Connect With Us

BP2T Tangsel Stop Pembangunan SPBG

Bastian Putera Muda | Senin, 6 Januari 2014 | 17:57

| Dibaca : 1652

Kepala BP2T Tangsel Dadang Sopyan ( / TN)


 
TANGSEL-Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel menghentikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPG) di Serua, Ciputat, Kota Tangsel.
 
Hal itu dilatari, ketiadaan izin serta  tanpa adanya persetujuan dari warga sekitar.
Kepala BP2T Kota Tangsel Dadang Sofyan mengatakan, warga menolak adanya pembangunan SPBG, karena memang lokasi pembangunan tidak sesuai 
dengan peruntukkannya.
 
Di wilayah tersebut  merupakan kawasan permukiman. "Sudah kita stop pembangunannya sejak bulan lalu. Karena tidak ada izinnya. Dan kita tidak 
penah mengeluarkan izin," ungkapnya, Senin (6/1).
 
Dikatakan untuk perizinan pembangunna SPBG, pihaknya harus melalui Badan koordinasi Ruang Daerah (BKRD) dari Provinsi Banten. Setelah itu, pihak Pemkot Tangsel baru dapat mengeluarkan izin pembangunannya.
 
"Surat dari BKRD juga belum ada di kami. Bagaimana kami mau memprosesnya. Kan, harus sesuai prosedur," ujarnya.
 
Menurutnya, pihaknya tidak akan gegabah mengeluarkan surat izin, jika tidak sesuai 
dengan prosedur yang berlaku. Kalau memang semua persyaratan sesuai dengan aturan, pihaknya tidak akan mempersulit untuk mengeluarkan izin.
 
"Kalau di Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya untuk paling lama satu bulan pengajuan perizinan disetujui," ucap mantan Kepala Dinas Pendidikan itu. 
 
Sementara, Camat Ciputat, Deden Juardi menuturkan kalau proyek itu milik PT Pertamina dan didanai APBN. Pihaknya sudah melakukan pertemuan antara warga 
dan juga perwakilan PT Pertamina di kantor Kelurahan Serua. Sama dengan BP2T, Pihaknyapun tidak pernah mengeluarkan izin atau jenis rekomendasi terkait pembangunan SPBG tersebut.
 
"Koordinasi atau musyawarah dan sosialisasi seperti yang diinginkan warga memang belum dilakukan saat pembangunan SPBG itu," ucapnya.
 
Sebelumnya, ratusan warga datang ke kantor Kelurahan Serua untuk melakukan protes rencana dibangunnya SPBG di kawasan mereka. Warga tidak terima bila wilayahnya dijadikan untuk pembangunan SPBG karena dampak yang ditimbulkan merugikan mereka.
 
Penolakan didasarkan kepada efek dari pembangunan itu sendiri. Warga khawatir bila 
ada SPBG akan menimbulkan efek kurang baik. Warga akan terus melakukan berbagai upaya agar 
 
SPBG gagal dibangun. Diketahui, pembangunan  SPBG ini di atas lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi.
 
BANDARA
20 Ton Alkes dari Investor Tiongkok Diberikan ke Indonesia

20 Ton Alkes dari Investor Tiongkok Diberikan ke Indonesia

Jumat, 27 Maret 2020 | 15:07

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Indonesia menerima bantuan dari investor Tiongkok berupa peralatan kesehatan (alkes) untuk menanggulangi

WISATA
Pemkot Tangsel Sulap Bantaran Kali Mati di Jombang Jadi Destinasi Wisata

Pemkot Tangsel Sulap Bantaran Kali Mati di Jombang Jadi Destinasi Wisata

Sabtu, 25 Januari 2020 | 15:50

TANGERANGNEWS.com-Penataan kota terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel). Sebuah bantaran kali mati di wilayah

MANCANEGARA
Bukan Jenis Virus Baru, Dunia Telah Lama Mengenal Hantavirus

Bukan Jenis Virus Baru, Dunia Telah Lama Mengenal Hantavirus

Rabu, 25 Maret 2020 | 13:04

TANGERANGNEWS.com-Ditengah situasi waspada akibat wabah virus Corona (COVID-19), publik kembali dikagetkan oleh peristiwa seorang pria asal

KAB. TANGERANG
Fasilitas Publik di Desa Kampung Melayu Barat Teluknaga Disemprot Disinfektan

Fasilitas Publik di Desa Kampung Melayu Barat Teluknaga Disemprot Disinfektan

Sabtu, 28 Maret 2020 | 16:11

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Desa (Pemdes) Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang bersama Muspika setempat

"Kuatkan dirimu, karena semuanya akan menjadi lebih baik. Mungkin sekarang segala prahara menerpa, tetapi percayalah badai pasti berlalu"

Haile