Connect With Us

BP2T Tangsel Stop Pembangunan SPBG

Bastian Putera Muda | Senin, 6 Januari 2014 | 17:57

| Dibaca : 1722

Kepala BP2T Tangsel Dadang Sopyan ( / TN)


 
TANGSEL-Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel menghentikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPG) di Serua, Ciputat, Kota Tangsel.
 
Hal itu dilatari, ketiadaan izin serta  tanpa adanya persetujuan dari warga sekitar.
Kepala BP2T Kota Tangsel Dadang Sofyan mengatakan, warga menolak adanya pembangunan SPBG, karena memang lokasi pembangunan tidak sesuai 
dengan peruntukkannya.
 
Di wilayah tersebut  merupakan kawasan permukiman. "Sudah kita stop pembangunannya sejak bulan lalu. Karena tidak ada izinnya. Dan kita tidak 
penah mengeluarkan izin," ungkapnya, Senin (6/1).
 
Dikatakan untuk perizinan pembangunna SPBG, pihaknya harus melalui Badan koordinasi Ruang Daerah (BKRD) dari Provinsi Banten. Setelah itu, pihak Pemkot Tangsel baru dapat mengeluarkan izin pembangunannya.
 
"Surat dari BKRD juga belum ada di kami. Bagaimana kami mau memprosesnya. Kan, harus sesuai prosedur," ujarnya.
 
Menurutnya, pihaknya tidak akan gegabah mengeluarkan surat izin, jika tidak sesuai 
dengan prosedur yang berlaku. Kalau memang semua persyaratan sesuai dengan aturan, pihaknya tidak akan mempersulit untuk mengeluarkan izin.
 
"Kalau di Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya untuk paling lama satu bulan pengajuan perizinan disetujui," ucap mantan Kepala Dinas Pendidikan itu. 
 
Sementara, Camat Ciputat, Deden Juardi menuturkan kalau proyek itu milik PT Pertamina dan didanai APBN. Pihaknya sudah melakukan pertemuan antara warga 
dan juga perwakilan PT Pertamina di kantor Kelurahan Serua. Sama dengan BP2T, Pihaknyapun tidak pernah mengeluarkan izin atau jenis rekomendasi terkait pembangunan SPBG tersebut.
 
"Koordinasi atau musyawarah dan sosialisasi seperti yang diinginkan warga memang belum dilakukan saat pembangunan SPBG itu," ucapnya.
 
Sebelumnya, ratusan warga datang ke kantor Kelurahan Serua untuk melakukan protes rencana dibangunnya SPBG di kawasan mereka. Warga tidak terima bila wilayahnya dijadikan untuk pembangunan SPBG karena dampak yang ditimbulkan merugikan mereka.
 
Penolakan didasarkan kepada efek dari pembangunan itu sendiri. Warga khawatir bila 
ada SPBG akan menimbulkan efek kurang baik. Warga akan terus melakukan berbagai upaya agar 
 
SPBG gagal dibangun. Diketahui, pembangunan  SPBG ini di atas lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi.
 
TOKOH
Wulan Guritno & Nugie Terpesona dengan TOD BSD City Tangerang

Wulan Guritno & Nugie Terpesona dengan TOD BSD City Tangerang

Selasa, 6 Oktober 2020 | 10:55

TANGERANGNEWS.com-Kawasan transit oriented development (TOD) Intermoda

HIBURAN
VIDEO : Pria Ini Kaget Lihat Tagihan Makan di Restoran Mewah

VIDEO : Pria Ini Kaget Lihat Tagihan Makan di Restoran Mewah

Minggu, 20 September 2020 | 11:50

TANGERANGNEWS.com-Video yang memperlihatkan seorang pia makan di restoran mewah viral di media sosial. Hal itu karena jumlah tagihan harga makanan yang fantastis, bahkan mengejutkan si pria tersebut

TANGSEL
Pelecehan Seksual di Ruang Publik, Polisi Minta Pemkot Tangsel Perbanyak CCTV

Pelecehan Seksual di Ruang Publik, Polisi Minta Pemkot Tangsel Perbanyak CCTV

Senin, 19 Oktober 2020 | 21:43

TANGERANGNEWS.com-Pihak Kepolisian meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperbanyak pemasangan CCTV di area publik. Hal ini untuk mempermudah penegak hukum mengungkap kasus kejahatan

MANCANEGARA
Wanita Ini Raup Penghasilan Rp248 Juta dari Jual ASI

Wanita Ini Raup Penghasilan Rp248 Juta dari Jual ASI

Senin, 19 Oktober 2020 | 09:42

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita asal Florida, Amerika Serikat, sukses

"Putuskan Hubungan pada orang palsu untuk alasan yang benar. Bukan memutuskan orang benar dengan alasan Palsu."

Rather Aadil