Satu Keluarga di Rajeg Kabupaten Tangerang Menderita Gizi Buruk, 2 Tewas
Dibaca : 3204
TANGERANG-Dua orang warga Rajeg tewas karena kekurangan gizi. Keduanya adalah kakak dari Muhad Bayu, 12,warga Kampung Rajeg Tegal, RT 2/3, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang yang juga kini menderita gizi buruk.
Sri Widiyati seorang warga yang peduli terhadap Bayu mengungkapkan, dirinya hanya bisa membantu menginfomasikan kepada instansi dan orang yang peduli terhadap bayu.
“Saya warga kampung sebelah, hanya peduli saja dengan Bayu. Saya berharap dia mendapat perhatian, jangan sampai dia juga meninggal seperti dua kakaknya sebelumnnya yang juga karena kekurangan gizi,” ujarnya.
Menurut dia, Bayu jangan sampai menjadi korban kekurangan gizi buruk berikutnya. Lalu, apa yang sudah dilakukan penanganan terhadap Bayu, menurut Sri, Bayu sudah dibawa ke RS Siloam Karawaci.
“Tetapi jantung dan paru-parunya semua sudah kena, karena gizinya kurang. Ayahnya bernama Nursid cuma nyangkul sawah, ibunya sudah tak ada,” kata Sri.
Sri mengaku bukan kader Posyandu, tetapi dirinya hanya berniat menolong.Ditanya soal apakah Pemerintah setempat telah mengetahuinya, menurut Sri sudah tahu. “Tetapi belum ada yang jalan. RT sudah, Pak Lurah sudah tahu,” ujarnya.
Sementara itu, Supriyatna Camat Rajeg mengatakan, dirinya belum bisa memastikan kalau Bayu terkena busung lapar atau gizi buruk. ”Gini saya sudah perintahkan UPT ke situ tadi malam. Tadi pagi saya baru apel, kalau bapak kan enggak apel, saya apel dulu,” ujarnya.
Prinsipnya, kata Camat,penanganan terhadap Bayu sudah ada.“Tetapi, karena waktu itu yang bersangkutan tidak menghubungi bidan setempat, justru orang lain yang mereka hubungi,” ujar Camat.
Mengenai dua orang kakak Bayu yang meninggal sebelumnya karena busung lapar? “Kalau tidak sampai informasinya, kita tidak akan tahu,” katanya.
Untuk Bayu, Camat jamin biaya-nya akan ditanggung . Tetapi dia belum bisa menyatakan Bayu menderita sakit apa, karena belum mendapat informasi lebih jelas.
“Saya belum bisa mengatakan ini gizi buruk, karena ini belum dilakukan pengecekan langsung,” katanya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat tingginya angka kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Perbaikan pada satu titik atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang terdampak cuaca ekstrem telah berhasil diselesaikan Kamis 9 April 2026, pukul 07.00 WIB.
Hujan deras yang menguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebabkan longsor di Jalan Ciater–Rawa Macek, RW 03, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong.