dari kegagalan. Keputus-asaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan yang paling pasti menuju kesuksesan."

Dale Carnegie