VIDEO: Aliansi Mahasiswa Tangerang Berdemo, tuntut pemerintah menstabilkan perekonomian Indonesia
Dibaca : 2376
TANGERANGNEWS.com-Ratusan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tangerang Raya berunjuk rasa di depan gedung Puspemkot Tangerang, Jumat (14/9/2018).
Aksi tersebut menuntut pemerintah untuk segera mengatasi merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Bahkan, dalam salah satu spanduk, mereka menuntut sikap tegas pemerintah. "Turunkan nilai rupiah atau Jokowi yang turun", demikian bunyi tulisan dalam spanduk itu.
Aksi demonstrasi itu berlangsung sejak pukul 13.00 WIB. Massa aksi yang memaksa masuk ke gedung Puspemkot Tangerang sempat saling dorong dengan polisi dan Satpol PP yang melakukan pengamanan.
Selain berorasi, peserta aksi juga membakar ban, kobaran api dan kepulan asap hitam pun terlihat. Dalam orasinya, para demonstran menuntut wakil rakyat dari DPRD Kota Tangerang dan pihak Pemkot Tangerang untuk datang menemui mereka.
"Hingga hari ini kita merasakan kegagalan pemerintah. Ekonomi Indonesia tidak stabil," orasi Damba Multi, mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Negosiasi antara mahasiswa dengan polisi berlangsung alot. Selama tiga jam api yang berkobar dari ban mobil yang dibakar pun terus mengeluarkan asap.
Aksi tersebut dikawal ketat oleh pihak Kepolisian. Kabag Ops Polres Metro Tangerang AKBP Sucipto mengatakan pihaknya menerjunkan 50 personil gabungan untuk mengamankan demo tersebut.
Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.
Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.
Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi
Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""