Connect With Us

Satu Keluarga di Rajeg Kabupaten Tangerang Menderita Gizi Buruk, 2 Tewas

 

Dibaca : 3234

TANGERANG-Dua orang warga Rajeg tewas karena kekurangan gizi. Keduanya adalah kakak dari Muhad Bayu, 12,  warga Kampung Rajeg Tegal, RT 2/3, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang yang juga kini menderita gizi buruk.

Sri Widiyati seorang warga yang peduli terhadap Bayu mengungkapkan, dirinya hanya bisa membantu menginfomasikan kepada instansi dan orang yang peduli terhadap bayu.

 

“Saya warga kampung sebelah, hanya peduli saja dengan Bayu. Saya berharap dia mendapat perhatian, jangan sampai dia juga meninggal seperti dua kakaknya sebelumnnya yang juga karena kekurangan gizi,” ujarnya.  

Menurut dia, Bayu jangan sampai menjadi korban kekurangan gizi buruk berikutnya. Lalu, apa yang sudah dilakukan penanganan terhadap Bayu, menurut Sri, Bayu sudah dibawa ke RS Siloam Karawaci.

“Tetapi jantung dan paru-parunya semua sudah kena, karena gizinya kurang. Ayahnya bernama Nursid cuma nyangkul sawah, ibunya sudah tak ada,” kata Sri.

Sri mengaku bukan kader Posyandu, tetapi dirinya hanya berniat menolong.  Ditanya soal apakah Pemerintah setempat telah mengetahuinya, menurut Sri sudah tahu. “Tetapi belum ada yang jalan. RT sudah, Pak Lurah sudah tahu,” ujarnya.

 

Sementara itu, Supriyatna Camat Rajeg mengatakan, dirinya belum bisa memastikan kalau Bayu terkena busung lapar atau gizi buruk. ”Gini saya sudah perintahkan UPT ke situ tadi malam. Tadi pagi saya baru apel, kalau bapak kan enggak apel, saya apel dulu,” ujarnya.

 

Prinsipnya, kata Camat,  penanganan terhadap Bayu sudah ada.  “Tetapi, karena waktu itu yang bersangkutan tidak menghubungi bidan setempat, justru orang lain yang mereka hubungi,” ujar Camat.

 

Mengenai dua orang kakak Bayu yang meninggal sebelumnya karena busung lapar? “Kalau tidak sampai informasinya, kita tidak akan tahu,” katanya. 

Untuk Bayu, Camat jamin biaya-nya akan ditanggung . Tetapi dia belum bisa menyatakan Bayu menderita sakit apa, karena belum mendapat informasi lebih jelas.

“Saya belum bisa mengatakan ini gizi buruk, karena ini belum dilakukan pengecekan langsung,” katanya. 

BANDARA
Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26

Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

KOTA TANGERANG
Sebelum Semegah Sekarang, Lokasi Berdirinya Masjid Raya Al-A’zhom Dulunya Bekas Kandang Kerbau

Sebelum Semegah Sekarang, Lokasi Berdirinya Masjid Raya Al-A’zhom Dulunya Bekas Kandang Kerbau

Senin, 20 Juli 2026 | 07:20

Kemegahan Masjid Raya Al-A’zhom yang menjadi salah satu ikon Kota Tangerang ternyata menyimpan sejarah panjang yang tak banyak diketahui masyarakat.

BISNIS
UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:10

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill