Connect With Us

Aksi Elanto Hentikan Moge yang dikawal Polisi

 

Dibaca : 327

Elanto Wijoyono, 32 tahun, warga Yogyakarta yang menghentikan konvoi motor gede di simpang Condong Catur, Yogyakarta, pada Sabtu, 15 Agustus 2015 mengatakan sempat berdebat sengit dengan salah seorang pengendara yang turun dari mogenya. "Awalnya bapak (pengendara moge) itu tanya, 'kenapa dicegat, siapa kamu?'" ujar Elanto yang akrab disapa Joyo itu,  Minggu 16 Agustus 2015.

Dalam video yang tersebar di YouTube maupun foto-foto yang dibagikan di media sosial, terlihat salah seorang pengendara moge turun dari motornya dan menantang aksi Elanto. Elanto mengatakan si pengendara moge yang berhadapan dengannya dengan ketus mengatakan, "Apa kamu tidak lihat kami dikawal polisi ?" ujar pria kurus berkacamata itu menirukan.

Elanto menimpali, "Fungsi patwal (patroli dan pengawalan) apa? Urusan kenegaraan kan, bukan acara hura-hura seperti ini."  Si pengendara moge tak mau kalah memotong Elanto, "Ini acara negara juga!" ia membentak.  

Elanto membalas, "Kenegaraan apa?"

Pengendara moge pun buru-buru menutup pembicaraan karena lampu lalu lintas menyala hijau tanda kendaraan harus jalan, "Acara 17 Agustusan," ujarnya.

Para pengendara moge tersebut menggelar acara Jogja Bike Rendesvous di Yogyakarta selama 14-17 Agustus 2015. Salah satunya acara memasang bendera sebanyak 70 buah di komplek Candi Prambanan yang diikuti konvoi moge.

Elanto menuturkan aksinya dilakukan karena ia jengah dengan polisi yang membiarkan aksi ugal-ugalan para pengendara moge. Tahun 2014, saat acara serupa Jogja Bike Rendezvous digelar, Elanto juga melakukan aksi penghadangan. Namun hasilnya tak signifikan.

Kali ini, sebelum melancarkan aksinya, ia mendatangi kepolisian, baik di Direktorat Lalu Lintas Polda DIY dan polisi yang berjaga di pos simpang Condong Catur untuk meminta agar pengendara moge harus ditertibkan dan tak main serobot.

Oleh Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, pria kelahiran 23 September 1982 itu tidak diacuhkan, sehingga Elanto nekat menggelar aksi penghadangan. "Aturan berhenti saat lampu merah ini urusan sepele, tapi negara tak mampu mengawal, apalagi untuk urusan besar," ujarnya.

Dalam aksinya itu, sejumlah polisi yang berjaga di simpang Condong Catur justru malah mendukung aksi Elanto. Mereka curhat karena tak berdaya menghadapi aksi ugal-ugalan pengendara moge yang sejak lama dibiarkan karena instruksi pusat. "Alasannya macam-macam, ada instruksi kapolri kek, takut dimutasi jika melawan," ujar Elanto.

BANDARA
5 Nuri Hitam Papua Mati di Terminal 3, Begini Alasannya

5 Nuri Hitam Papua Mati di Terminal 3, Begini Alasannya

Selasa, 22 Mei 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Sekitar 40 ekor burung nuri kepala hitam (Lorius lory) asli Papua ditahan oleh petugas Karantina Soekarno-Hatta,

BANTEN
Kubu Oso Menang Gugatan, Hanura Banten Terus Konsolidasi

Kubu Oso Menang Gugatan, Hanura Banten Terus Konsolidasi

Kamis, 17 Mei 2018 | 23:00

TANGERANGNEWS.com-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Banten merasa lega atas putusan majelis hakim Pengadilan Tata

AYO! TANGERANG CERDAS
Dicari, 200 Peserta Penerima Beasiswa Pelajari Produk Apple di BSD

Dicari, 200 Peserta Penerima Beasiswa Pelajari Produk Apple di BSD

Senin, 21 Mei 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pasca diresmikannya Apple Developer Academy di BSD Green Office Park, BSD City, Kota Tangsel oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada 7 Mei 2018 lalu,

HIBURAN
Ngabuburit Bareng 'Deadpool 2' Sukses Temani Muslimah Berbuka puasa

Ngabuburit Bareng 'Deadpool 2' Sukses Temani Muslimah Berbuka puasa

Sabtu, 19 Mei 2018 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Korry Elyana, 27, dan Khairunisa, 20, mimik wajahnya terlihat senang usai keluar dari studio 4 XXI TangCity Mall, Sabtu

"Penderitaan terburuk dalam hidup bukanlah dengan kalah, kehilangan sesuatu maupun kemalangan yang menimpa, melainkan rasa takut akan sesuatu dan kemudian ketakutan itu tak pernah terlepas dari diri Anda."

Anonim