VIDEO : Dirut PT AP II Turun Bagikan Takjil di Bandara Soekarno-Hatta
Dibaca : 678
Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin turun langsung membagikan takjil kepada para pengguna jasa di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Dirinya seperti ingin memberikan contoh kepada para petugas di Bandara tersebut untuk memaksimalkan pelayanan kepada penumpang. "Selamat berbuka puasa, semoga bermanfaat takjilnya," ujar Awaluddin saat membagikan boks takjil kepada pengguna jasa di Teminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/5/2018) petang.
Awaluddin menjelaskan, pembagian takjil gratis ini merupakan satu diantara beberapa program corporate sosial responsibility (CSR) PT Angkasa Pura II. "Salah satu dari banyak kegiatannya adalah setiap hari bagikan takjil kepada para pengguna jasa yang hadir di bandara dan terminal-terminal mungkin karena dalam perjalanan nya tidak sempat untuk menyiapkan buka puasa," pungkasnya. Diketahui, sebanyak 152 ribu kotak takjil telah dipersiapkan untuk dibagikan secara gratis di Bandara Soekarno-Hatta hingga bulan suci Ramadan 1439 H usai.
"Jumlah itu untuk di Soekarno-Hatta saja dan seluruh bandara yang kami kelola kurang lebih sekitar 210 ribu boks takjil yang telah disediakan dari Aceh sampai dengan Banyuwangi," jelasnya.
Awaluddin juga menyampaikan, pihaknya telah meluncurkan aplikasi 'Indonesia Airport Apps' yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi kegiatan Ramadan. "Dipersilahkan kepada pengguna jasa yang sudah mengunduh kami sudah siapkan satu menu khusus untuk kegiatan Ramadan. Di aplikasi itu ada banyak informasi, seperti seputar jadwal shalat, menghitung zakat, Alquran digital, dan lainnya," tambahnya.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Ibadah kurban memiliki syarat tertentu, termasuk kondisi hewan yang akan disembelih. Dalam syariat Islam, tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Ada sejumlah cacat dan kondisi tertentu yang membuat hewan kurban menjadi tidak sah.
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""